alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Warga Perumahan Puskopad, Tabanan, Bali Keluhkan Proyek Penataan Jalan

TABANAN– Penataan jalan perumahan yang berada di Perumahan Puskopad 1 Blok A, Banjar Dinas Sanggulan Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan disambut positif oleh warga setempat. Namun, karena pengurugan tanah melebihi pondasi hingga lantai rumah, warga pun protes.

 

Warga perumahan khawatir jika jalan sudah diaspal akan menyebabkan masalah baru, banjir! Sebab, urugan tanah jalan sebelum diaspal saat ini lebih tinggi dari pondasi rumah warga.

 

Warga perumahan pun mengeluhkan penataan tersebut. Seperti yang dikeluhkan oleh salah seorang warga setempat, Marthen Keing yang tinggal di Perumahan Puskopad 1 Blok A Banjar Dinas Sanggulan Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan.

 

Marthen Keing mengaku sejatinya di lingkungan perumahan warga sangat menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah daerah dengan kembali melakukan pengaspalan jalan. Namun, yang terjadi sebelum dilakukan pengaspalan jalan perumahan tersebut, tanah urugan lebih tinggi dari pada pondasi dan lantai rumah warga.

Baca Juga:  Flobamora Siap Bersinergi Bangun Tabanan

 

“Ini belum ditambah dengan aspal jalan, malah lebih tinggi lagi jalan ketimbang pondasi rumah warga. Air bisa masuk ke rumah warga bilamana hujan deras terjadi. Lebih lagi kondisi sekarang ini terjadi hujan lebat,” keluh pria berusia 65 tahun, Selasa (7/12).

 

Mantan pegawai Kantor Imigrasi Denpasar ini menambahkan, urugan tanah jalan sebelum diaspal tingginya 20 centimeter. Itu belum dengan tambahan aspal nantinya.

 

Dia menambahkan tak ada masalah sejatinya dari proyek pengerjaan jalan pemerintah daerah Tabanan. Akan tetapi khawatirnya memicu masalah baru bagi warga yakni banjir. Apalagi warga perumahan tinggal di dataran rendah.  

 

“Ini kan program pemerintah perbaikan jalan, warga sangat setuju, tapi kan lihat dulu kondisi di lapangan, jangan main asal urug tanah melebih pondasi dan lantai rumah warga,” ujarnya.

Baca Juga:  Jadi Korban Gempa Palu, Begini Pengalaman Mengerikan Atlet Klungkung…

 

Marthen dan warga berharap pemerintah khususnya Dinas PUPR Tabanan dapat meninjau dan melihat kondisi jalan dan urugan tanah jalan sebelum dilakukan pengaspalan dan dapat mengambil solusi secepatnya.

 

“Minimal dikurangi urukan tanah jalan sebelum proses pengaspalan dilakukan. Mudah-mudahan Dinas PUPR Tabanan dapat turun ke lapangan,” tandasnya. 

- Advertisement -
- Advertisement -

TABANAN– Penataan jalan perumahan yang berada di Perumahan Puskopad 1 Blok A, Banjar Dinas Sanggulan Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan disambut positif oleh warga setempat. Namun, karena pengurugan tanah melebihi pondasi hingga lantai rumah, warga pun protes.

 

Warga perumahan khawatir jika jalan sudah diaspal akan menyebabkan masalah baru, banjir! Sebab, urugan tanah jalan sebelum diaspal saat ini lebih tinggi dari pondasi rumah warga.


 

Warga perumahan pun mengeluhkan penataan tersebut. Seperti yang dikeluhkan oleh salah seorang warga setempat, Marthen Keing yang tinggal di Perumahan Puskopad 1 Blok A Banjar Dinas Sanggulan Anyar, Desa Banjar Anyar, Kediri Tabanan.

 

Marthen Keing mengaku sejatinya di lingkungan perumahan warga sangat menyambut baik apa yang dilakukan pemerintah daerah dengan kembali melakukan pengaspalan jalan. Namun, yang terjadi sebelum dilakukan pengaspalan jalan perumahan tersebut, tanah urugan lebih tinggi dari pada pondasi dan lantai rumah warga.

Baca Juga:  Koster Ngaku Akan Minta Masa Karantina Wisman Didiskon Jadi 1 Hari

 

“Ini belum ditambah dengan aspal jalan, malah lebih tinggi lagi jalan ketimbang pondasi rumah warga. Air bisa masuk ke rumah warga bilamana hujan deras terjadi. Lebih lagi kondisi sekarang ini terjadi hujan lebat,” keluh pria berusia 65 tahun, Selasa (7/12).

 

Mantan pegawai Kantor Imigrasi Denpasar ini menambahkan, urugan tanah jalan sebelum diaspal tingginya 20 centimeter. Itu belum dengan tambahan aspal nantinya.

 

Dia menambahkan tak ada masalah sejatinya dari proyek pengerjaan jalan pemerintah daerah Tabanan. Akan tetapi khawatirnya memicu masalah baru bagi warga yakni banjir. Apalagi warga perumahan tinggal di dataran rendah.  

 

“Ini kan program pemerintah perbaikan jalan, warga sangat setuju, tapi kan lihat dulu kondisi di lapangan, jangan main asal urug tanah melebih pondasi dan lantai rumah warga,” ujarnya.

Baca Juga:  Anggaran Distop, Tabanan Sisir APBD untuk Biaya Karantina di Hotel

 

Marthen dan warga berharap pemerintah khususnya Dinas PUPR Tabanan dapat meninjau dan melihat kondisi jalan dan urugan tanah jalan sebelum dilakukan pengaspalan dan dapat mengambil solusi secepatnya.

 

“Minimal dikurangi urukan tanah jalan sebelum proses pengaspalan dilakukan. Mudah-mudahan Dinas PUPR Tabanan dapat turun ke lapangan,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/