alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Penumpang di Pelabuhan Padangbai Turun, Bongkar Muat Diperpanjang

AMLAPURA – Aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, diperpanjang menjadi 2,5 jam.

Perpanjangan waktu tersebut dilakukan akibat penurunan jumlah penumpang maupun barang yang menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak beberapa bulan terkahir. 

Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin beralasan, penurunan jumlah penumpang yang terjadi di Padangbai tersebut hampir terjadi setiap tahun.

Selain faktor pandemi covid-19, penurunan juga dipengaruhi oleh operasional tol laut Gilimas (Lombok) menuju Tanjung Wangi (Banyuwangi).

”Ya, kegiatan bongkar muat diperpanjang menjadi 2,5 jam kalau siang agar angkut maksimal muat. Karena muatan sepi,” ujar Eka Suyasmin.

Eka Suyasmin mengungkapkan, sebelumnya waktu bongkar muat diberikan selama 1,5 jam. Namun saat ini dengan waktu 1,5 jam itu, muatan yang diangkut kapal-kapal tersebut menurun sehingga tidak bisa menutupi biaya operasional.

Baca Juga:  Pungut Retribusi Turis Rp 52 Juta, Macet Bikin Wisman Tak Nyaman

“Lebih sedikit penumpangnya. Perusahaan kapal jadi rugi karena tidak cukup menutupi biaya operasional,” terangnya.

- Advertisement -

Tak hanya berdampak terhadap waktu bongkar muat, menurunnya jumlah penumpang juga menyebabkan sejumlah perusahaan pelayaran memilih untuk mengalihkan atau memindahkan lintasan kapalnya mencari peluang ke Pelabuhan yang lebih ramai.

“Sejauh ini sudah ada sekitar sembilan kapal yang pindah lintasan mencari pelabuhan yang lebih ramai,” pungkasnya. 

- Advertisement -

AMLAPURA – Aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, diperpanjang menjadi 2,5 jam.

Perpanjangan waktu tersebut dilakukan akibat penurunan jumlah penumpang maupun barang yang menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak beberapa bulan terkahir. 

Kepala KSOP Pelabuhan Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin beralasan, penurunan jumlah penumpang yang terjadi di Padangbai tersebut hampir terjadi setiap tahun.

Selain faktor pandemi covid-19, penurunan juga dipengaruhi oleh operasional tol laut Gilimas (Lombok) menuju Tanjung Wangi (Banyuwangi).

”Ya, kegiatan bongkar muat diperpanjang menjadi 2,5 jam kalau siang agar angkut maksimal muat. Karena muatan sepi,” ujar Eka Suyasmin.

Eka Suyasmin mengungkapkan, sebelumnya waktu bongkar muat diberikan selama 1,5 jam. Namun saat ini dengan waktu 1,5 jam itu, muatan yang diangkut kapal-kapal tersebut menurun sehingga tidak bisa menutupi biaya operasional.

Baca Juga:  Pungut Retribusi Turis Rp 52 Juta, Macet Bikin Wisman Tak Nyaman

“Lebih sedikit penumpangnya. Perusahaan kapal jadi rugi karena tidak cukup menutupi biaya operasional,” terangnya.

Tak hanya berdampak terhadap waktu bongkar muat, menurunnya jumlah penumpang juga menyebabkan sejumlah perusahaan pelayaran memilih untuk mengalihkan atau memindahkan lintasan kapalnya mencari peluang ke Pelabuhan yang lebih ramai.

“Sejauh ini sudah ada sekitar sembilan kapal yang pindah lintasan mencari pelabuhan yang lebih ramai,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/