alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Lagi Penyu Mati Terdampar di Pantai Perancak

NEGARA-Penyu mati terdampar kembali terjadi, Minggu (9/9). Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), ini ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. 

Ketua kelompok pelestari penyu (KPP) Kurma Asih, Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, penyu lekang ditemukan warga sekitar pukul 06.00 wita oleh warga, sekitar 100 meter di sebelah selatan kurma KPP Kurma Asih.

 “Saat ditemukan memang sudah kondisi mati dan mulai membusuk,” ungkapnya. Penyu yang mati diketahui sudah dewasa dengan ukuran kerapas 75 dan 72 sentimeter. 

Kondisi flipper depan dan belakang putus.  Diduga, penyu mati karena tersangkut jaring nelayan di tengah laut dan terlepas dari jaring.
Selain di Pantai Perancak, di Pantai Yehembang juga ditemukan penyu hijau dewasa mati oleh warga setempat. 

Kondisinya sudah membusuk dan hancur. Karena itu, penyebab kematian penyu ini masih belum bisa diketahui.

Sebelumnya, Rabu (5/9) lalu, dua ekor penyu lekang dewasa ditemukan terdampar di pantai Perancak dalam kondisi mati. Setelah diperiksa bangkai penyu lekang itu kemudian dikubur.

Terkait banyaknya penyu mati ini, Anom mengharapkan perhatian semua pihak untuk menjaga kelestarian penyu. 

Terutama instansi terkait, lingkungan hidup, BKSDA, BPSPL, Kepolisian dan kelautan bersinergi memberikan perhatian menjaga penyu ini dari ancaman kepunahan. Tercatat sejak awal bulan September, ada empat ekor penyu ditemukan mati terdampar di pesisir pantai.



NEGARA-Penyu mati terdampar kembali terjadi, Minggu (9/9). Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), ini ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. 

Ketua kelompok pelestari penyu (KPP) Kurma Asih, Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya mengatakan, penyu lekang ditemukan warga sekitar pukul 06.00 wita oleh warga, sekitar 100 meter di sebelah selatan kurma KPP Kurma Asih.

 “Saat ditemukan memang sudah kondisi mati dan mulai membusuk,” ungkapnya. Penyu yang mati diketahui sudah dewasa dengan ukuran kerapas 75 dan 72 sentimeter. 

Kondisi flipper depan dan belakang putus.  Diduga, penyu mati karena tersangkut jaring nelayan di tengah laut dan terlepas dari jaring.
Selain di Pantai Perancak, di Pantai Yehembang juga ditemukan penyu hijau dewasa mati oleh warga setempat. 

Kondisinya sudah membusuk dan hancur. Karena itu, penyebab kematian penyu ini masih belum bisa diketahui.

Sebelumnya, Rabu (5/9) lalu, dua ekor penyu lekang dewasa ditemukan terdampar di pantai Perancak dalam kondisi mati. Setelah diperiksa bangkai penyu lekang itu kemudian dikubur.

Terkait banyaknya penyu mati ini, Anom mengharapkan perhatian semua pihak untuk menjaga kelestarian penyu. 

Terutama instansi terkait, lingkungan hidup, BKSDA, BPSPL, Kepolisian dan kelautan bersinergi memberikan perhatian menjaga penyu ini dari ancaman kepunahan. Tercatat sejak awal bulan September, ada empat ekor penyu ditemukan mati terdampar di pesisir pantai.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/