alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Seribuan Guru Manfaatkan Kesempatan Kedua

 

SINGARAJA– Para guru di Buleleng memanfaatkan momen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua. Momen itu dimanfaatkan, karena mereka masih memiliki peluang mengisi formasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Mengacu data pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, pada tahun ini pemerintah membuka 2.552 formasi guru ASN dari jalur PPPK. Pada tahap pertama, ada 945 orang yang telah dinyatakan lulus.

 

Pada seleksi tahap kedua, pemerintah membuka 1.607 formasi guru. Dari 1.607 formasi yang tersedia, hanya ada 1.537 orang guru yang melamar. Mereka pun mulai menjalani proses seleksi berbasis komputer sejak Jumat (10/12).

 

- Advertisement -

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, setelah seleksi tahap pertama masih banyak formasi yang kosong. Padahal saat seleksi tahap pertama pemerintah telah memberikan nilai afirmasi.

Baca Juga:  Perbaikan Sekolah Terdampak Banjir di Buleleng Dipercepat

 

“Sekarang diberikan lagi formasi untuk tahap kedua. Mereka yang belum lolos pada tahap pertama, masih bisa mengikuti seleksi tahap kedua,” kata Astika saat dikonfirmasi Selasa (7/12).

 

Astika menjelaskan pada seleksi tahap kedua, pelamar wajib terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Peserta tidak dibatasi. Baik itu guru yang berstatus kontrak, honorer, maupun guru di sekolah swasta. Mereka berhak melamar pada posisi yang tersedia, sepanjang latar belakang pendidikannya sesuai.

Apabila berhasil lolos, mereka hanya perlu menanti pemberkasan saja.

 

Mengacu pada jadwal, proses pemberkasan akan dilaksanakan pada Februari nanti. Sehingga para guru yang lolos seleksi bisa menyandang status ASN pada Maret nanti.

Baca Juga:  Kontak Komisioner KPU Negatif Covid, Tahapan Pilkada Berjalan Normal

 

Bagaimana bila tidak lolos tahap kedua? Astika mengatakan pemerintah memberikan kesempatan seleksi ketiga. “Masih ada peluang saat seleksi tahap ketiga. Untuk teknis dan persyaratannya, kami masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” kata Astika.

- Advertisement -

 

SINGARAJA– Para guru di Buleleng memanfaatkan momen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap kedua. Momen itu dimanfaatkan, karena mereka masih memiliki peluang mengisi formasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Mengacu data pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, pada tahun ini pemerintah membuka 2.552 formasi guru ASN dari jalur PPPK. Pada tahap pertama, ada 945 orang yang telah dinyatakan lulus.

 

Pada seleksi tahap kedua, pemerintah membuka 1.607 formasi guru. Dari 1.607 formasi yang tersedia, hanya ada 1.537 orang guru yang melamar. Mereka pun mulai menjalani proses seleksi berbasis komputer sejak Jumat (10/12).

 

Kepala Disdikpora Buleleng Made Astika mengatakan, setelah seleksi tahap pertama masih banyak formasi yang kosong. Padahal saat seleksi tahap pertama pemerintah telah memberikan nilai afirmasi.

Baca Juga:  Kontak Komisioner KPU Negatif Covid, Tahapan Pilkada Berjalan Normal

 

“Sekarang diberikan lagi formasi untuk tahap kedua. Mereka yang belum lolos pada tahap pertama, masih bisa mengikuti seleksi tahap kedua,” kata Astika saat dikonfirmasi Selasa (7/12).

 

Astika menjelaskan pada seleksi tahap kedua, pelamar wajib terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Peserta tidak dibatasi. Baik itu guru yang berstatus kontrak, honorer, maupun guru di sekolah swasta. Mereka berhak melamar pada posisi yang tersedia, sepanjang latar belakang pendidikannya sesuai.

Apabila berhasil lolos, mereka hanya perlu menanti pemberkasan saja.

 

Mengacu pada jadwal, proses pemberkasan akan dilaksanakan pada Februari nanti. Sehingga para guru yang lolos seleksi bisa menyandang status ASN pada Maret nanti.

Baca Juga:  Guru di SDN 2 Sinabun Pukuli Siswa, Suami Oknum Guru Ungkap Fakta Iniā€¦

 

Bagaimana bila tidak lolos tahap kedua? Astika mengatakan pemerintah memberikan kesempatan seleksi ketiga. “Masih ada peluang saat seleksi tahap ketiga. Untuk teknis dan persyaratannya, kami masih menunggu petunjuk teknis dari pusat,” kata Astika.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/