alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Positif Covid-19, Tanpa Penanganan, Nakes di Tabanan Bingung

TABANAN – Jangankan masyarakat umum, tenaga kesehatan (nakes) pun bingung saat tes swab menunjukkan hasil positif Covid-19. Hal itulah yang dialami seorang nakes berinisial NMPSD, 37, setelah menerima hasil pemeriksaan UPTD RSUD Bali Mandara, Selasa (8/9) malam.

Dalam lembaran hasil tes swab yang ditandatangani dokter pemeriksa dr. I Wayan Agus Gede Manik, S,M.Ked.Klin, Sp.MK, NMPSD dinyatakan positif SARS-CoV-2 sejak Senin (7/9).

Tak sendiri, keluarga sang nakes yang terdiri dari 2 orang mertua, suami, seorang anak, dan iparnya (5 orang) juga mengalami gejala Covid-19. Di antaranya batuk, pilek, demam, dan hilang penciuman. Namun, hingga Rabu, (9/9) pukul 15.46 dirinya belum menerima kabar tindak lanjut dari pihak gugus tugas. Keluarganya yang berkontak erat, bahkan menunjukkan gejala Covid-19 tidak segera diswab dan ditangani.

Baca Juga:  Main Serong, Bilang 10 Kali Indehoi dengan PIL, Hati Putu Hancur Lebur

“Kemarin (Selasa) malam saya menerima hasil tes dan sudah melaporkan diri ke pihak Puskesmas Tabanan 1,” kata dia.

Di rumah, NMPSD bersama mertua laki-laki dan perempuan, suami, anak pertamanya, dan ipar 1 orang. Kami tes di RS Nyitdah. Tentu data kami sudah masuk di sana. Namun, belum ada tindak lanjut.

“Setelah hasil swab keluar, saya bingung harus ke mana. Kami sekeluarga merasa tidak diperhatikan. Apakah kami sendiri yang harus keluar dan meminta pertolongan kepada rumah sakit,” keluh nakes ini sembari menegaskan anggota keluarganya yang tidak menunjukkan gejala sakit dititip di tempat lain.

Sebagai seorang nakes yang terinfeksi karena menjalankan tugas, NMPSD meminta perhatian dari Pemerintah Tabanan.

Baca Juga:  Kasus Aktif Positif Covid-19 di Jembrana Hanya Tinggal Belasan

“Respons puskesmas tempat saya bekerja sangat bagus. Mereka memberikan support luar biasa. Kami diperhatikan. Tapi apakah kami harus karantina di rumah atau bagaimana, saya belum mendapatkan kepastian sejauh ini. Untung saya orang medis. Kalau masyarakat biasa saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Kok lamban seperti ini saya tidak paham. Jujur, saya bingung harus bagaimana,” tandas NMPSD sembari meminta wartawan tidak menulis identitasnya.

Yang paling dia pikirkan adalah, kedua mertuanya sudah lanjut usia. Usia sekitar 63 tahun. Merupakan usia rentan jika terjangkit Covid-19.



TABANAN – Jangankan masyarakat umum, tenaga kesehatan (nakes) pun bingung saat tes swab menunjukkan hasil positif Covid-19. Hal itulah yang dialami seorang nakes berinisial NMPSD, 37, setelah menerima hasil pemeriksaan UPTD RSUD Bali Mandara, Selasa (8/9) malam.

Dalam lembaran hasil tes swab yang ditandatangani dokter pemeriksa dr. I Wayan Agus Gede Manik, S,M.Ked.Klin, Sp.MK, NMPSD dinyatakan positif SARS-CoV-2 sejak Senin (7/9).

Tak sendiri, keluarga sang nakes yang terdiri dari 2 orang mertua, suami, seorang anak, dan iparnya (5 orang) juga mengalami gejala Covid-19. Di antaranya batuk, pilek, demam, dan hilang penciuman. Namun, hingga Rabu, (9/9) pukul 15.46 dirinya belum menerima kabar tindak lanjut dari pihak gugus tugas. Keluarganya yang berkontak erat, bahkan menunjukkan gejala Covid-19 tidak segera diswab dan ditangani.

Baca Juga:  Jalan Rusak Berat, Warga di Nusa Penida Sering Kecelakaan Tunggal

“Kemarin (Selasa) malam saya menerima hasil tes dan sudah melaporkan diri ke pihak Puskesmas Tabanan 1,” kata dia.

Di rumah, NMPSD bersama mertua laki-laki dan perempuan, suami, anak pertamanya, dan ipar 1 orang. Kami tes di RS Nyitdah. Tentu data kami sudah masuk di sana. Namun, belum ada tindak lanjut.

“Setelah hasil swab keluar, saya bingung harus ke mana. Kami sekeluarga merasa tidak diperhatikan. Apakah kami sendiri yang harus keluar dan meminta pertolongan kepada rumah sakit,” keluh nakes ini sembari menegaskan anggota keluarganya yang tidak menunjukkan gejala sakit dititip di tempat lain.

Sebagai seorang nakes yang terinfeksi karena menjalankan tugas, NMPSD meminta perhatian dari Pemerintah Tabanan.

Baca Juga:  Vaksin Booster di Bali Tunggu Pemerintah Pusat

“Respons puskesmas tempat saya bekerja sangat bagus. Mereka memberikan support luar biasa. Kami diperhatikan. Tapi apakah kami harus karantina di rumah atau bagaimana, saya belum mendapatkan kepastian sejauh ini. Untung saya orang medis. Kalau masyarakat biasa saya tidak tahu bagaimana kondisinya. Kok lamban seperti ini saya tidak paham. Jujur, saya bingung harus bagaimana,” tandas NMPSD sembari meminta wartawan tidak menulis identitasnya.

Yang paling dia pikirkan adalah, kedua mertuanya sudah lanjut usia. Usia sekitar 63 tahun. Merupakan usia rentan jika terjangkit Covid-19.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/