alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Bupati Tamba Serahkan KIA dan Bantu Sembako Bagi Siswa Kurang Mampu

NEGARA – Komitmen mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Jembrana, melalui sejumlah program dan kebijakan Bupati Jembrana Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna.

Salah satunya, silaturahmi, sekaligus membagikan kartu Kartu Identitas Anak (KIA) dan paket sembako bagi siswa yang kurang mampu.

Bupati didampingi penjabat Sekda Jembrana I Nengah Ledang, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, Staf Ahli, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ni Nengah Wartini, para Camat serta sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkup Pemkab Jembrana, secara marathon mengunjungi sekolah-sekolah SMP di Jembrana, Jumat (9/4).

Sebanyak tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikunjungi bupati.

Diantaranya, SMP Negeri 5 Mendoyo (Yehsumbul), SMP Negeri 3 Mendoyo (Yehembang), SMP Negeri 1 Mendoyo (Penyaringan), SMP Negeri 4 Mendoyo (Tegalcangkring), SMP Negeri 6 Negara (Awen), SMP Negeri 4 Negara (Baluk) dan terakhir SMP Negeri 3 Melaya (Manistutu).

Bupati Tamba mengungkapkan, kedatangannya ke sejumlah SMP di Jembrana merupakan sebagai bentuk silaturahmi kepada para guru dan murid di sekolah.

“Kita datang untuk silaturahmi, memberikan semangat kepada siswa untuk giat belajar dan guru untuk lebih giat lagi dalam mengajar. Kita juga sekaligus menyerahkan kartu identitas anak (KIA) kepada para murid, “ paparnya. 

KIA ini sendiri menurutnya  sangat penting. Terutama bagi  anak – anak sekolah yang berusia dibawah 17 tahun, mengingat saat ini berbagai aktivitas anak di sekolah harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca Juga:  Angka Gigitan Anjing Gila Naik, Desa Zona Merah di Jembrana Bertambah

”Setelah berumur 17 tahun nanti anak–anak yang sudah memiliki KIA langsung bisa menukarkannya dengan KTP ke dinas Dukcapil. Jadi sangat penting dan bermanfaat sekali kartu KIA ini, ”ujarnya.

Disamping menyerahkan kartu KIA, pada kesempatan yang sama, bupati juga menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada siswa kurang mampu di masing–masing sekolah.

“Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, kita juga menyerahkan paket sembako kepada masing–masing siswa. Kita koordinasi dengan dinas terkait untuk menyisir anggaran kepada siswa–siswi di sekolah untuk diberikan bekal untuk hari raya nanti. Semoga bantuan berupa paket sembako tersebut dapat membantu meringankan ekonomi mereka di tengah pandemi ini, terlebih menjelang hari raya,” ucapnya.

Terkait masih diberlakukannya pembelajaran jarak jauh atau daring, bupati mengaku masih belum bisa memberlakukan pembelajaran tatap muka di Jembrana secara total, dikarenakan mengikuti zona covid-19 di Jembrana.

Namun bupati tidak melarang siswa untuk datang ke sekolah untuk berdiskusi dan belajar, asal tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Kita tidak melarang para murid untuk datang ke sekolah, mungkin untuk berdiskusi terkait materi pembelajaran.

Kita yakin mayoritas siswa pasti sangat rindu belajar di sekolah. Kita izinkan, dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat, pakai masker, cuci tangan dan bisa dibagi per kelas agar tidak menjadi kerumunan.

Baca Juga:  Warning, Di Jembrana Sebulan Bertambah 10 Kasus Baru HIV/AIDS

Tentu harus diawasi oleh para guru di sekolah. Jadi tetap semangat dalam belajar demi masa depan yang baik,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ni Nengah Wartini menyampaikan, terkait bantuan sembako yang diberikan menyasar siswa kurang mampu di masing – masing sekolah.

“Bantuan sembako diberikan kepada siswa kurang mampu yang sebelumnya sudah didata oleh sekolah. Masing masing sekolah diserahkan kepada 10 orang siswa. Sementara untuk KIA untuk siswa sudah selesai diproses semuanya. Jadi hari ini diserahkan Bupati Jembrana secara simbolis kepada masing – masing perwakilan siswa,” ujarnya.

Wartini menjelaskan, KIA merupakan program pemerintah dalam mewujudkan administrasi pendidikan membawa kemudahan.

Pelajar yang sudah memiliki KIA, nantinya mendapat banyak kemudahan nantinya.

“Misalnya saja, di usia 17 nanti, pelajar tak perlu lagi repot – repot mengurus KTP dengan segala macam persyaratan.

Mereka cukup datang ke dinas dengan membawa KIA dan akan diganti dengan KTP. Seluruh kegiatan di sekolah nantinya juga akan menggunakan NIK untuk proses administrasinya, jadi KIA ini wajib dimiliki oleh seluruh siswa sekolah, khususnya yang masih dibawah 17 tahun,”paparnya. (rba)


NEGARA – Komitmen mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Jembrana, melalui sejumlah program dan kebijakan Bupati Jembrana Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Patriana Krisna.

Salah satunya, silaturahmi, sekaligus membagikan kartu Kartu Identitas Anak (KIA) dan paket sembako bagi siswa yang kurang mampu.

Bupati didampingi penjabat Sekda Jembrana I Nengah Ledang, Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya, Staf Ahli, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ni Nengah Wartini, para Camat serta sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkup Pemkab Jembrana, secara marathon mengunjungi sekolah-sekolah SMP di Jembrana, Jumat (9/4).

Sebanyak tujuh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dikunjungi bupati.

Diantaranya, SMP Negeri 5 Mendoyo (Yehsumbul), SMP Negeri 3 Mendoyo (Yehembang), SMP Negeri 1 Mendoyo (Penyaringan), SMP Negeri 4 Mendoyo (Tegalcangkring), SMP Negeri 6 Negara (Awen), SMP Negeri 4 Negara (Baluk) dan terakhir SMP Negeri 3 Melaya (Manistutu).

Bupati Tamba mengungkapkan, kedatangannya ke sejumlah SMP di Jembrana merupakan sebagai bentuk silaturahmi kepada para guru dan murid di sekolah.

“Kita datang untuk silaturahmi, memberikan semangat kepada siswa untuk giat belajar dan guru untuk lebih giat lagi dalam mengajar. Kita juga sekaligus menyerahkan kartu identitas anak (KIA) kepada para murid, “ paparnya. 

KIA ini sendiri menurutnya  sangat penting. Terutama bagi  anak – anak sekolah yang berusia dibawah 17 tahun, mengingat saat ini berbagai aktivitas anak di sekolah harus menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca Juga:  Duh Gusti, Senggol Dump Truck, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan

”Setelah berumur 17 tahun nanti anak–anak yang sudah memiliki KIA langsung bisa menukarkannya dengan KTP ke dinas Dukcapil. Jadi sangat penting dan bermanfaat sekali kartu KIA ini, ”ujarnya.

Disamping menyerahkan kartu KIA, pada kesempatan yang sama, bupati juga menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada siswa kurang mampu di masing–masing sekolah.

“Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, kita juga menyerahkan paket sembako kepada masing–masing siswa. Kita koordinasi dengan dinas terkait untuk menyisir anggaran kepada siswa–siswi di sekolah untuk diberikan bekal untuk hari raya nanti. Semoga bantuan berupa paket sembako tersebut dapat membantu meringankan ekonomi mereka di tengah pandemi ini, terlebih menjelang hari raya,” ucapnya.

Terkait masih diberlakukannya pembelajaran jarak jauh atau daring, bupati mengaku masih belum bisa memberlakukan pembelajaran tatap muka di Jembrana secara total, dikarenakan mengikuti zona covid-19 di Jembrana.

Namun bupati tidak melarang siswa untuk datang ke sekolah untuk berdiskusi dan belajar, asal tetap patuh pada protokol kesehatan.

“Kita tidak melarang para murid untuk datang ke sekolah, mungkin untuk berdiskusi terkait materi pembelajaran.

Kita yakin mayoritas siswa pasti sangat rindu belajar di sekolah. Kita izinkan, dengan syarat harus mengikuti protokol kesehatan yang ketat, pakai masker, cuci tangan dan bisa dibagi per kelas agar tidak menjadi kerumunan.

Baca Juga:  Parah! Direksi Perusda Jembrana Tak Laporkan Pemecatan Ke Pemkab

Tentu harus diawasi oleh para guru di sekolah. Jadi tetap semangat dalam belajar demi masa depan yang baik,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ni Nengah Wartini menyampaikan, terkait bantuan sembako yang diberikan menyasar siswa kurang mampu di masing – masing sekolah.

“Bantuan sembako diberikan kepada siswa kurang mampu yang sebelumnya sudah didata oleh sekolah. Masing masing sekolah diserahkan kepada 10 orang siswa. Sementara untuk KIA untuk siswa sudah selesai diproses semuanya. Jadi hari ini diserahkan Bupati Jembrana secara simbolis kepada masing – masing perwakilan siswa,” ujarnya.

Wartini menjelaskan, KIA merupakan program pemerintah dalam mewujudkan administrasi pendidikan membawa kemudahan.

Pelajar yang sudah memiliki KIA, nantinya mendapat banyak kemudahan nantinya.

“Misalnya saja, di usia 17 nanti, pelajar tak perlu lagi repot – repot mengurus KTP dengan segala macam persyaratan.

Mereka cukup datang ke dinas dengan membawa KIA dan akan diganti dengan KTP. Seluruh kegiatan di sekolah nantinya juga akan menggunakan NIK untuk proses administrasinya, jadi KIA ini wajib dimiliki oleh seluruh siswa sekolah, khususnya yang masih dibawah 17 tahun,”paparnya. (rba)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/