alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Ratusan Pekerja Migran Asal Klungkung di Maladewa Ingin Pulang Kampung

SEMARAPURA – Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Klungkung yang bekerja di Maladewa berharap bisa pulang ke kampung halaman.

Wabah virus corona membuat perusahaan tempat mereka bekerja sepi pengunjung dan mempengaruhi penghasilan mereka.

Hanya saja lantaran tidak adanya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut dan tersebarnya informasi tidak benar, hingga saat ini mereka masih tertahan di Maladewa.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan, cukup banyak warga Klungkung yang bekerja ke luar negeri.

Seperti di Maladewa, ada ratusan warga Klungkung yang bekerja di sana. Sebagian besar adalah laki-laki yang bekerja di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

“Kalau dari Bali saya dengar ada ribuan yang bekerja di Maladewa. Sementara khusus warga Klungkung, ada ratusan yang bekerja di sana,” terang Bupati Suwirta.

Lantaran ada wabah corona, pelaku usaha pariwisata terkena dampaknya. Kunjungan wisatawan ke negara tersebut sepi.

Sehingga pelaku usaha pariwisata memutuskan untuk menutup tempat usahanya. “Sama seperti kondisi di Bali,” ujarnya.

Kondisi itu membuat ratusan PMI asal Klungkung ingin segera pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Hanya saja lantaran tidak ada KBRI di negara tersebut, pemulangan PMI asal Klungkung pada khususnya tidak ada yang mengkoordinir.

Di sisi lain, KBRI Colombo, Sri Lanka yang membantu PMI di Maladewa memberikan informasi yang keliru terkait dengan kondisi di Bali.

“KBRI Sri Lanka yang membantu di sana mengatakan jika Bali tidak menerima warganya pulang dulu, padahal itu tidak benar.

Jadi, Bali tetap menerima warganya pulang namun di tes dulu. Sehingga mereka belum bisa dipulangkan karena informasinya belum valid itu,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya telah melaporkan dan terus melakukan koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Gubernur Bali, Wayan Koster, dan juga Kementrian Luar Negeri.

“Informasinya tanggal 25 April akan diangkut tapi benar atau tidak saya belum tahu kepastiannya. Semoga bisa segera pulang. Saya banyak sekali dihubungi oleh adik-adik kita yang bekerja di luar negeri,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Klungkung yang bekerja di Maladewa berharap bisa pulang ke kampung halaman.

Wabah virus corona membuat perusahaan tempat mereka bekerja sepi pengunjung dan mempengaruhi penghasilan mereka.

Hanya saja lantaran tidak adanya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara tersebut dan tersebarnya informasi tidak benar, hingga saat ini mereka masih tertahan di Maladewa.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengungkapkan, cukup banyak warga Klungkung yang bekerja ke luar negeri.

Seperti di Maladewa, ada ratusan warga Klungkung yang bekerja di sana. Sebagian besar adalah laki-laki yang bekerja di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

“Kalau dari Bali saya dengar ada ribuan yang bekerja di Maladewa. Sementara khusus warga Klungkung, ada ratusan yang bekerja di sana,” terang Bupati Suwirta.

Lantaran ada wabah corona, pelaku usaha pariwisata terkena dampaknya. Kunjungan wisatawan ke negara tersebut sepi.

Sehingga pelaku usaha pariwisata memutuskan untuk menutup tempat usahanya. “Sama seperti kondisi di Bali,” ujarnya.

Kondisi itu membuat ratusan PMI asal Klungkung ingin segera pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Hanya saja lantaran tidak ada KBRI di negara tersebut, pemulangan PMI asal Klungkung pada khususnya tidak ada yang mengkoordinir.

Di sisi lain, KBRI Colombo, Sri Lanka yang membantu PMI di Maladewa memberikan informasi yang keliru terkait dengan kondisi di Bali.

“KBRI Sri Lanka yang membantu di sana mengatakan jika Bali tidak menerima warganya pulang dulu, padahal itu tidak benar.

Jadi, Bali tetap menerima warganya pulang namun di tes dulu. Sehingga mereka belum bisa dipulangkan karena informasinya belum valid itu,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya telah melaporkan dan terus melakukan koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, Gubernur Bali, Wayan Koster, dan juga Kementrian Luar Negeri.

“Informasinya tanggal 25 April akan diangkut tapi benar atau tidak saya belum tahu kepastiannya. Semoga bisa segera pulang. Saya banyak sekali dihubungi oleh adik-adik kita yang bekerja di luar negeri,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/