alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Kabar Baik, Kasus DBD Sepanjang Tahun 2021 Menurun Drastis

DENPASAR –  Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali pada tahun 2021 menurun drastis dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 12.082 kasus dan yang meninggal 23 orang. Sedangkan Tahun 2021 berjumlah 2.414 kasus dan yang meninggal 4 orang.

 

Dalam bentuk persentase, penurunan kasus mencapai 80 persen. Sedangkan jumlah kematian mengalami penurunan sebesar 82 persen.

Kasus mengalami kenaikan pada bulan November dan Desember 2021 yang sebelumnya pada Oktober jumlah kasus 77, kemudian meningkat di bulan ke 11 dengan jumlah 206 dan bulan ke 12 berjumlah  151.   

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan yang menjadi faktor kasus DBD masih ada adalah faktor lingkungan dan hidup bersih. 

Baca Juga:  Didik Anak-anak Pengungsi di Aula, Ini Respons Para Guru...

 

“Faktor lingkungan dan perilaku hidup bersih,” jelasnya kemarin (9/1). 

 

Meski kasus DBD pada tahun 2021 menurun drastis, Suarjaya menyatakan tetap harus diwaspadai. Kasus dan yang meninggal dunia di tahun 2021 mengindikasikan DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

 

Kata dia, masyarakat mesti berhati-hati di saat musim hujan ini. Pemerintah harus terus lakukan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah mulai dari lingkungan lingkungan rumah sendiri dengan 3M yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat tempat air, dan mengubur barang bekas.

 

“Menguras dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es,” kata dia.

Baca Juga:  Razia Akhir Pekan, Pol PP Temukan Puluhan Duktang Tanpa Identitas

 

Berikutnya, menutup tempat penampungan air, langkah ini dilakukan dengan menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, talang air, dan lain sejenisnya.  Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdara.

 

“Dengan langkah  tersebut dapat menekan berkembang biaknya nyamuk  Aedes Aegypti,” harapnya.


DENPASAR –  Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Bali pada tahun 2021 menurun drastis dibandingkan tahun 2020. Tahun 2020 sebanyak 12.082 kasus dan yang meninggal 23 orang. Sedangkan Tahun 2021 berjumlah 2.414 kasus dan yang meninggal 4 orang.

 

Dalam bentuk persentase, penurunan kasus mencapai 80 persen. Sedangkan jumlah kematian mengalami penurunan sebesar 82 persen.

Kasus mengalami kenaikan pada bulan November dan Desember 2021 yang sebelumnya pada Oktober jumlah kasus 77, kemudian meningkat di bulan ke 11 dengan jumlah 206 dan bulan ke 12 berjumlah  151.   

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan yang menjadi faktor kasus DBD masih ada adalah faktor lingkungan dan hidup bersih. 

Baca Juga:  10 Tahun, Pertumbuhan Penduduk Buleleng Tumbuh 1,02 Persen

 

“Faktor lingkungan dan perilaku hidup bersih,” jelasnya kemarin (9/1). 

 

Meski kasus DBD pada tahun 2021 menurun drastis, Suarjaya menyatakan tetap harus diwaspadai. Kasus dan yang meninggal dunia di tahun 2021 mengindikasikan DBD masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

 

Kata dia, masyarakat mesti berhati-hati di saat musim hujan ini. Pemerintah harus terus lakukan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya demam berdarah mulai dari lingkungan lingkungan rumah sendiri dengan 3M yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat tempat air, dan mengubur barang bekas.

 

“Menguras dilakukan dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es,” kata dia.

Baca Juga:  Mayat yang Ditemukan di Sungai Ternyata Arsitek Bernama Nyoman Mastra

 

Berikutnya, menutup tempat penampungan air, langkah ini dilakukan dengan menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, talang air, dan lain sejenisnya.  Mengubur atau memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdara.

 

“Dengan langkah  tersebut dapat menekan berkembang biaknya nyamuk  Aedes Aegypti,” harapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/