alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Ditemukan 20 Tahun Lalu, Tapi Tak Pernah Dilaporkan ke Balai Arkeologi

SINGARAJA – Balai Arkeologi (Balar) Denpasar dibuat terkejut dengan munculnya temuan sarkofagus di Balai Banjar Dinas Kanginan, Desa Sawan, Kecamatan Sawan.

Sarkofagus itu disebut telah ditemukan sekitar 20 tahun lalu. Namun baru disampaikan pada Balar Denpasar, tak lama setelah temuan terowongan kuna di proyek Bendungan Tamblang.

Hasil pengecekan Balar Denpasar, sarkofagus yang ditemukan itu hanya berupa fragmen. Yakni potongan-potongan dari sarkofagus. Tidak ditemukan sarkofagus utuh di sana. Seluruhnya ditemukan tanpa tutup.

Salah seorang warga setempat menyebut, sarkofagus pertama ditemukan oleh mendiang Gede Segara, petani penggarap lahan di areal lahan milik Putu Sengara.

Saat itu mendiang Segara membuat lubang untuk tanaman pisang. Saat mencangkul, ternyata terhalang bebatuan. Setelah dibersihkan, ternyata batu itu berbentuk sarkofagus.

“Penyakap (petani penggarap, Red) yang menemukan sudah meninggal. Kalau yang punya lahan, tinggalnya di Singaraja,” cerita warga yang mengaku bernama Gus Dek.

Sementara dua sarkofagus lainnya ditemukan pada lahan milik Made Suwita. Lokasinya berada di sebelah utara lahan milik Putu Sengara.

Di sana ditemukan dua buah sarkofagus. Hanya saja sarkofagus itu berukuran lebih kecil. Panjangnya sekitar 1 meter. Hanya ditemukan separo bagian saja, tanpa tutup.

Kepala Balar Denpasar I Gusti Made Suarbhawa mengungkapkan, dari hasil identifikasi tim, sarkofagus pertama memiliki panjang 167 cm, dengan lebar 93 cm, dan ketebalan 20 cm.

Sarkofagus itu diletakkan pada bangunan khusus yang dibuat oleh pemilik lahan. Sementara dua sarkofagus lainnya, dibiarkan terletak di halaman.

Suarbhawa mengaku terkejut dengan temuan sarkofagus itu. Sebab selama ini pihaknya tak perah menerima laporan terkait keberadaan benda purbakala. Padahal benda itu sudah ditemukan sejak 20 tahun lalu.



SINGARAJA – Balai Arkeologi (Balar) Denpasar dibuat terkejut dengan munculnya temuan sarkofagus di Balai Banjar Dinas Kanginan, Desa Sawan, Kecamatan Sawan.

Sarkofagus itu disebut telah ditemukan sekitar 20 tahun lalu. Namun baru disampaikan pada Balar Denpasar, tak lama setelah temuan terowongan kuna di proyek Bendungan Tamblang.

Hasil pengecekan Balar Denpasar, sarkofagus yang ditemukan itu hanya berupa fragmen. Yakni potongan-potongan dari sarkofagus. Tidak ditemukan sarkofagus utuh di sana. Seluruhnya ditemukan tanpa tutup.

Salah seorang warga setempat menyebut, sarkofagus pertama ditemukan oleh mendiang Gede Segara, petani penggarap lahan di areal lahan milik Putu Sengara.

Saat itu mendiang Segara membuat lubang untuk tanaman pisang. Saat mencangkul, ternyata terhalang bebatuan. Setelah dibersihkan, ternyata batu itu berbentuk sarkofagus.

“Penyakap (petani penggarap, Red) yang menemukan sudah meninggal. Kalau yang punya lahan, tinggalnya di Singaraja,” cerita warga yang mengaku bernama Gus Dek.

Sementara dua sarkofagus lainnya ditemukan pada lahan milik Made Suwita. Lokasinya berada di sebelah utara lahan milik Putu Sengara.

Di sana ditemukan dua buah sarkofagus. Hanya saja sarkofagus itu berukuran lebih kecil. Panjangnya sekitar 1 meter. Hanya ditemukan separo bagian saja, tanpa tutup.

Kepala Balar Denpasar I Gusti Made Suarbhawa mengungkapkan, dari hasil identifikasi tim, sarkofagus pertama memiliki panjang 167 cm, dengan lebar 93 cm, dan ketebalan 20 cm.

Sarkofagus itu diletakkan pada bangunan khusus yang dibuat oleh pemilik lahan. Sementara dua sarkofagus lainnya, dibiarkan terletak di halaman.

Suarbhawa mengaku terkejut dengan temuan sarkofagus itu. Sebab selama ini pihaknya tak perah menerima laporan terkait keberadaan benda purbakala. Padahal benda itu sudah ditemukan sejak 20 tahun lalu.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/