alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Ratusan Pelamar CPNS Ikuti SKB, Awas, Ada Delapan Orang Reaktif

SINGARAJA – Sebanyak 435 orang pelamar formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buleleng, mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tes itu baru dilaksanakan Selasa kemarin (8/9). Semula SKB diagendakan berlangsung pada Maret 2020. Namun karena pandemi, SKB baru bisa dilaksanakan bulan ini.

Untuk para pelamar di Kabupaten Buleleng, SKB dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Bali.

Ada pula beberapa pelamar dengan domisili di luar Bali, yang melakukan seleksi di Kantor Regional Badan Kepegawaian Nasional (Kanreg BKN) terdekat.

Data di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng menunjukkan, semestinya pada tes hari ini ada 441 orang yang mengikuti seleski.

Ratusan orang itu dibagi ke dalam tiga gelombang tes. Namun pada hari pertama pelaksanaan seleksi, ada 6 orang yang tak hadir. Sehingga mereka otomatis dinyatakan mengundurkan diri.

Baca Juga:  Cemburu Buta, Bawa Pedang, Pemimpin Ormas Diciduk Polisi

Kepala BKPSDM Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan, para peserta SKB harus menyerahkan hasil rapid test pada panitia.

Hasilnya pun harus disampaikan sehari sebelum SKB dilaksanakan. Pada pelaksanaan hari pertama, Wisnawa menyebut ada delapan orang yang hasil rapid test-nya reaktif.

Meski dinyatakan reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes SKB. “Kami sudah siapkan pendamping dari tim medis.

Mereka tetap kok boleh ikut tes. Hanya ruangannya berbeda dengan peserta yang lain. Kalau saya lihat mereka yang rapid-nya reaktif itu secara fisik sehat kok.

Selain itu rapid test ini kan bukan diagnosis klinis. Hanya protokol pencegahan saja,” kata Wisnawa kemarin.

Apakah para peserta dengan hasil rapid reaktif akan dilakukan tes swab? “Selanjutnya sudah kami serahkan pada tim dari Dinas Kesehatan. Sebab mereka kan sebagai pendamping. Upaya selanjutnya tentu mereka yang lebih paham,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wow! Masuk Bali Tanpa Dokumen, 1.6 Ton Daging Babi dan Bebek Diamankan

Di sisi lain Sekkab Buleleng Gede Suyasa juga memantau proses seleksi tersebut. Suyasa mengatakan proses tes sudah berjalan dengan baik.

Protokol kesehatan juga telah dilakukan dengan ketat. Meski ada pasien yang reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes.

Sementara itu, Kepala Kanreg BKN Wilayah X Denpasar Bambang Hari Samasto mengatakan secara teknis SKB kali ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan SKB sebelum masa pandemi.

Hanya saja jumlah peserta yang mengikuti tes dalam satu ruangan, dibatasi. Sehingga waktu pelaksanaan pun menjadi lebih panjang.



SINGARAJA – Sebanyak 435 orang pelamar formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Buleleng, mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Tes itu baru dilaksanakan Selasa kemarin (8/9). Semula SKB diagendakan berlangsung pada Maret 2020. Namun karena pandemi, SKB baru bisa dilaksanakan bulan ini.

Untuk para pelamar di Kabupaten Buleleng, SKB dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Bali.

Ada pula beberapa pelamar dengan domisili di luar Bali, yang melakukan seleksi di Kantor Regional Badan Kepegawaian Nasional (Kanreg BKN) terdekat.

Data di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng menunjukkan, semestinya pada tes hari ini ada 441 orang yang mengikuti seleski.

Ratusan orang itu dibagi ke dalam tiga gelombang tes. Namun pada hari pertama pelaksanaan seleksi, ada 6 orang yang tak hadir. Sehingga mereka otomatis dinyatakan mengundurkan diri.

Baca Juga:  Mesin Jukung Mati Saat Ombak Besar, Selamat Usai Berjam-Jam Terapung

Kepala BKPSDM Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan, para peserta SKB harus menyerahkan hasil rapid test pada panitia.

Hasilnya pun harus disampaikan sehari sebelum SKB dilaksanakan. Pada pelaksanaan hari pertama, Wisnawa menyebut ada delapan orang yang hasil rapid test-nya reaktif.

Meski dinyatakan reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes SKB. “Kami sudah siapkan pendamping dari tim medis.

Mereka tetap kok boleh ikut tes. Hanya ruangannya berbeda dengan peserta yang lain. Kalau saya lihat mereka yang rapid-nya reaktif itu secara fisik sehat kok.

Selain itu rapid test ini kan bukan diagnosis klinis. Hanya protokol pencegahan saja,” kata Wisnawa kemarin.

Apakah para peserta dengan hasil rapid reaktif akan dilakukan tes swab? “Selanjutnya sudah kami serahkan pada tim dari Dinas Kesehatan. Sebab mereka kan sebagai pendamping. Upaya selanjutnya tentu mereka yang lebih paham,” imbuhnya.

Baca Juga:  Disiplin Prokes, Warga Mulai Jarang Terkena Denda, Ini Fakta-faktanya

Di sisi lain Sekkab Buleleng Gede Suyasa juga memantau proses seleksi tersebut. Suyasa mengatakan proses tes sudah berjalan dengan baik.

Protokol kesehatan juga telah dilakukan dengan ketat. Meski ada pasien yang reaktif, mereka tetap diizinkan mengikuti tes.

Sementara itu, Kepala Kanreg BKN Wilayah X Denpasar Bambang Hari Samasto mengatakan secara teknis SKB kali ini tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan SKB sebelum masa pandemi.

Hanya saja jumlah peserta yang mengikuti tes dalam satu ruangan, dibatasi. Sehingga waktu pelaksanaan pun menjadi lebih panjang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/