alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Koster Target Jalur Shortcut Singaraja – Denpasar Tuntas Akhir Tahun

KLIR! Koster Target Jalur Shortcut Singaraja – Denpasar Tuntas Akhir Tahun

SUKASADA – Kebutuhan lahan untuk pembangunan jalur shortcut Singaraja-Denpasar, membengkak. Penyebabnya ada pelinggih beji yang terkena jalur trase.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Bali-Jawa Timur terpaksa menggeser trase jalan, agar tak mengenai pelinggih tersebut.

Pelinggih itu berada di zona III. Tepatnya di STA 1.300-1.500. Semula keberadaan pelinggih itu tidak teridentifikasi.

Belakangan saat proses pembangunan baru diketahui ada pelinggih beji yang sangat dibutuhkan untuk ritual masyarakat. Terutama sebelum memasuki musim tanam.

Kondisi ini sendiri sudah diketahui Gubernur Bali Wayan Koster yang melakukan peninjauan di lokasi proyek shortcut.

Gubernur Koster berharap rekanan bisa bekerja semaksimal mungkin, sehingga proyek ini bisa selesai tepat waktu.

Baca Juga:  Gaduh Nyepi 3 Hari, Sekdaprov Sebut Bukan Kewenangan Pemprov Bali

Menurutnya musim kemarau ini harus bisa dioptimalkan oleh kontraktor. “Jadi pas masuk musim hujan bulan November-Desember itu proyek tidak terganggu. Kalau bisa ini harus selesai bulan Desember nanti,” tegas Koster.

Asal tahu saja, jalur shortcut Singaraja-Denpasar nantinya akan memiliki panjang 1.950 meter. Sepanjang 210 meter di antaranya berupa jembatan, dan selebihnya berupa jalan aspal.

Khusus untuk pekerjaan jembatan, kontraktor pelaksana disebut telah tuntas memasang pondasi jembatan. Sedangkan untuk pembuatan jalur, kini kontraktor pelaksana masih fokus menyelesaikan terap setinggi hampir 35 meter.

Terap itu sangat penting, agar tak mudah terjadi longsor saat musim penghujan. Saat ini progress pekerjaan baru mencapai 50,73 persen.



KLIR! Koster Target Jalur Shortcut Singaraja – Denpasar Tuntas Akhir Tahun

SUKASADA – Kebutuhan lahan untuk pembangunan jalur shortcut Singaraja-Denpasar, membengkak. Penyebabnya ada pelinggih beji yang terkena jalur trase.

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Bali-Jawa Timur terpaksa menggeser trase jalan, agar tak mengenai pelinggih tersebut.

Pelinggih itu berada di zona III. Tepatnya di STA 1.300-1.500. Semula keberadaan pelinggih itu tidak teridentifikasi.

Belakangan saat proses pembangunan baru diketahui ada pelinggih beji yang sangat dibutuhkan untuk ritual masyarakat. Terutama sebelum memasuki musim tanam.

Kondisi ini sendiri sudah diketahui Gubernur Bali Wayan Koster yang melakukan peninjauan di lokasi proyek shortcut.

Gubernur Koster berharap rekanan bisa bekerja semaksimal mungkin, sehingga proyek ini bisa selesai tepat waktu.

Baca Juga:  Koster Kampanyekan Jokowi di Acara Polda Bali, Jenderal Petrus “Kesal"

Menurutnya musim kemarau ini harus bisa dioptimalkan oleh kontraktor. “Jadi pas masuk musim hujan bulan November-Desember itu proyek tidak terganggu. Kalau bisa ini harus selesai bulan Desember nanti,” tegas Koster.

Asal tahu saja, jalur shortcut Singaraja-Denpasar nantinya akan memiliki panjang 1.950 meter. Sepanjang 210 meter di antaranya berupa jembatan, dan selebihnya berupa jalan aspal.

Khusus untuk pekerjaan jembatan, kontraktor pelaksana disebut telah tuntas memasang pondasi jembatan. Sedangkan untuk pembuatan jalur, kini kontraktor pelaksana masih fokus menyelesaikan terap setinggi hampir 35 meter.

Terap itu sangat penting, agar tak mudah terjadi longsor saat musim penghujan. Saat ini progress pekerjaan baru mencapai 50,73 persen.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/