alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Hujan Lebat, Waspada, Musibah Longsor Masih Mengintai Bali Utara

SINGARAJA – Masyarakat harus ekstra waspada. Musibah tanah longsor, masih berpotensial terjadi.

Masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan wilayah-wilayah lain yang rawan terjadi longsor pun, diimbau mengambil langkah-langkah antisipasi.

Seperti yang terjadi di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula. Tiga rumah yang terletak di pusat desa, mengalami rusak berat gara-gara sebuah senderan jebol.

Senderan itu jebol setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat pada Jumat (5/4) malam. Peristiwa serupa pun dianggap masih berpotensi terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, hujan masih berpotensi terjadi selama beberapa hari mendatang.

Untuk itu masyarakat diimbau waspada dengan segala potensi bencana yang terjadi. Baik itu banjir maupun tanah longsor.

Khusus warga yang tinggal di wilayah perbukitan, mereka dihimbau melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan, kami imbau untuk mengungsi sementara. Sebab potensi hujan masih akan terjadi,” kata Suadnyana.

Lebih lanjut Suadnyana mengatakan di wilayah Desa Madenan, memang rentan terjadi tanah longsor.

Madenan masuk dalam peta potensi bencana tanah longsor yang disusun BPBD Buleleng. Selain Desa Madenan, peristiwa serupa juga sempat terjadi di Desa Sembiran, beberapa tahun lalu.

“Memang tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materialnya cukup besar,” imbuhnya.

Sementara itu, data di BPBD Buleleng, tiga rumah yang rusak di Desa Madenan akibat musibah longsor diketahui milik Gede Supadma, Luh Nari, dan Wayan Janji.

Senderan setinggi 25 meter tiba-tiba jebol dan menimbun tiga rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 



SINGARAJA – Masyarakat harus ekstra waspada. Musibah tanah longsor, masih berpotensial terjadi.

Masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan dan wilayah-wilayah lain yang rawan terjadi longsor pun, diimbau mengambil langkah-langkah antisipasi.

Seperti yang terjadi di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula. Tiga rumah yang terletak di pusat desa, mengalami rusak berat gara-gara sebuah senderan jebol.

Senderan itu jebol setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat pada Jumat (5/4) malam. Peristiwa serupa pun dianggap masih berpotensi terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, hujan masih berpotensi terjadi selama beberapa hari mendatang.

Untuk itu masyarakat diimbau waspada dengan segala potensi bencana yang terjadi. Baik itu banjir maupun tanah longsor.

Khusus warga yang tinggal di wilayah perbukitan, mereka dihimbau melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah yang rentan, kami imbau untuk mengungsi sementara. Sebab potensi hujan masih akan terjadi,” kata Suadnyana.

Lebih lanjut Suadnyana mengatakan di wilayah Desa Madenan, memang rentan terjadi tanah longsor.

Madenan masuk dalam peta potensi bencana tanah longsor yang disusun BPBD Buleleng. Selain Desa Madenan, peristiwa serupa juga sempat terjadi di Desa Sembiran, beberapa tahun lalu.

“Memang tidak ada korban jiwa, tapi kerugian materialnya cukup besar,” imbuhnya.

Sementara itu, data di BPBD Buleleng, tiga rumah yang rusak di Desa Madenan akibat musibah longsor diketahui milik Gede Supadma, Luh Nari, dan Wayan Janji.

Senderan setinggi 25 meter tiba-tiba jebol dan menimbun tiga rumah warga. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/