alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Gubernur Bali Wayan Koster Mengaku Malu, Ada Apa?

TABANAN – Gubenur Bali Wayan Koster merasa malu atas apa yang dikerjakan oleh Kodam IX/Udayana dalam membangun pompa hidram di Tabanan. Hal itu dikatakannya saat menghadiri peresmian pimpa hidram untuk pertanian di Desa Tanggutiti, Desa Selemadeg Timur.

 

“Sebenarnya sama malu juga, malu juga jadi Gubernur. Harusnya yang begini Gubenur, Bupati dan Wali kota yang memprogramkan, tapi kita luput dari perhatian seperti ini. Malah bapak Pangdam yang melakukan inisiatif yang luar biasa,” ujar Koster yang ikut meresmikan Pompa Hidram Pertanian.

 

Koster menyebut baru kali ini dirinya melihat langsung menyelesaikan masalah air bagi petani. Tak hanya itu koster mengakui dirinya yang sudah sudah tiga tahun memimpin Bali belum bisa berbuat banyak untuk pertanian.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, 5 Titik Bencana Alam Terjadi di Tabanan

 

“Jujur saya mengakui, saya sudah tiga tahun menjadi Gubenur Bali dan melihat pertanian di Bali. Belum pernah ada program dari pemerintah yang menyelesaikan bagaimana mendistribusikan sumber air dari sumbernya ke wilayah yang memerlukan,” akunya.

 

Dikatakan Koster, bukan hanya dia sebagai Gubenur yang belum mampu menyelesaikan masalah air bagi petani. Begitu pula dengan Bupati Tabanan.

 

Adanya program Pompa Hidram bisa jadi percontohan dan jadi guru buat semua pihak termasuk Pemda. Karena pembangunan Pompa Hidram ini dengan anggaran tidak banyak hanya Rp 1 miliar, namun bisa mengatasi masalah air.

 

“Enggak mahal kalau pakai program APBN, APBD mungkin jatuhnya lebih mahal karena pakai tender segala macan itu. Dan itu yang menghabiskan duit. Ini tidak pakai tender konkret lagi. Kalau dicomot Rp5 miliar saja dari APBD sudah beberapa tempat terbangun seperti ini,” ungkap Koster.

Baca Juga:  Sabha Walaka Imbau Tak Buang Energi Respon Tuduhan Organisasi Teroris

Dia pun mendukung penuh pembangunan pompa hidram pertanian. Bahkan segera akan melaporkan ke Menteri Pertanian dan Menteri PUPR.

Selain itu pihaknya di Pemerintah Provinsi Bali bersama-sama dengan kabupaten/ kota akan mencari lagi titik lokasi wilayah yang kesulitan air untuk pertanian. Namun wilayah tersebut memiliki sumber mata air. Karena air bukan hanya untuk pertanian tetapi juga untuk perkebunan.

 

“Jadi saya akan mempolakan program ini dan mulai tahun 2022. Saya akan duduk bersama dengan Pak Bupati. Mengingat Tabanan paling luas pertanian,” pungkasnya.


TABANAN – Gubenur Bali Wayan Koster merasa malu atas apa yang dikerjakan oleh Kodam IX/Udayana dalam membangun pompa hidram di Tabanan. Hal itu dikatakannya saat menghadiri peresmian pimpa hidram untuk pertanian di Desa Tanggutiti, Desa Selemadeg Timur.

 

“Sebenarnya sama malu juga, malu juga jadi Gubernur. Harusnya yang begini Gubenur, Bupati dan Wali kota yang memprogramkan, tapi kita luput dari perhatian seperti ini. Malah bapak Pangdam yang melakukan inisiatif yang luar biasa,” ujar Koster yang ikut meresmikan Pompa Hidram Pertanian.

 

Koster menyebut baru kali ini dirinya melihat langsung menyelesaikan masalah air bagi petani. Tak hanya itu koster mengakui dirinya yang sudah sudah tiga tahun memimpin Bali belum bisa berbuat banyak untuk pertanian.

Baca Juga:  Lawan Covid-19 Secara Sekala Niskala, Ini Perintah Gubernur Koster

 

“Jujur saya mengakui, saya sudah tiga tahun menjadi Gubenur Bali dan melihat pertanian di Bali. Belum pernah ada program dari pemerintah yang menyelesaikan bagaimana mendistribusikan sumber air dari sumbernya ke wilayah yang memerlukan,” akunya.

 

Dikatakan Koster, bukan hanya dia sebagai Gubenur yang belum mampu menyelesaikan masalah air bagi petani. Begitu pula dengan Bupati Tabanan.

 

Adanya program Pompa Hidram bisa jadi percontohan dan jadi guru buat semua pihak termasuk Pemda. Karena pembangunan Pompa Hidram ini dengan anggaran tidak banyak hanya Rp 1 miliar, namun bisa mengatasi masalah air.

 

“Enggak mahal kalau pakai program APBN, APBD mungkin jatuhnya lebih mahal karena pakai tender segala macan itu. Dan itu yang menghabiskan duit. Ini tidak pakai tender konkret lagi. Kalau dicomot Rp5 miliar saja dari APBD sudah beberapa tempat terbangun seperti ini,” ungkap Koster.

Baca Juga:  Mimih, Ada Ratusan Organisasi Terdaftar di Tabanan, yang Aktif Cuma…

Dia pun mendukung penuh pembangunan pompa hidram pertanian. Bahkan segera akan melaporkan ke Menteri Pertanian dan Menteri PUPR.

Selain itu pihaknya di Pemerintah Provinsi Bali bersama-sama dengan kabupaten/ kota akan mencari lagi titik lokasi wilayah yang kesulitan air untuk pertanian. Namun wilayah tersebut memiliki sumber mata air. Karena air bukan hanya untuk pertanian tetapi juga untuk perkebunan.

 

“Jadi saya akan mempolakan program ini dan mulai tahun 2022. Saya akan duduk bersama dengan Pak Bupati. Mengingat Tabanan paling luas pertanian,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/