alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Koster Minta Bersabar, Puspa: Kesabaran Masyarakat Telah Berakhir!

DENPASAR – Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster agar komponen pariwisata di Bali untuk bersabar di tengah kebijakan pandemi Covid-19 juga mendapat tanggapan keras dari para pelaku pariwisata di Bali.

 

Salah satu pengamat dan pelaku pariwisata, I Wayan Puspa Negara menyatakan, kesabaran masyarakat sejatinya telah berakhir.

 

“Kesabaran kami telah berakhir,” kata Puspa Negara menohok saat konferensi pers terkait perkembangan pariwisata di Kantor BTB di Renon, Denpasar pada Rabu (8/12/2021).

 

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap optimistis dan bersyukur.

Koster mengatakan, situasi pandemi di Bali semakin menunjukkan tren melandai. Hal itu diungkapkan Koster di depan perwakilan pekerja pariwisata Bali saat membuka musyawarah daerah (Musda) Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP-Par) Provinsi Bali, di Bali Plagoo Hotel, Nusa Dua, Badung, 6 Desember 2021.

Baca Juga:  [HOT] Tagih Janji, Gubernur Koster Didemo Ratusan Sopir Konvensional

“Kita harus sama-sama bersabar, karena jika bablas dibuka dan menunjukkan lonjakan, maka akan sangat sulit untuk mengatasinya lagi,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu meminta semua pihak bersabar lantaran Bali akan jadi tuan rumah perhelatan acara internasional G-20 dan pertemuan dunia lainnya di tahun 2022. Karena itu setiap hari kondisi pandemi di Bali menjadi perhatian WHO.

“Sekali ada lonjakan maka bisa hilang momentum pemulihan pariwisata kita,” tukasnya.

Lebih lanjut, Puspa Negara menjelaskan, selama pandemi hampir dua tahun ini, tabungan masyarakat sudah banyak terkuras.

 

“Masyarakat bawah telah menghabiskan tabungannya,” ungkapnya dalam konferensi pers tersebut.

Baca Juga:  Jadi Atraksi Tarik Wisatawan, Bupati Artha Dukung Sekaa Makepung

 

Puspa Negara melihat ada sejumlah kebijakan yang menjadi persoalan. Pertama terkait aturan karantina yang terlalu lama dan kedua juga terkait VOA atau Visa On Arrival. 

 

Bila mengacu negara lain, aturan terhadap karantina justru kini sudah dipercepat. Sedangkan VOA, sebagai visa kunjungan saat kedatangan yang diberikan kepada warga asing, agar diterapkan kembali.

 

“Selain itu, negara-negara seperti Australia juga harusnya di buka saja. Kasus di Bali sudah landai, vaksin sudah seratus persen lebih, PCR juga sudah diterapkan. Semua sudah kita lakuka ,” tuturnya.

 

Untuk itu, Puspa Negara pun berharap pemerintah harus segera mengambil kebijakan yang pro terhadap pariwisata Bali dan juga pro terhadap warga di bawah yang bergerak di bidang pariwisata ini.


DENPASAR – Pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster agar komponen pariwisata di Bali untuk bersabar di tengah kebijakan pandemi Covid-19 juga mendapat tanggapan keras dari para pelaku pariwisata di Bali.

 

Salah satu pengamat dan pelaku pariwisata, I Wayan Puspa Negara menyatakan, kesabaran masyarakat sejatinya telah berakhir.

 

“Kesabaran kami telah berakhir,” kata Puspa Negara menohok saat konferensi pers terkait perkembangan pariwisata di Kantor BTB di Renon, Denpasar pada Rabu (8/12/2021).

 

Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap optimistis dan bersyukur.

Koster mengatakan, situasi pandemi di Bali semakin menunjukkan tren melandai. Hal itu diungkapkan Koster di depan perwakilan pekerja pariwisata Bali saat membuka musyawarah daerah (Musda) Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata (FSP-Par) Provinsi Bali, di Bali Plagoo Hotel, Nusa Dua, Badung, 6 Desember 2021.

Baca Juga:  Jadi Atraksi Tarik Wisatawan, Bupati Artha Dukung Sekaa Makepung

“Kita harus sama-sama bersabar, karena jika bablas dibuka dan menunjukkan lonjakan, maka akan sangat sulit untuk mengatasinya lagi,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, itu meminta semua pihak bersabar lantaran Bali akan jadi tuan rumah perhelatan acara internasional G-20 dan pertemuan dunia lainnya di tahun 2022. Karena itu setiap hari kondisi pandemi di Bali menjadi perhatian WHO.

“Sekali ada lonjakan maka bisa hilang momentum pemulihan pariwisata kita,” tukasnya.

Lebih lanjut, Puspa Negara menjelaskan, selama pandemi hampir dua tahun ini, tabungan masyarakat sudah banyak terkuras.

 

“Masyarakat bawah telah menghabiskan tabungannya,” ungkapnya dalam konferensi pers tersebut.

Baca Juga:  [HOT] Tagih Janji, Gubernur Koster Didemo Ratusan Sopir Konvensional

 

Puspa Negara melihat ada sejumlah kebijakan yang menjadi persoalan. Pertama terkait aturan karantina yang terlalu lama dan kedua juga terkait VOA atau Visa On Arrival. 

 

Bila mengacu negara lain, aturan terhadap karantina justru kini sudah dipercepat. Sedangkan VOA, sebagai visa kunjungan saat kedatangan yang diberikan kepada warga asing, agar diterapkan kembali.

 

“Selain itu, negara-negara seperti Australia juga harusnya di buka saja. Kasus di Bali sudah landai, vaksin sudah seratus persen lebih, PCR juga sudah diterapkan. Semua sudah kita lakuka ,” tuturnya.

 

Untuk itu, Puspa Negara pun berharap pemerintah harus segera mengambil kebijakan yang pro terhadap pariwisata Bali dan juga pro terhadap warga di bawah yang bergerak di bidang pariwisata ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/