alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Diterjang Angin Puting Beliung, Empat Rumah di Buleleng Rusak

SINGARAJA– Musibah angin puting beliung menerjang Buleleng, Rabu (9/12). Akibat diterjang puting beliuang, 4 (empat) rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain itu sejumlah pohon juga bertumbangan.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun harus ekstra keras melakukan penanganan bencana.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, musibah angin ngelinus sebenarnya sudah terjadi sejak Selasa (8/12) lalu. Saat itu angin kencang menyapu rumah warga yang ada di Banjar Dinas Palasari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

Dampaknya rumah milik Kadek Darma, 35, warga setempat rusak parah. Karena atapnya hilang diterbangkan angin. Darma terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang masih tinggal di Desa Pemuteran.

Perbekel Pemuteran I Nyoman Arnawa mengatakan, musibah angin ngelinus itu terjadi pada pukul 14.00, Selasa lalu. Ketika itu cuaca mendung menggelayut di sisi utara desa. Pada siang hari mendadak angin kencang bertiup.

“Atap rumah warga kami langsung diterbangkan angin. Di sekitar sana memang ada beberapa rumah. Tapi hanya satu ini saja yang dampaknya cukup parah. Itu pun tumben angin kencang sekali. Hanya kemarin (Selasa, Red) saja ada angin. Hari ini tidak ada,” kata Arnawa.

Terhadap kejadian tersebut, ia menyebut kerugian yang dialami warga cukup banyak. Mencapai Rp 20 juta.

“Tadi dari Dinas Sosial juga sudah datang ke lokasi, memberikan bantuan sembako pada warga kami. Mudah-mudahan bisa meringankan beban,” imbuhnya.

Selain di Pemuteran, musibah serupa juga terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan. Angin ngelinus berhembus di kawasan tersebut pada pukul 10.00 Wita.

Dampaknya ada enam unit rumah yang mengalami kerusakan. Masing-masing Kadek Budiasa, Ketut Supata, Nyoman Sape, Ketut Merta, Made Suparta, dan Gede Arsana. Perbekel Kubutambahan Gede Pariadnyana mengatakan kerusakan yang terjadi hanya kerusakan ringan.

“Kerusakannya ringan. Rumahnya masih bisa dihuni. Memang di kawasan itu rawan terjadi bencana puting beliung. Warga di sana memang sudah tahu risikonya seperti apa,” ujar Pariadnyana.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, angin kencang yang terjadi sejak Selasa (8/12) lalu memicu sejumlah bencana alam lain. Yakni pohon tumbang.

Kemarin saja BPBD Buleleng mencatat ada 4 titik musibah pohon tumbang. Masing-masing di Jalan Raya Singaraja-Denpasar tepatnya di wilayah Desa Gitgit, Jalan Raya Singaraja-Seririt tepatnya di wilayah Desa Temukus, Desa Sangsit, dan Desa Kalibukbuk.

“Untuk yang di Gitgit sudah ditangani relawan desa tangguh bencana di sana. Kami fokus melakukan penanganan di Temukus, karena memang ukurannya besar. Secara bertahap kami akan selesaikan. Karena memang hari ini bencana pohon tumbang yang terjadi cukup banyak,” kata Suadnyana.

Sementara terkait rumah-rumah yang rusak akibat angin puting beliung, Suadnyana mengatakan pihaknya sudah melakukan assessment kerusakan. Nantinya BPBD Buleleng akan melaporkannya pada BPBD Bali, sehingga korban bencana dapat menerima dana insentif perbaikan rumah.

Data warga terdampak bencana juga telah disampaikan pada Dinas Sosial Buleleng, agar mereka mendapat bantuan sembako. 



SINGARAJA– Musibah angin puting beliung menerjang Buleleng, Rabu (9/12). Akibat diterjang puting beliuang, 4 (empat) rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

Selain itu sejumlah pohon juga bertumbangan.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun harus ekstra keras melakukan penanganan bencana.

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, musibah angin ngelinus sebenarnya sudah terjadi sejak Selasa (8/12) lalu. Saat itu angin kencang menyapu rumah warga yang ada di Banjar Dinas Palasari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

Dampaknya rumah milik Kadek Darma, 35, warga setempat rusak parah. Karena atapnya hilang diterbangkan angin. Darma terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya yang masih tinggal di Desa Pemuteran.

Perbekel Pemuteran I Nyoman Arnawa mengatakan, musibah angin ngelinus itu terjadi pada pukul 14.00, Selasa lalu. Ketika itu cuaca mendung menggelayut di sisi utara desa. Pada siang hari mendadak angin kencang bertiup.

“Atap rumah warga kami langsung diterbangkan angin. Di sekitar sana memang ada beberapa rumah. Tapi hanya satu ini saja yang dampaknya cukup parah. Itu pun tumben angin kencang sekali. Hanya kemarin (Selasa, Red) saja ada angin. Hari ini tidak ada,” kata Arnawa.

Terhadap kejadian tersebut, ia menyebut kerugian yang dialami warga cukup banyak. Mencapai Rp 20 juta.

“Tadi dari Dinas Sosial juga sudah datang ke lokasi, memberikan bantuan sembako pada warga kami. Mudah-mudahan bisa meringankan beban,” imbuhnya.

Selain di Pemuteran, musibah serupa juga terjadi di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan. Angin ngelinus berhembus di kawasan tersebut pada pukul 10.00 Wita.

Dampaknya ada enam unit rumah yang mengalami kerusakan. Masing-masing Kadek Budiasa, Ketut Supata, Nyoman Sape, Ketut Merta, Made Suparta, dan Gede Arsana. Perbekel Kubutambahan Gede Pariadnyana mengatakan kerusakan yang terjadi hanya kerusakan ringan.

“Kerusakannya ringan. Rumahnya masih bisa dihuni. Memang di kawasan itu rawan terjadi bencana puting beliung. Warga di sana memang sudah tahu risikonya seperti apa,” ujar Pariadnyana.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, angin kencang yang terjadi sejak Selasa (8/12) lalu memicu sejumlah bencana alam lain. Yakni pohon tumbang.

Kemarin saja BPBD Buleleng mencatat ada 4 titik musibah pohon tumbang. Masing-masing di Jalan Raya Singaraja-Denpasar tepatnya di wilayah Desa Gitgit, Jalan Raya Singaraja-Seririt tepatnya di wilayah Desa Temukus, Desa Sangsit, dan Desa Kalibukbuk.

“Untuk yang di Gitgit sudah ditangani relawan desa tangguh bencana di sana. Kami fokus melakukan penanganan di Temukus, karena memang ukurannya besar. Secara bertahap kami akan selesaikan. Karena memang hari ini bencana pohon tumbang yang terjadi cukup banyak,” kata Suadnyana.

Sementara terkait rumah-rumah yang rusak akibat angin puting beliung, Suadnyana mengatakan pihaknya sudah melakukan assessment kerusakan. Nantinya BPBD Buleleng akan melaporkannya pada BPBD Bali, sehingga korban bencana dapat menerima dana insentif perbaikan rumah.

Data warga terdampak bencana juga telah disampaikan pada Dinas Sosial Buleleng, agar mereka mendapat bantuan sembako. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/