alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Soal Jual Beli Lahan Pemkab di Tirta Ujung, PU Klaim Sudah Beralih

AMLAPURA- Silang sengkarut jual beli lahan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karangasem pada 2003 lalu hingga saat ini belum menemui kejelasan.

Namun, Dinas PUPR mengklaim bahwa proses jual beli lahan seluas 2 are itu sudah beralih menjadi milik Pemkab Karangasem.

 

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Dia mengaku adanya transaksi jual beli tanah antara Pemkab Karangasem dengan pemilik tanah Tirta Ujung seluas dua are pada tahun 2003 silam.

 

Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah dokumen bukti-bukti transaksi yang dimiliki oleh Pemkab Karangasem dalam hal ini Dinas PUPR Karangasem berkaitan dengan transaksi tersebut.

Baca Juga:  Terungkap, Akhirnya Disperindag Akui Pungut Retribusi ke Pedagang

 

Menurut Sutirtayasa, ada lima dokumen yang dimiliki terkait transaksi jual beli tanah.

Di antaranya, surat perjanjian jual beli tanah tertanggal 21 Agustus 2003, surat pernyataan pemilik tanah, berita acara pembayaran tertanggal 1 Desember 2003, kwitansi pembayaran ganti rugi dan akte pelepasan hak.

“Dokumen ini yang kami pakai dasar selaku Dinas PU dan Dewan Pengawas, bahwa objek tanah tersebut dalam proses awal memang betul ada proses jual beli antara PU dengan pemilik tanah pada tahun 2003,” kata Sutirtayasa.

 

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan adanya akta pelepasan hak yang dilakukan di Camat Karangasem saat itu, menurut pemahamannya secara defakto tanah tersebut sudah beralih.

Baca Juga:  Mulai Muncul Lobi-Lobi, Ini Isyarat Demer Soal Calon Wakil

Jika seandainya proses ini akan berlanjut, tentu akan dilakukan proses pemecahan sertifikat karena hal itulah yang dulu mungkin belum diproses.

“Langkah selanjutnya, jika memang ada printtah dari pimpinan terkait mekanisme aset untuk dilanjutkan, ayo kita sama-sama benahi aset kita,” terangnya.

 

Yang menarik, hingga saat inipihak Pemkab Karangasem tidak mengetahui lokasi pasti tanah seluas 2 are yang dibeli dari total 5 are oleh Pemkab Karangasem untuk digunakan sumber mata air PDAM Tirta Tohlangkir.

Selain itu juga, tanah tersebut hingga saat ini sertifikatnya masih atas nama pemilik lama. 

- Advertisement -

- Advertisement -

AMLAPURA- Silang sengkarut jual beli lahan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karangasem pada 2003 lalu hingga saat ini belum menemui kejelasan.

Namun, Dinas PUPR mengklaim bahwa proses jual beli lahan seluas 2 are itu sudah beralih menjadi milik Pemkab Karangasem.

 


Hal itu diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Dia mengaku adanya transaksi jual beli tanah antara Pemkab Karangasem dengan pemilik tanah Tirta Ujung seluas dua are pada tahun 2003 silam.

 

Hal ini dibuktikan dengan adanya sejumlah dokumen bukti-bukti transaksi yang dimiliki oleh Pemkab Karangasem dalam hal ini Dinas PUPR Karangasem berkaitan dengan transaksi tersebut.

Baca Juga:  Krama Tuding Wayan Bagiarta Mengesahkan Diri Sendiri sebagai Bendesa

 

Menurut Sutirtayasa, ada lima dokumen yang dimiliki terkait transaksi jual beli tanah.

Di antaranya, surat perjanjian jual beli tanah tertanggal 21 Agustus 2003, surat pernyataan pemilik tanah, berita acara pembayaran tertanggal 1 Desember 2003, kwitansi pembayaran ganti rugi dan akte pelepasan hak.

“Dokumen ini yang kami pakai dasar selaku Dinas PU dan Dewan Pengawas, bahwa objek tanah tersebut dalam proses awal memang betul ada proses jual beli antara PU dengan pemilik tanah pada tahun 2003,” kata Sutirtayasa.

 

Lebih lanjut dia mengungkapkan, dengan adanya akta pelepasan hak yang dilakukan di Camat Karangasem saat itu, menurut pemahamannya secara defakto tanah tersebut sudah beralih.

Baca Juga:  Bendesa Susupi Ajaran Non Dresta Bali, Krama Geruduk MDA & DPRD

Jika seandainya proses ini akan berlanjut, tentu akan dilakukan proses pemecahan sertifikat karena hal itulah yang dulu mungkin belum diproses.

“Langkah selanjutnya, jika memang ada printtah dari pimpinan terkait mekanisme aset untuk dilanjutkan, ayo kita sama-sama benahi aset kita,” terangnya.

 

Yang menarik, hingga saat inipihak Pemkab Karangasem tidak mengetahui lokasi pasti tanah seluas 2 are yang dibeli dari total 5 are oleh Pemkab Karangasem untuk digunakan sumber mata air PDAM Tirta Tohlangkir.

Selain itu juga, tanah tersebut hingga saat ini sertifikatnya masih atas nama pemilik lama. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/