alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sempoyongan, Pelari Bali Marathon Meninggal Dunia, Ini Respons Panitia

DENPASAR – Seorang peserta marathon asal Jepang meninggal dunia saat mengikuti May Bank Bali Marathon 2019, Minggu (8/9) pagi pukul 09.15 Wita.

Korban bernama Atsushi Ono ini meninggal dunia di Jalan Raya Wisma Gajah Mada, Blahbatuh, Gianyar. Sebelum meninggal, pria 58 tahun ini mengikuti katagori fool marathon. 

Seorang saksi di lokasi kejadian, Gede Loka Yasa, 45, petugas PMI mengatakan, kejadian bermula saat korban tengah berlari sebagaimana peserta lainnya.

Setibanya di Jalan Raya Wisma Gajah Mada sebelah selatan Puri Blahbatuh, korban tiba-tiba lemas dan sempoyongan.

Saksi yang sedang berada di lokasi pun langsung melakukan pertolongan pertama dengan memberikan bantuan RJP (resusitasi jantung paru). 

“Selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba,” terang saksi. Setibanya di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, korban dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Baca Juga:  Sudah Dua Tahun Pandemi Covid, Masih Ada Pelanggaran Penggunaan Masker

Hasilnya, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung.

Terkait adanya kejadian ini, panitia lelaksana May Bank Marathon 2019 bernam Heri menjelaskan bahwa pihaknya akan menghubungi pihak konsultan Jepang yang ada di Bali.

Panitia, kata dia, akan bertanggug jawab terhadap biaya maupun santunan atas meninggalnya korban pada saat kegiatan May Bank Marathon th 2019 di Bali.

Selama proses dengan Konsultan Jepang, mayat akan dititip di Rumah Sakit Dharmayadnya Denpasar. 



DENPASAR – Seorang peserta marathon asal Jepang meninggal dunia saat mengikuti May Bank Bali Marathon 2019, Minggu (8/9) pagi pukul 09.15 Wita.

Korban bernama Atsushi Ono ini meninggal dunia di Jalan Raya Wisma Gajah Mada, Blahbatuh, Gianyar. Sebelum meninggal, pria 58 tahun ini mengikuti katagori fool marathon. 

Seorang saksi di lokasi kejadian, Gede Loka Yasa, 45, petugas PMI mengatakan, kejadian bermula saat korban tengah berlari sebagaimana peserta lainnya.

Setibanya di Jalan Raya Wisma Gajah Mada sebelah selatan Puri Blahbatuh, korban tiba-tiba lemas dan sempoyongan.

Saksi yang sedang berada di lokasi pun langsung melakukan pertolongan pertama dengan memberikan bantuan RJP (resusitasi jantung paru). 

“Selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba,” terang saksi. Setibanya di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba, korban dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

Baca Juga:  Kadisdikpora Ingatkan PPDB Masih Rawan Bullying dan Pungli

Hasilnya, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Dari hasil pemeriksaan medis, korban diduga meninggal dunia karena serangan jantung.

Terkait adanya kejadian ini, panitia lelaksana May Bank Marathon 2019 bernam Heri menjelaskan bahwa pihaknya akan menghubungi pihak konsultan Jepang yang ada di Bali.

Panitia, kata dia, akan bertanggug jawab terhadap biaya maupun santunan atas meninggalnya korban pada saat kegiatan May Bank Marathon th 2019 di Bali.

Selama proses dengan Konsultan Jepang, mayat akan dititip di Rumah Sakit Dharmayadnya Denpasar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/