alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Puluhan Warga Klungkung Ulangi Prosesi Sudhi Wadani

SEMARAPURA-Sebanyak 56 orang warga di Klungkung melakukan prosesi pindah agama ke Agama Hindu atau yang lebih dikenal dengan Sudhi Wadani.

Meski Sudhi Wadani sudah cukup lumrah dilakukan, namun masih saja ada yang belum tepat dalam pelaksanaannya. Sehingga ada beberapa orang terpaksa mengulang prosesi Sudhi Wadani untuk bisa mendapatkan piagam Sudhi Wadani yang nantinya dibutuhkan dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan, 56 orang yang melakukan Sudhi Wadani di tahun 2020 itu sebagian besar lantaran pernikahan.

Kemudian ada pula yang kembali memeluk Agama Hindu lantaran bercerai. “Ada pula yang karena keinginan sendiri untuk menganut Agama Hindu,” jelasnya.

Menurutnya, tidak sulit menggelar prosesi Sudhi Wadani. Orang yang ingin melakukan prosesi Sudhi Wadani hanya perlu membuat surat pernyataan bermaterai, saksi, rohaniawan dan sarana upacara berupa pejati.

Ia pun menekankan, dalam prosesi tersebut harus disaksikan pula oleh pihak PHDI. Yang dalam hal itu perannya sebagai saksi dan juga menjadi pengarah dalam prosesi tersebut.

“Tempatnya bisa dimana saja, yang penting layak. Di kantor kami juga bisa. Prosesinya sangat sederhana,” terangnya.

Meski prosesi Sudhi Wadani sudah lumrah dilakukan, menurutnya masih saja ada warga yang keliru dalam pelaksanaannya.

Yakni tidak melibatkan PHDI dalam prosesi tersebut. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan piagam dari PHDI.

Piagam itu nantinya dibutuhkan dalam proses mengurus administrasi kependudukan.

“Ada dua orang yang akhirnya mengulang menggelar Sudhi Wadani di tahun 2020 karena tidak melibatkan kami dalam prosesi tersebut.

Piagam itu kami berani keluarkan bila kami menyaksikan secara langsung prosesi Sudhi Wadani itu digelar. Semoga kejadian serupa tidak terjadi sehingga tidak ada lagi yang mengulang prosesi Sudhi Wadani hingga dua kali,” tandasnya.



SEMARAPURA-Sebanyak 56 orang warga di Klungkung melakukan prosesi pindah agama ke Agama Hindu atau yang lebih dikenal dengan Sudhi Wadani.

Meski Sudhi Wadani sudah cukup lumrah dilakukan, namun masih saja ada yang belum tepat dalam pelaksanaannya. Sehingga ada beberapa orang terpaksa mengulang prosesi Sudhi Wadani untuk bisa mendapatkan piagam Sudhi Wadani yang nantinya dibutuhkan dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Ketua PHDI Klungkung, Putu Suarta mengungkapkan, 56 orang yang melakukan Sudhi Wadani di tahun 2020 itu sebagian besar lantaran pernikahan.

Kemudian ada pula yang kembali memeluk Agama Hindu lantaran bercerai. “Ada pula yang karena keinginan sendiri untuk menganut Agama Hindu,” jelasnya.

Menurutnya, tidak sulit menggelar prosesi Sudhi Wadani. Orang yang ingin melakukan prosesi Sudhi Wadani hanya perlu membuat surat pernyataan bermaterai, saksi, rohaniawan dan sarana upacara berupa pejati.

Ia pun menekankan, dalam prosesi tersebut harus disaksikan pula oleh pihak PHDI. Yang dalam hal itu perannya sebagai saksi dan juga menjadi pengarah dalam prosesi tersebut.

“Tempatnya bisa dimana saja, yang penting layak. Di kantor kami juga bisa. Prosesinya sangat sederhana,” terangnya.

Meski prosesi Sudhi Wadani sudah lumrah dilakukan, menurutnya masih saja ada warga yang keliru dalam pelaksanaannya.

Yakni tidak melibatkan PHDI dalam prosesi tersebut. Sehingga yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan piagam dari PHDI.

Piagam itu nantinya dibutuhkan dalam proses mengurus administrasi kependudukan.

“Ada dua orang yang akhirnya mengulang menggelar Sudhi Wadani di tahun 2020 karena tidak melibatkan kami dalam prosesi tersebut.

Piagam itu kami berani keluarkan bila kami menyaksikan secara langsung prosesi Sudhi Wadani itu digelar. Semoga kejadian serupa tidak terjadi sehingga tidak ada lagi yang mengulang prosesi Sudhi Wadani hingga dua kali,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/