alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Zona Merah Rabies di Kabupaten Jembrana Berkurang

NEGARA – Kasus rabies di Jembrana sudah berkurang dalam dua tahun terakhir. Bahkan, zona merah rabies dari tahun 2019 berkurang drastis pada tahun 2020.

Ada harapan tahun ini zona merah rabies berkurang bahkan tidak ada zona merah lagi. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana

Wayan Widarsa mengatakan, menurunnya jumlah desa yang masuk dalam zona merah rabies di Jembrana karena upaya vaksinasi yang gencar dilakukan, terutama desa yang masuk zona merah.

Widarsa menjelaskan, pada tahun 2019 lalu terdapat sebanyak 10 kasus gigitan anjing rabies di 8 desa zona merah.

Sedangkan pada tahun 2020 terjadi 5 kasus gigitan yang terjadi di 3 desa zona merah. “Daerah zona merah itu, menjadi prioritas kami untuk vaksinasi sehingga tidak ada lagi kasus gigitan rabies,” ungkapnya.

Baca Juga:  Abai Sektor Pertanian, Dewan Kirim Sinyal Akan Review Program PEN

Awal tahun ini, tiga desa yang masuk zona merah yakni Sangkaragung, Tuwed dan Mendoyo mulai melakukan vaksinasi.

Hewan penular rabies, khususnya anjing di tiga desa dan kelurahan tersebut sebanyak 2.400 ekor yang menjadi target vaksinasi.

Pihaknya masih menyimpan vaksin rabies sebanyak 26.830 dosis yang akan digunakan untuk vaksinasi.

Sehingga ketersediaan vaksin rabies di Jembrana masih tercukupi. Sehingga pada tahun ini zona merah berkurang lagi, bahkan tidak ada lagi zona merah rabies.



NEGARA – Kasus rabies di Jembrana sudah berkurang dalam dua tahun terakhir. Bahkan, zona merah rabies dari tahun 2019 berkurang drastis pada tahun 2020.

Ada harapan tahun ini zona merah rabies berkurang bahkan tidak ada zona merah lagi. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana

Wayan Widarsa mengatakan, menurunnya jumlah desa yang masuk dalam zona merah rabies di Jembrana karena upaya vaksinasi yang gencar dilakukan, terutama desa yang masuk zona merah.

Widarsa menjelaskan, pada tahun 2019 lalu terdapat sebanyak 10 kasus gigitan anjing rabies di 8 desa zona merah.

Sedangkan pada tahun 2020 terjadi 5 kasus gigitan yang terjadi di 3 desa zona merah. “Daerah zona merah itu, menjadi prioritas kami untuk vaksinasi sehingga tidak ada lagi kasus gigitan rabies,” ungkapnya.

Baca Juga:  Abai Sektor Pertanian, Dewan Kirim Sinyal Akan Review Program PEN

Awal tahun ini, tiga desa yang masuk zona merah yakni Sangkaragung, Tuwed dan Mendoyo mulai melakukan vaksinasi.

Hewan penular rabies, khususnya anjing di tiga desa dan kelurahan tersebut sebanyak 2.400 ekor yang menjadi target vaksinasi.

Pihaknya masih menyimpan vaksin rabies sebanyak 26.830 dosis yang akan digunakan untuk vaksinasi.

Sehingga ketersediaan vaksin rabies di Jembrana masih tercukupi. Sehingga pada tahun ini zona merah berkurang lagi, bahkan tidak ada lagi zona merah rabies.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/