alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Hasil Otopsi Minim Luka, Mayat Melotot Itu Kemungkinan Tewas Karena…

DENPASAR – Proses otopsi jenazah Gede Ari Artawan yang ditemukan tewas dengan mata melotot di Pantai Penimbangan, Singaraja, akhirnya terkuak.

Dari hasil otopsi yang dilakukan tim forensik RS Sanglah menemukan sejumlah luka, namun bukan dari tindakan kekerasan.

Tim Forensik RS Sanglah menemukan sejumlah luka lecet pada anggota gerak bagian atas dan bawah. “Yang jelas, kami tidak menemukan ada tanda kekerasan,” ujar Kepala Forensik RS Sanglah dr. Dudut Rustyadi.

Untuk penyebab kematian, dr. Dudut belum dapat memastikan, sebab masih menunggu hasil toksikologi untuk membuktikan apakah ada racun pada tubuh korban.

“Kami sudah mengambil bahan untuk uji di laboratorium. Seperti jaringan otak, saluran kencing, hati, empedu dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga:  Bisa Diolah Jadi Obat Herbal, Ingatkan Pencuri Kayu Pahit di TNBB

Untuk hasilnya, biasanya kata dr. Dudut ini keluar paling lama dua minggu. “Ya kami ingin membuktikan itu (racun).

Apakah sebagai penyebab kematian korban atau tidak. Sehingga kami belum berani memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.

Apakah ada tanda-tanda keracunan? “Jenasah tiba sudah dalam keadaan membusuk. Sehingga tanda-tanda korban keracunan tidak terlihat.

Jika jenasah datang dalam keadaan masih agak segar, saya pikir masih terlihat ciri-cirinya bila memang karena racun,” jawabnya.

Diketahui sebelumnya, jenasah pria yang diketahui belakangan bernama I Gede Ari Artawan,18 tersebut, saat ditemukan di lokasi kejadian dalam keadaan mata melotot.

Dalam mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi DK 1092 UK tersebut juga ditemukan sebuah plastik yang berisi serbuk berwarna putih.

Baca Juga:  Terkuak, Selain Pakai Tangan Kosong, Korban juga Dikepruk Pakai Botol

Pada bagian dalam mobil juga, terdapat dua buah batu. Satu batu berukuran besar, terlihat berisi bercak darah.

Sementara batu lainnya memiliki ukuran sebesar kepalan tangan. “Untuk kepastian penyebab kematian, kita tunggu hasil toksikologi,” tegas dr. Dudut lagi.

Setelah dilakukan otopsi kemarin, jenasah langsung dipulangkan ke rumah duka oleh keluarga. Tepatnya pada pukul 14.20 kemarin dengan menggunakan mobil ambulans PMI Kabupaten Buleleng. 



DENPASAR – Proses otopsi jenazah Gede Ari Artawan yang ditemukan tewas dengan mata melotot di Pantai Penimbangan, Singaraja, akhirnya terkuak.

Dari hasil otopsi yang dilakukan tim forensik RS Sanglah menemukan sejumlah luka, namun bukan dari tindakan kekerasan.

Tim Forensik RS Sanglah menemukan sejumlah luka lecet pada anggota gerak bagian atas dan bawah. “Yang jelas, kami tidak menemukan ada tanda kekerasan,” ujar Kepala Forensik RS Sanglah dr. Dudut Rustyadi.

Untuk penyebab kematian, dr. Dudut belum dapat memastikan, sebab masih menunggu hasil toksikologi untuk membuktikan apakah ada racun pada tubuh korban.

“Kami sudah mengambil bahan untuk uji di laboratorium. Seperti jaringan otak, saluran kencing, hati, empedu dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga:  Putu Sudarma Meninggal karena Dipatuk Ular, Sang Istri Pingsan

Untuk hasilnya, biasanya kata dr. Dudut ini keluar paling lama dua minggu. “Ya kami ingin membuktikan itu (racun).

Apakah sebagai penyebab kematian korban atau tidak. Sehingga kami belum berani memastikan penyebab kematian korban,” ujarnya.

Apakah ada tanda-tanda keracunan? “Jenasah tiba sudah dalam keadaan membusuk. Sehingga tanda-tanda korban keracunan tidak terlihat.

Jika jenasah datang dalam keadaan masih agak segar, saya pikir masih terlihat ciri-cirinya bila memang karena racun,” jawabnya.

Diketahui sebelumnya, jenasah pria yang diketahui belakangan bernama I Gede Ari Artawan,18 tersebut, saat ditemukan di lokasi kejadian dalam keadaan mata melotot.

Dalam mobil Daihatsu Ayla dengan nomor polisi DK 1092 UK tersebut juga ditemukan sebuah plastik yang berisi serbuk berwarna putih.

Baca Juga:  Terkuak, Selain Pakai Tangan Kosong, Korban juga Dikepruk Pakai Botol

Pada bagian dalam mobil juga, terdapat dua buah batu. Satu batu berukuran besar, terlihat berisi bercak darah.

Sementara batu lainnya memiliki ukuran sebesar kepalan tangan. “Untuk kepastian penyebab kematian, kita tunggu hasil toksikologi,” tegas dr. Dudut lagi.

Setelah dilakukan otopsi kemarin, jenasah langsung dipulangkan ke rumah duka oleh keluarga. Tepatnya pada pukul 14.20 kemarin dengan menggunakan mobil ambulans PMI Kabupaten Buleleng. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/