alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Bedah Rumah Warga Miskin dan Penyandang Cacat di Buleleng Dikebut

SAWAN–Proses bedah rumah salah satu warga miskin di Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dikebut.

Warga miskin itu adalah Pekak atau Kakek Suma, 58. Suma tinggal di tepi Pantai Sangsit dan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

Suma merupakan salah seorang warga miskin dan disabilitas di Desa Sangsit.

 Sehari-harinya ia mencari nafkah sebagai nelayan. Dengan keterbatasan, ia berusaha mendorong perahu ke laut.

Saat kembali melaut ia selalu meniupkan peluit. Tak lama kemudian istrinya, bersama warga lain akan membantu Pekak Suma mendorong perahunya ke tepian.

Pihak desa sebenarnya sudah berusaha agar Pekak Suma mendapatkan bantuan bedah rumah. Sayangnya Suma tidak memiliki lahan sendiri.

Selain itu belum ada warga yang bersedia menghibahkan sepetak lahan pada keluarga Suma. Sehingga bantuan bedah rumah itu belum bisa diberikan.

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Komunitas Buleleng Social Community (BSC) sempat melakukan survey ke tempat tinggal Pekak Suma.

Baca Juga:  Arus Mudik di Bali Barat Padat Merayap, Puncak Mudik Dimulai

Rumahnya memang benar-benar tidak layak. Rumah yang ditempati hanya berdinding anyaman bambu. Rumah juga didirikan di atas lahan berpasir.

Komunitas kemudian menggalang bantuan untuk membuat bantuan rumah di atas lahan tersebut.

Bantuan yang terkumpul digunakan untuk membeli bahan bangunan yang dibutuhkan. Sementara pengerjaan menggandeng personil Kodim 1609/Buleleng.

Komandan Korem 163/Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, Sabtu  (9/1)langsung meninjau lokasi pembangunan bedah rumah itu.

Kepada awak media, Husein Sagaf menyatakan TNI harus ikut ambil andil dalam membantuk kesulitan masyarakat.

Ia menyatakan TNI mempunyai delapan poin kewajiban kepada masyarakat. Salah satunya ialah menjadi contoh dan memelopori usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

“Karena ini memang dibutuhkan, maka kami siap membantu masyarakat. Rekan-rekan relawan juga sudah melakukan survey dan menyatakan bahwa bapak Suma ini sebagai warga yang layak dibantu. Setelah saya lihat langsung juga memang beliau sangat membutuhkan hunian yang layak. Dalam 14 hari kedepan, saya harap proses pembangunannya sudah selesai. Mudah-mudahan tidak terkendala cuaca,” katanya.

Baca Juga:  Anak Lahir Kembar Siam Dempet Dada dan Perut, Ini Kata Syamsudin…

Sementara itu, Koordinator BSC Made Eka Tirtayana mengatakan, bantuan itu merupakan bantuan bedah rumah pertama yang dilakukan komunitas pada tahun 2021 ini.

Sejak komunitas berdiri pada tahun 2015 lalu, mereka memang rutin menyalurkan bantuan sembako hingga bedah rumah. Khusus bantuan bedah rumah, komunitas selalu bersinergi dengan TNI dalam proses pembangunan.

Lebih lanjut Eka mengatakan, sepanjang pandemi covid-19 yang berlangsung pada tahun 2020 lalu, memang ada kenaikan permintaan donasi. Mulai dari sembako, bantuan pengobatan, hingga bantuan biaya pemakaman.

“Justru akhir-akhir tahun 2020 itu, yang paling banyak permintaan bantuan biaya pemakaman. Karena komunitas kami misinya sosial, apapun yang dibutuhkan, selama penerimanya layak, pasti kami bantu,” ujarnya. 



SAWAN–Proses bedah rumah salah satu warga miskin di Banjar Dinas Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dikebut.

Warga miskin itu adalah Pekak atau Kakek Suma, 58. Suma tinggal di tepi Pantai Sangsit dan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan.

Suma merupakan salah seorang warga miskin dan disabilitas di Desa Sangsit.

 Sehari-harinya ia mencari nafkah sebagai nelayan. Dengan keterbatasan, ia berusaha mendorong perahu ke laut.

Saat kembali melaut ia selalu meniupkan peluit. Tak lama kemudian istrinya, bersama warga lain akan membantu Pekak Suma mendorong perahunya ke tepian.

Pihak desa sebenarnya sudah berusaha agar Pekak Suma mendapatkan bantuan bedah rumah. Sayangnya Suma tidak memiliki lahan sendiri.

Selain itu belum ada warga yang bersedia menghibahkan sepetak lahan pada keluarga Suma. Sehingga bantuan bedah rumah itu belum bisa diberikan.

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Komunitas Buleleng Social Community (BSC) sempat melakukan survey ke tempat tinggal Pekak Suma.

Baca Juga:  Tercatat Lima Kali ke Bali, Ajak Penyandang Disabilitas Main Sepakbola

Rumahnya memang benar-benar tidak layak. Rumah yang ditempati hanya berdinding anyaman bambu. Rumah juga didirikan di atas lahan berpasir.

Komunitas kemudian menggalang bantuan untuk membuat bantuan rumah di atas lahan tersebut.

Bantuan yang terkumpul digunakan untuk membeli bahan bangunan yang dibutuhkan. Sementara pengerjaan menggandeng personil Kodim 1609/Buleleng.

Komandan Korem 163/Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, Sabtu  (9/1)langsung meninjau lokasi pembangunan bedah rumah itu.

Kepada awak media, Husein Sagaf menyatakan TNI harus ikut ambil andil dalam membantuk kesulitan masyarakat.

Ia menyatakan TNI mempunyai delapan poin kewajiban kepada masyarakat. Salah satunya ialah menjadi contoh dan memelopori usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

“Karena ini memang dibutuhkan, maka kami siap membantu masyarakat. Rekan-rekan relawan juga sudah melakukan survey dan menyatakan bahwa bapak Suma ini sebagai warga yang layak dibantu. Setelah saya lihat langsung juga memang beliau sangat membutuhkan hunian yang layak. Dalam 14 hari kedepan, saya harap proses pembangunannya sudah selesai. Mudah-mudahan tidak terkendala cuaca,” katanya.

Baca Juga:  Wanita Pelaku Perampasan Cincin Milik Penyandang Cacat Tertangkap

Sementara itu, Koordinator BSC Made Eka Tirtayana mengatakan, bantuan itu merupakan bantuan bedah rumah pertama yang dilakukan komunitas pada tahun 2021 ini.

Sejak komunitas berdiri pada tahun 2015 lalu, mereka memang rutin menyalurkan bantuan sembako hingga bedah rumah. Khusus bantuan bedah rumah, komunitas selalu bersinergi dengan TNI dalam proses pembangunan.

Lebih lanjut Eka mengatakan, sepanjang pandemi covid-19 yang berlangsung pada tahun 2020 lalu, memang ada kenaikan permintaan donasi. Mulai dari sembako, bantuan pengobatan, hingga bantuan biaya pemakaman.

“Justru akhir-akhir tahun 2020 itu, yang paling banyak permintaan bantuan biaya pemakaman. Karena komunitas kami misinya sosial, apapun yang dibutuhkan, selama penerimanya layak, pasti kami bantu,” ujarnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/