alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Layanan TV Analog di Buleleng, Kaji Opsi Pembangunan Menara Bersama

SINGARAJA – Pemerintah tengah mengkaji opsi pembangunan menara bersama di Kabupaten Buleleng.

Penyediaan fasilitas menara bersama itu, diharapkan bisa menangani masalah blank spot, terutama dalam layanan siarana televisi analog.

Selama ini wilayah Buleleng memang cukup kesulitan mengakses layanan televisi. Warga harus menggunakan layanan televisi berbayar. Baik itu yang menggunakan layanan parabola atau digital.

Sebenarnya siaran melalui layanan analog via antena biasa, juga bisa diakses. Namun jumlah siarannya sangat terbatas.

Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus sering-sering memutar tiang antena, demi mendapatkan gambar yang jernih.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng Ketut Suweca mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian terkait kondisi blank spot tersebut.

Baca Juga:  Dibiarkan Rusak Sejak 2017, Jalan Sulahan Akhirnya Putus Total

Rencananya pemerintah akan membangun tower bersama di Banjar Dinas Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.

“Sudah dikaji dan dicek. Lokasi yang paling ideal sementara ini hanya di wilayah itu. Kami di kabupaten bersama di Dinas Kominfo provinsi, terus melakukan upaya agar siaran analog bisa segera diakses di Buleleng,” kata Suweca.

Rencananya dalam waktu dekat ini Pemkab Buleleng akan mengajukan izin pada Kementerian Kominfo untuk izin wilayah siaran.

Setelah mendapat izin, baru pemerintah melanjutkan proses pembangunan. Baik itu melakukan pembebasan lahan, pembangunan menara, maupun pembangunan sarana pendukung.

Lebih lanjut Suweca mengatakan, untuk pembangunan menara bersama itu, pemerintah membutuhakn lahan sekitar 20 are.

Baca Juga:  Bruaaaak! Pohon Tumbang Timpa Pura

Lahan itu digunakan untuk pembangunan menara, serta penyediaan bangunan dan sarana pendukung menara.

“Untuk siaran televisi, mereka kan harus disediakan gedung untuk meletakkan alat-alat siaran mereka. Makanya perlu bangunan

pendukung dan lahan yang cukup. Karena kami proyeksikan semua televisi akan meletakkan transmisi mereka di menara itu,” imbuh Suweca.

Untuk memuluskan rencana tersebut, pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar.

Anggaran itu meliputi penyusunan detail engineering design, pengadaan lahan, hingga pembangunan menara. Seluruh anggaran itu akan bersumber dari Pemprov Bali. 



SINGARAJA – Pemerintah tengah mengkaji opsi pembangunan menara bersama di Kabupaten Buleleng.

Penyediaan fasilitas menara bersama itu, diharapkan bisa menangani masalah blank spot, terutama dalam layanan siarana televisi analog.

Selama ini wilayah Buleleng memang cukup kesulitan mengakses layanan televisi. Warga harus menggunakan layanan televisi berbayar. Baik itu yang menggunakan layanan parabola atau digital.

Sebenarnya siaran melalui layanan analog via antena biasa, juga bisa diakses. Namun jumlah siarannya sangat terbatas.

Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus sering-sering memutar tiang antena, demi mendapatkan gambar yang jernih.

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng Ketut Suweca mengatakan, pemerintah telah melakukan kajian terkait kondisi blank spot tersebut.

Baca Juga:  Diterima Kemenag, LDII Tabanan Diminta Terus Merawat Toleransi

Rencananya pemerintah akan membangun tower bersama di Banjar Dinas Amerta Sari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada.

“Sudah dikaji dan dicek. Lokasi yang paling ideal sementara ini hanya di wilayah itu. Kami di kabupaten bersama di Dinas Kominfo provinsi, terus melakukan upaya agar siaran analog bisa segera diakses di Buleleng,” kata Suweca.

Rencananya dalam waktu dekat ini Pemkab Buleleng akan mengajukan izin pada Kementerian Kominfo untuk izin wilayah siaran.

Setelah mendapat izin, baru pemerintah melanjutkan proses pembangunan. Baik itu melakukan pembebasan lahan, pembangunan menara, maupun pembangunan sarana pendukung.

Lebih lanjut Suweca mengatakan, untuk pembangunan menara bersama itu, pemerintah membutuhakn lahan sekitar 20 are.

Baca Juga:  Bruaaaak! Pohon Tumbang Timpa Pura

Lahan itu digunakan untuk pembangunan menara, serta penyediaan bangunan dan sarana pendukung menara.

“Untuk siaran televisi, mereka kan harus disediakan gedung untuk meletakkan alat-alat siaran mereka. Makanya perlu bangunan

pendukung dan lahan yang cukup. Karena kami proyeksikan semua televisi akan meletakkan transmisi mereka di menara itu,” imbuh Suweca.

Untuk memuluskan rencana tersebut, pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10,2 miliar.

Anggaran itu meliputi penyusunan detail engineering design, pengadaan lahan, hingga pembangunan menara. Seluruh anggaran itu akan bersumber dari Pemprov Bali. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/