alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Hutan Mangrove di Pejarakan Dipangkas Warga, TNBB Protes

SINGARAJA – Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) memprotes pemangkasan pohon mangrove yang terjadi di areal taman nasional.

Pemangkasan itu terjadi saat sejumlah masyarakat melakukan pengukuran lahan. Pemangkasan itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.

Sejumlah warga memangkas ranting pohon mangrove yang tumbuh di areal taman nasional, pada Sabtu (7/3).

Pemangkasan itu dilakukan, saat warga mengukur lahan yang hendak dijadikan lokasi pembangunan dermaga baru.

Rencananya dermaga itu hendak digunakan lokasi penyeberangan wisata ke Pulau Menjangan. Sebab dermaga lama sudah digunakan untuk kepentingan keagamaan.

Wacana dermaga baru itu diinisiasi Desa Adat Pejarakan. Tak pelak proses itu pun diprotes pihak TNBB. Sejumlah polisi hutan sempat turun ke lokasi dan menghentikan proses pemangkasan.

Mereka juga memasangi tali dan menempelkan kertas yang menegaskan bahwa wilayah itu sudah masuk dalam kawasan TNBB.

Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan pihaknya telah menghentikan proses pemangkasan itu. Ia pun sudah meminta sejumlah polisi hutan melakukan pengecekan.

“Kemarin sudah kami cek di lapangan. Memang ada yang dirabas. Lebarnya kurang lebih satu meter dan panjangnya 100 meter. Yang dominan itu merabas ranting-ranting.

Ada beberapa batang yang juga ditebang, itu diameternya sekitar 10 centimeter. Kami belum sempat hitung semua berapa yang ditebang,” katanya.

Ia mengatakan telah meminta agar proses pemangkasan itu dihentikan. Rencananya dalam waktu dekat, pihak TNBB akan mengundang pihak terkait membicarakan masalah tersebut.

“Kalau memang desa adat ingin membangun sesuatu, silahkan bersurat dan ajukan permohonan ke Bali Taman Nasional.

Ada prosedur yang harus dipenuhi. Dalam waktu dekat ini kami akan undang pihak terkait untuk menyamakan persepsi,” tegas Ngurah.



SINGARAJA – Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) memprotes pemangkasan pohon mangrove yang terjadi di areal taman nasional.

Pemangkasan itu terjadi saat sejumlah masyarakat melakukan pengukuran lahan. Pemangkasan itu terjadi di wilayah Banjar Dinas Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.

Sejumlah warga memangkas ranting pohon mangrove yang tumbuh di areal taman nasional, pada Sabtu (7/3).

Pemangkasan itu dilakukan, saat warga mengukur lahan yang hendak dijadikan lokasi pembangunan dermaga baru.

Rencananya dermaga itu hendak digunakan lokasi penyeberangan wisata ke Pulau Menjangan. Sebab dermaga lama sudah digunakan untuk kepentingan keagamaan.

Wacana dermaga baru itu diinisiasi Desa Adat Pejarakan. Tak pelak proses itu pun diprotes pihak TNBB. Sejumlah polisi hutan sempat turun ke lokasi dan menghentikan proses pemangkasan.

Mereka juga memasangi tali dan menempelkan kertas yang menegaskan bahwa wilayah itu sudah masuk dalam kawasan TNBB.

Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna Kepakisan mengatakan pihaknya telah menghentikan proses pemangkasan itu. Ia pun sudah meminta sejumlah polisi hutan melakukan pengecekan.

“Kemarin sudah kami cek di lapangan. Memang ada yang dirabas. Lebarnya kurang lebih satu meter dan panjangnya 100 meter. Yang dominan itu merabas ranting-ranting.

Ada beberapa batang yang juga ditebang, itu diameternya sekitar 10 centimeter. Kami belum sempat hitung semua berapa yang ditebang,” katanya.

Ia mengatakan telah meminta agar proses pemangkasan itu dihentikan. Rencananya dalam waktu dekat, pihak TNBB akan mengundang pihak terkait membicarakan masalah tersebut.

“Kalau memang desa adat ingin membangun sesuatu, silahkan bersurat dan ajukan permohonan ke Bali Taman Nasional.

Ada prosedur yang harus dipenuhi. Dalam waktu dekat ini kami akan undang pihak terkait untuk menyamakan persepsi,” tegas Ngurah.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/