alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pasang Reklame Rokok, Usaha Vape dan Tembakau Linting Kena Sidak

SEMARAPURA – Kabupaten Klungkung kian hari kian dilirik pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Seperti usaha rokok elektrik atau lebih dikenal dengan vape dan tembakau linting yang biasanya ramai di wilayah Denpasar, sejak beberapa bulan terakhir ini mulai bermunculan di Kabupaten Klungkung.

Hanya saja menurut Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Putu Suarta, Minggu (8/8), pelaku usaha vape dan tembakau linting tersebut belum mengetahui adanya Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pengaturan Larangan Reklame Iklan Rokok.

 

Sehingga dalam mempromosikan produk dagangannya, pelaku usaha itu memasang reklame di tempat usahanya.

 

“Ada dua toko vape dan satu toko tembakau linting yang kami temukan memasang spanduk dan plang, Jumat (6/8). Mereka mengaku bukan orang Kabupaten Klungkung sehingga tidak tahu mengenai Perbup tersebut. Dan berjanji akan melepas reklamenya,” katanya.

Baca Juga:  Tidur di Kandang Sapi, Pertapa “Dipaksa” Keluar dari Hutan Negara

Menurut Suarta, pemasangan reklame iklan rokok tidak hanya dilarang dipasang di luar tempat usaha yang bersangkutan, namun juga di dalam toko.

 

Seperti toko menjual tembakau linting di wilayah Kelurahan Semarapura Klod yang kembali didatangi Satpol PP Klungkung lantaran kedapatan memasang reklame iklan rokok di meja tokonya.

 

“Pemilik toko itu mengira hanya reklame yang berada di luar toko saja yang harus di lepas. Sehingga setelah dilakukan sidak sekitar sebulan yang lalu, pemilik toko hanya melepas reklame yang ada di luar toko. Setelah kami jelaskan, reklame yang ada di meja akhirnya juga dilepaskan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai Denpasar mengenai keberadaan tempat usaha vape dan tembakau linting tersebut. Itu dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku UMKM tersebut membuka usahanya sesuai peraturan yang berlaku.

Baca Juga:  Nasib 8 Usulan Warisan Budaya Indonesia dari Klungkung Belum Jelas

 

“Kami juga akan turun kembali untuk memastikan ketaatan mereka. Sekaligus untuk melakukan pembinaan berkaitan dengan keselektifan dalam menerima konsumen. Jangan sampai anak di bawah umur diizinkan untuk membeli produk mereka,” tandasnya.


SEMARAPURA – Kabupaten Klungkung kian hari kian dilirik pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Seperti usaha rokok elektrik atau lebih dikenal dengan vape dan tembakau linting yang biasanya ramai di wilayah Denpasar, sejak beberapa bulan terakhir ini mulai bermunculan di Kabupaten Klungkung.

Hanya saja menurut Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Putu Suarta, Minggu (8/8), pelaku usaha vape dan tembakau linting tersebut belum mengetahui adanya Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pengaturan Larangan Reklame Iklan Rokok.

 

Sehingga dalam mempromosikan produk dagangannya, pelaku usaha itu memasang reklame di tempat usahanya.

 

“Ada dua toko vape dan satu toko tembakau linting yang kami temukan memasang spanduk dan plang, Jumat (6/8). Mereka mengaku bukan orang Kabupaten Klungkung sehingga tidak tahu mengenai Perbup tersebut. Dan berjanji akan melepas reklamenya,” katanya.

Baca Juga:  Rumah Dikelilingi Kelapa, Sutana Sekeluarga Pilih Tidur di Teras

Menurut Suarta, pemasangan reklame iklan rokok tidak hanya dilarang dipasang di luar tempat usaha yang bersangkutan, namun juga di dalam toko.

 

Seperti toko menjual tembakau linting di wilayah Kelurahan Semarapura Klod yang kembali didatangi Satpol PP Klungkung lantaran kedapatan memasang reklame iklan rokok di meja tokonya.

 

“Pemilik toko itu mengira hanya reklame yang berada di luar toko saja yang harus di lepas. Sehingga setelah dilakukan sidak sekitar sebulan yang lalu, pemilik toko hanya melepas reklame yang ada di luar toko. Setelah kami jelaskan, reklame yang ada di meja akhirnya juga dilepaskan,” jelasnya.

 

Lebih lanjut pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai Denpasar mengenai keberadaan tempat usaha vape dan tembakau linting tersebut. Itu dilakukan untuk mengetahui apakah pelaku UMKM tersebut membuka usahanya sesuai peraturan yang berlaku.

Baca Juga:  Minta Kejelasan Kasus, Puluhan Warga Geruduk Kantor Perbekel Tusan

 

“Kami juga akan turun kembali untuk memastikan ketaatan mereka. Sekaligus untuk melakukan pembinaan berkaitan dengan keselektifan dalam menerima konsumen. Jangan sampai anak di bawah umur diizinkan untuk membeli produk mereka,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/