alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Dispar Klungkung Terkendala Dana Pembangunan Pagar Pengaman

SEMARAPURA– Hari ketiga pencarian, wisatawan India, Kausal Aditya, 24 yang menjadi korban hilang setelah dihantam ombak saat berswafoto di pinggir tebing obyek wisata Devil’s Tear, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (7/5),tak kunjung ditemukan.

Tim gabungan pun terus menyisir di sekitar jatuhnya korban, namun hingga kemarin belum juga menuai hasil.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi, Kamis (9/5) mengungkapkan, Polsek Nusa Penida, bersama Basarnas, Pol Air dan tim lainnya masih melakukan pencarian terhadap korban.

Penyisiran pun masih dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya korban, namun korban belum juga berhasil ditemukan.

“Gelombang besar hingga saat ini masih menjadi kendala dalam proses pencarian ini,” terangnya.

Baca Juga:  Baru Buka Warung Lihat 15 Karung Beras Amblas, Pedagang Beras Syok

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Nengah Sukasta mengungkapkan,untuk mencegah jatuhnya korban lain di sejumlah obyek wisata berbahaya di Nusa Penida, pihaknya telah memasang sejumlah papan himbauan di obyek wisata tersebut.

Bahkan warga setempat juga kerap mengingatkan wisatawan yang berkunjung, namun ternyata banyak wisatawan yang enggan mendengarkan dan memperhatikan himbauan tersebut.

“Sehingga kami sangat berharap peran pemandu wisata untuk mengingatkan dan menjaga tamunya,” ujarnya.

Berkaitan dengan pagar pengaman, ia mengaku baru bisa menganggarkan sekitar Rp 60 juta untuk 50 meter pagar pengaman di Devil’s Tear.

Anggaran yang terbatas, menurutnya membuat Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung belum bisa melakukan pengadaan pagar pengaman lebih banyak lagi.

Baca Juga:  Duh, Tolak Teken BAP, Duo WN Asing Bantah Terlibat Jaringan Skimming

“Rencananya di Perubahan 2019, kami akan kembali melakukan pengadaan papan himbauan,” tandasnya.



SEMARAPURA– Hari ketiga pencarian, wisatawan India, Kausal Aditya, 24 yang menjadi korban hilang setelah dihantam ombak saat berswafoto di pinggir tebing obyek wisata Devil’s Tear, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Selasa (7/5),tak kunjung ditemukan.

Tim gabungan pun terus menyisir di sekitar jatuhnya korban, namun hingga kemarin belum juga menuai hasil.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Putu Gede Ardana saat dikonfirmasi, Kamis (9/5) mengungkapkan, Polsek Nusa Penida, bersama Basarnas, Pol Air dan tim lainnya masih melakukan pencarian terhadap korban.

Penyisiran pun masih dilakukan di sekitar lokasi tenggelamnya korban, namun korban belum juga berhasil ditemukan.

“Gelombang besar hingga saat ini masih menjadi kendala dalam proses pencarian ini,” terangnya.

Baca Juga:  Ngeri...Salip Mobil, Kepala Pengemudi Motor Dilindas Truk Hingga Pecah

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah Kadis Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Nengah Sukasta mengungkapkan,untuk mencegah jatuhnya korban lain di sejumlah obyek wisata berbahaya di Nusa Penida, pihaknya telah memasang sejumlah papan himbauan di obyek wisata tersebut.

Bahkan warga setempat juga kerap mengingatkan wisatawan yang berkunjung, namun ternyata banyak wisatawan yang enggan mendengarkan dan memperhatikan himbauan tersebut.

“Sehingga kami sangat berharap peran pemandu wisata untuk mengingatkan dan menjaga tamunya,” ujarnya.

Berkaitan dengan pagar pengaman, ia mengaku baru bisa menganggarkan sekitar Rp 60 juta untuk 50 meter pagar pengaman di Devil’s Tear.

Anggaran yang terbatas, menurutnya membuat Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung belum bisa melakukan pengadaan pagar pengaman lebih banyak lagi.

Baca Juga:  Heboh Mayat Wanita Mengapung, Diduga Kuat Korban Bunuh Diri

“Rencananya di Perubahan 2019, kami akan kembali melakukan pengadaan papan himbauan,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/