alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Rapid Test di RSD Mangusada, PMI Asal Jembrana Reaktif Covid-19

NEGARA – Satu lagi seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana reaktif Covid-19 saat menjalani rapid test.

Namun PMI asal Desa Baluk, Kecamatan Negara, menjalani isolasi di RSUD Mangusada, Badung, karena diketahui saat rapid test saat berada di Badung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan,

PMI asal Jembrana tersebut merupakan PMI yang pulang sebelum ada program karantina di hotel yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten.

“Ketemunya di Denpasar, karena gelombang kedatangan pertama belum di karantina di hotel,” terang I Gusti Agung Putu Arisantha.

Berdasar informasi dari RSUD Mangusada, PMI tersebut sudah menjalani test swab. Hasil swab pertama negatif, sehingga dilakukan swab kedua untuk memastikan lagi tidak terinfeksi Covid-19.

Jika swab kedua kalinya tetap negatif, maka pasien dalam pengawasan tersebut boleh pulang ke rumahnya. “Semoga swab keduanya negatif juga,” terangnya.

Sementara itu, mengenai PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara, sudah menjalani pengambilan swab.

Dari dua orang PDP yang dirawat di RSU Negara, salah satunya guru yang sudah menjalani pengambilan swab pertama dengan hasil negatif.

Guru salah satu SDN di Desa Baluk tersebut hanya menunggu hasil swab kedua. “Kalau swab kedua negatif sudah bisa pulang,” terangnya.

Sedangkan satu orang lagi PDP asal Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, masih menunggu hasil swab pertama.

Karena meski hasil rapid test positif, belum tentu terinfeksi Covid-19 sebelum dilakukan uji swab dengan metode PCR.

Terkait dengan PMI yang menjalani karantina di hotel, kemarin sebanyak 32 orang PMI sudah selesai menjalani karantina 14 hari di hotel.

Sebelum dipulangkan kemarin, PMI tersebut sudah menjalani rapid test kedua dengan hasil negatif.

Sehingga total PMI yang masih menjalani karantina sebanyak 34 orang dari total 190 orang PMI asal Jembrana yang menjalani karantina.

Bagi PMI yang nantinya sudah bisa pulang, diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya selalu mengenakan masker dalam beraktivitas, selalu mencuci tangan dan selalu menjaga daya tahan tubuh. “PMI yang selesai karantina tetap diimbau disiplin menjalani protokol kesehatan,” terangnya. 



NEGARA – Satu lagi seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Jembrana reaktif Covid-19 saat menjalani rapid test.

Namun PMI asal Desa Baluk, Kecamatan Negara, menjalani isolasi di RSUD Mangusada, Badung, karena diketahui saat rapid test saat berada di Badung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan,

PMI asal Jembrana tersebut merupakan PMI yang pulang sebelum ada program karantina di hotel yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten.

“Ketemunya di Denpasar, karena gelombang kedatangan pertama belum di karantina di hotel,” terang I Gusti Agung Putu Arisantha.

Berdasar informasi dari RSUD Mangusada, PMI tersebut sudah menjalani test swab. Hasil swab pertama negatif, sehingga dilakukan swab kedua untuk memastikan lagi tidak terinfeksi Covid-19.

Jika swab kedua kalinya tetap negatif, maka pasien dalam pengawasan tersebut boleh pulang ke rumahnya. “Semoga swab keduanya negatif juga,” terangnya.

Sementara itu, mengenai PDP yang menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara, sudah menjalani pengambilan swab.

Dari dua orang PDP yang dirawat di RSU Negara, salah satunya guru yang sudah menjalani pengambilan swab pertama dengan hasil negatif.

Guru salah satu SDN di Desa Baluk tersebut hanya menunggu hasil swab kedua. “Kalau swab kedua negatif sudah bisa pulang,” terangnya.

Sedangkan satu orang lagi PDP asal Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, masih menunggu hasil swab pertama.

Karena meski hasil rapid test positif, belum tentu terinfeksi Covid-19 sebelum dilakukan uji swab dengan metode PCR.

Terkait dengan PMI yang menjalani karantina di hotel, kemarin sebanyak 32 orang PMI sudah selesai menjalani karantina 14 hari di hotel.

Sebelum dipulangkan kemarin, PMI tersebut sudah menjalani rapid test kedua dengan hasil negatif.

Sehingga total PMI yang masih menjalani karantina sebanyak 34 orang dari total 190 orang PMI asal Jembrana yang menjalani karantina.

Bagi PMI yang nantinya sudah bisa pulang, diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya selalu mengenakan masker dalam beraktivitas, selalu mencuci tangan dan selalu menjaga daya tahan tubuh. “PMI yang selesai karantina tetap diimbau disiplin menjalani protokol kesehatan,” terangnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/