alexametrics
26.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Terdampak Erupsi gunung Agung 108 Koperasi di Karangasem Kolaps

AMLAPURA- Sebanyak 108 koperasi dari total 335 koperasi yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali dinyatakan sakit dan tidak aktif beroperasi.

 

Saat ini,Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Karangasem (Diskop UKM Perindag) Karangasem mengupayakan agar koperasi di Karangasem bisa aktif kembali.

 

Kepala Diskop UKM Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika mengatakan dari 108 koperasi yang tidak aktif, setelah dilakukan pendampingan dan pembinaan, ada tujuh koperasi yang menyatakan siap untuk kembali beroperasi.

 

“Dari tujuh ini menyatakan siap beroperasi lagi,” tuturnya dikonfirmasi Selasa (8/2) kemarin.

 

Ada sejumlah masalah yang dihadapi dalam pengelolaan koperasi. Dari 108 koperasi yang tidak aktif, Dinas terkait mencoba melakukan penelusuran.

 

Ternyata masalah yang membelit terjadi saat erupsi Gunung Agung pada 2017 lalu.

 

Hal ini diakui menjadi cikal bakal ratusan koperasi di Karangasem kolaps. Namun masalah ini juga kata Santika merupakan akumulasi dari koperasi tersebut berdiri.

 

“Puncaknya ya saat erupsi itu. Sampai saat ini. Kalau yang erupsi itu kan ditinggal ngungsi anggotanya. Anggota beralih dan tidak mengebalikan pinjaman, dan pengurus juga tidak lagi mengelola koperasi karena tuntutan gaji.

 

“Yang masih bisa, kami upayakan untuk dibina, dilakukan pendampingan,” jelas Santika.

 

Selain menghadapi permasalahan tersebut, pengelolaan koperasi di Karangasem juga terkendala Sumber Daya Manusia (SDM).

 

Mereka yang mengelola masih menggunakan pola lama. Denga pembukuan manual. Belum merambah komputerisasi.

 

“Belum mampu menyesuaikan zaman. Ini tantangan. Kami upayakan untuk melakukan pengurusan baru. Artinya yang lebih muda. Misalnya pengurus lama punya anak yang lulusan kuliah atau SMA mengerti komputer bisa digantikan. Sehingga proses pengelolaan bisa lebih rapi,” ucap pejabat asal Kubu ini.

 

Pihaknya juga akan membantu pengurusan badan hukum yang sebelumnya hanya berlaku sepuluh tahun dan diperpanjang.

 

“Kami bantu mengurus badan hukum yang berlaku selamanya. Selain itu koperasi juga masih memiliki kendala persaingan dengan produk KUR dari Perbankan. Banyak masyarakat yang lebih memilih KUR. Ini juga jadi kendala,” tandasnya.



AMLAPURA- Sebanyak 108 koperasi dari total 335 koperasi yang ada di Kabupaten Karangasem, Bali dinyatakan sakit dan tidak aktif beroperasi.

 

Saat ini,Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Karangasem (Diskop UKM Perindag) Karangasem mengupayakan agar koperasi di Karangasem bisa aktif kembali.

 

Kepala Diskop UKM Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika mengatakan dari 108 koperasi yang tidak aktif, setelah dilakukan pendampingan dan pembinaan, ada tujuh koperasi yang menyatakan siap untuk kembali beroperasi.

 

“Dari tujuh ini menyatakan siap beroperasi lagi,” tuturnya dikonfirmasi Selasa (8/2) kemarin.

 

Ada sejumlah masalah yang dihadapi dalam pengelolaan koperasi. Dari 108 koperasi yang tidak aktif, Dinas terkait mencoba melakukan penelusuran.

 

Ternyata masalah yang membelit terjadi saat erupsi Gunung Agung pada 2017 lalu.

 

Hal ini diakui menjadi cikal bakal ratusan koperasi di Karangasem kolaps. Namun masalah ini juga kata Santika merupakan akumulasi dari koperasi tersebut berdiri.

 

“Puncaknya ya saat erupsi itu. Sampai saat ini. Kalau yang erupsi itu kan ditinggal ngungsi anggotanya. Anggota beralih dan tidak mengebalikan pinjaman, dan pengurus juga tidak lagi mengelola koperasi karena tuntutan gaji.

 

“Yang masih bisa, kami upayakan untuk dibina, dilakukan pendampingan,” jelas Santika.

 

Selain menghadapi permasalahan tersebut, pengelolaan koperasi di Karangasem juga terkendala Sumber Daya Manusia (SDM).

 

Mereka yang mengelola masih menggunakan pola lama. Denga pembukuan manual. Belum merambah komputerisasi.

 

“Belum mampu menyesuaikan zaman. Ini tantangan. Kami upayakan untuk melakukan pengurusan baru. Artinya yang lebih muda. Misalnya pengurus lama punya anak yang lulusan kuliah atau SMA mengerti komputer bisa digantikan. Sehingga proses pengelolaan bisa lebih rapi,” ucap pejabat asal Kubu ini.

 

Pihaknya juga akan membantu pengurusan badan hukum yang sebelumnya hanya berlaku sepuluh tahun dan diperpanjang.

 

“Kami bantu mengurus badan hukum yang berlaku selamanya. Selain itu koperasi juga masih memiliki kendala persaingan dengan produk KUR dari Perbankan. Banyak masyarakat yang lebih memilih KUR. Ini juga jadi kendala,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/