alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

Membandel, Buka Usaha Lewat Jam Operasional, Empat Usaha Ditutup

TABANAN – Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan langsung menindak tegas pelaku usaha yang nekat langgar PPKM darurat saat digelar operasi gabungan Sabtu malam (7/8).

 

Tindakan tegas itu berupa melakukan penutupan oleh kepada empat warung yang membuka usaha mereka melewati jam operasional PPKM yang sudah ditentukan.

 

Operasi gabungan berlangsung sekitar Pukul 20.00 WITA melibatkan 38 personel. Dengan menyasar pusat-pusat pertokoan, pasar senggol termasuk pula lokasi café hingga tempat tongkorongan anak muda.

 

Kabag Ren Polres Tabanan, Kompol I Ketut Sujata mengaku operasi bersama unsur Forkompinda yang terdiri dari Polres Tabanan, Kodim 1619 Tabanan, Satpol PP Tabanan, Kejaksaan Negeri Tabanan, dan Satgas Covid-19 Tabanan sebagai kelanjutan patroli gabungan dalam rangka PPKM level 3 dan 4.

Baca Juga:  Seminggu PPKM Darurat di Tabanan, 532 Kendaraan Diputar Balik

 

Hasilnya ditemukan empat usaha yang masih membuka melebihi batas waktu dari ketentuan PPKM level 3 dan 4. Bahkan petugas masih menemukan warga tanpa menggunakan masker.

 

“Empat tempat usaha (warung) langsung kami minta tutup saat itu pula. Kemudian dua pemuda yang tidak menggunakan masker kami hukum dengan push-up,” ungkap Kompol Sujata.

 

Dia mengaku sudah kerap kali memberikan sosialiasasi terkait dengan PPKM Darurat kepada masyarakat, pedagang, pemilik warung dan pelaku usaha. Apalagi aturan soal batas waktu membuka usaha. Akan tetapi pihaknya masih temukan warga dan tempat usaha yang masih membandel.

 

“Karena masih buka, maka saat itu kami minta mereka langsung tutup. Ini tegas kami lakukan demi kesehatan menurunkan kasus Covid-19 di Tabanan. Di mana Tabanan masuk level 4 perpanjangan PPKM,” ujarnya.  

Baca Juga:  Akibat Pandemi, Baru Satu Warga Miskin Klungkung Kerja ke Luar Negeri

 

Sementara itu ditambahkan oleh Asisten I Setda Tabanan AA Ngurah Tenaya menegaskan, patroli gabungan akan terus dilakukan selama penerapan PPKM dari pusat diperpanjang. Tujuanya tiada lain untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tabanan, dan membiasakan masyarakat menimbulkan kerumuman. 

 

“Kami dari Pemerintah Tabanan terus akan bergerak melakukan patroli bersama dengan instansi terkait,” katanya.

 

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat Tabanan tetap mematuhi protocol kesehatan Covid-19 dengan baik. Utamanya protokol kesehatan yang ketat untuk diri sendiri. 

TABANAN – Satgas Covid-19 Kabupaten Tabanan langsung menindak tegas pelaku usaha yang nekat langgar PPKM darurat saat digelar operasi gabungan Sabtu malam (7/8).

 

Tindakan tegas itu berupa melakukan penutupan oleh kepada empat warung yang membuka usaha mereka melewati jam operasional PPKM yang sudah ditentukan.

 

Operasi gabungan berlangsung sekitar Pukul 20.00 WITA melibatkan 38 personel. Dengan menyasar pusat-pusat pertokoan, pasar senggol termasuk pula lokasi café hingga tempat tongkorongan anak muda.

 

Kabag Ren Polres Tabanan, Kompol I Ketut Sujata mengaku operasi bersama unsur Forkompinda yang terdiri dari Polres Tabanan, Kodim 1619 Tabanan, Satpol PP Tabanan, Kejaksaan Negeri Tabanan, dan Satgas Covid-19 Tabanan sebagai kelanjutan patroli gabungan dalam rangka PPKM level 3 dan 4.

Baca Juga:  Badung Butuh Rp27,9 Miliar untuk Kucurkan Bantuan Tunai PPKM

 

Hasilnya ditemukan empat usaha yang masih membuka melebihi batas waktu dari ketentuan PPKM level 3 dan 4. Bahkan petugas masih menemukan warga tanpa menggunakan masker.

 

“Empat tempat usaha (warung) langsung kami minta tutup saat itu pula. Kemudian dua pemuda yang tidak menggunakan masker kami hukum dengan push-up,” ungkap Kompol Sujata.

 

Dia mengaku sudah kerap kali memberikan sosialiasasi terkait dengan PPKM Darurat kepada masyarakat, pedagang, pemilik warung dan pelaku usaha. Apalagi aturan soal batas waktu membuka usaha. Akan tetapi pihaknya masih temukan warga dan tempat usaha yang masih membandel.

 

“Karena masih buka, maka saat itu kami minta mereka langsung tutup. Ini tegas kami lakukan demi kesehatan menurunkan kasus Covid-19 di Tabanan. Di mana Tabanan masuk level 4 perpanjangan PPKM,” ujarnya.  

Baca Juga:  Pengacara Pesantren di Tabanan Sebut Santri Bukan Dianiaya, Tapi Bisul

 

Sementara itu ditambahkan oleh Asisten I Setda Tabanan AA Ngurah Tenaya menegaskan, patroli gabungan akan terus dilakukan selama penerapan PPKM dari pusat diperpanjang. Tujuanya tiada lain untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tabanan, dan membiasakan masyarakat menimbulkan kerumuman. 

 

“Kami dari Pemerintah Tabanan terus akan bergerak melakukan patroli bersama dengan instansi terkait,” katanya.

 

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat Tabanan tetap mematuhi protocol kesehatan Covid-19 dengan baik. Utamanya protokol kesehatan yang ketat untuk diri sendiri. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/