alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Klaster Keluarga Penyumbang Tertinggi Kasus Covid-19 di Klungkung

SEMARAPURA – Jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan.

Tidak hanya menjalani isolasi di RSUD Klungkung dan hotel, beberapa pasien Covid-19 di Klungkung juga menjalani isolasi secara mandiri.

Berdasar tracing Satgas Covid-19 Klungkung, klaster keluarga menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 itu terjadi.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan, jumlah warga Klungkung yang masih menjalani perawatan lantaran terkonfirmasi Covid-19 per Minggu (7/3) sebanyak 122 orang.

Di mana karena bergejala sedang dan berat, ada sebanyak 54 pasien Covid-19 dirawat di RSUD Klungkung.

Sementara orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan (GR) diisolasi di hotel, serta ada pula yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga:  Pembeli Bensin Eceran Merokok, Ruko Warga Banjar Lebah Ludes Terbakar

“38 orang menjalani isolasi di hotel dan 30 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. Yang melaksanakan isolasi mandiri terbanyak sebanyak 7 orang

berada di Dusun Gungaya, Desa Akah dan 2 orang di Dusun Tengah, Desa Akah. Sisanya menyebar di beberapa desa,” bebernya.

Menurutnya, banyaknya warga Klungkung dalam perawatan Covid-19 menjalani isolasi secara mandiri karena permintaan warga itu sendiri.

Dengan melihat kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri dan dengan pertimbangan agar psikologi warga tidak terganggu sehingga mereka diizinkan untuk menjalani isolasi mandiri.

“Ada yang meminta isolasi mandiri karena ada pertimbangan tertentu dan itu diperbolehkan. Ada yang takut menjalani isolasi di hotel karena tidak ada keluarga yang menemani,” katanya.

Baca Juga:  Kasus Covid Melejit, Tiga Tempat Publik di Denpasar Kembali Ditutup

Lebih lanjut diungkapkannya, peningkatan kasus Covid-19 di Klungkung berasal dari klaster keluarga.

Untuk itu pihaknya mewanti-wanti agar warga tidak mengabaikan protokol kesehatan meski di lingkungan keluarga sekali pun. “Jangan gegabah dan anggap remeh lagi,” tegasnya. 


SEMARAPURA – Jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir mengalami peningkatan.

Tidak hanya menjalani isolasi di RSUD Klungkung dan hotel, beberapa pasien Covid-19 di Klungkung juga menjalani isolasi secara mandiri.

Berdasar tracing Satgas Covid-19 Klungkung, klaster keluarga menjadi penyebab peningkatan kasus Covid-19 itu terjadi.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan, jumlah warga Klungkung yang masih menjalani perawatan lantaran terkonfirmasi Covid-19 per Minggu (7/3) sebanyak 122 orang.

Di mana karena bergejala sedang dan berat, ada sebanyak 54 pasien Covid-19 dirawat di RSUD Klungkung.

Sementara orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan (GR) diisolasi di hotel, serta ada pula yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Baca Juga:  Terpapar Covid-19, Begini Kondisi Terbaru Direktur RSUD Sanjiwani

“38 orang menjalani isolasi di hotel dan 30 orang lainnya menjalani isolasi mandiri. Yang melaksanakan isolasi mandiri terbanyak sebanyak 7 orang

berada di Dusun Gungaya, Desa Akah dan 2 orang di Dusun Tengah, Desa Akah. Sisanya menyebar di beberapa desa,” bebernya.

Menurutnya, banyaknya warga Klungkung dalam perawatan Covid-19 menjalani isolasi secara mandiri karena permintaan warga itu sendiri.

Dengan melihat kondisi lingkungan yang memungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri dan dengan pertimbangan agar psikologi warga tidak terganggu sehingga mereka diizinkan untuk menjalani isolasi mandiri.

“Ada yang meminta isolasi mandiri karena ada pertimbangan tertentu dan itu diperbolehkan. Ada yang takut menjalani isolasi di hotel karena tidak ada keluarga yang menemani,” katanya.

Baca Juga:  Cueki Covid-19, Nekat Gelar Tajen, Warga Datah Abang Diciduk Polisi

Lebih lanjut diungkapkannya, peningkatan kasus Covid-19 di Klungkung berasal dari klaster keluarga.

Untuk itu pihaknya mewanti-wanti agar warga tidak mengabaikan protokol kesehatan meski di lingkungan keluarga sekali pun. “Jangan gegabah dan anggap remeh lagi,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/