alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Konflik Memanas, Desa Adat Minta Kantor Perbekel Bukti Dipindah

KUBUTAMBAHAN – Konflik antara Desa Adat Yeh Sanih dengan Perbekel Bukti Gede Wardana di Kabupaten Buleleng, Bali, kian memanas. Yang terbaru, Desa Adat Yeh Sanih mendesak agar Perbekel Bukti Gede Wardana mengosongkan gedung Kantor Perbekel Bukti atau pindah kantor perbekel.

 

Desa adat akan mengambil alih aset tersebut. Mengingat gedung itu berdiri di atas lahan milik Desa Adat Sanih.

 

Bendesa Adat Yeh Sanih Jro Made Sukresna pun telah menyurati Perbekel Bukti. Dalam surat itu, desa adat meminta agar pihak desa mengosongkan gedung tersebut paling lambat Minggu (13/2) mendatang. Sebab pada Senin (14/2) pekan depan, gedung sudah diambil alih oleh desa adat.

 

Saat ditemui, Jro Sukresna mengaku telah menyurati perbekel. Surat itu juga disampaikan pada Bupati Buleleng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Camat Kubutambahan, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bukti.

 

“Kami minta agar aktivitas diakhiri,” kata pria yang akrab disapa Jro Cilik itu Kamis (10/2).

Baca Juga:  Ngebut Tanpa Helm, Senggol Spion Truk, Pemotor Gegar Otak

 

Menurutnya pihak desa adat merasa kecewa. Sebab Perbekel Bukti Gede Wardana dinilai tidak mendukung upaya desa adat.

 

Dia mengatakan, saat ini Desa Adat Yeh Sanih tengah berusaha mengajukan hak kepemilikan atas tanah negara yang dulunya digunakan sebagai eks Hotel Puri Sanih. Namun ada pihak lain yang juga berusaha mengklaim lahan tersebut.

 

Jro Cilik menuding Perbekel Wardana mendukung pihak lain. Dengan cara menandatangani sporadik permohonan HGB yang diajukan pihak lain.

 

Padahal pada 2018 lalu, perbekel telah menandatangani persetujuan dukungan peralihan tanah negara menjadi tanah pelaba Desa Adat Yeh Sanih.

 

Desa adat pun kecewa. Sehingga pihaknya menarik dukungan terhadap perbekel. Termasuk menarik aset yang selama ini digunakan sebagai kantor perbekel.

 

“Perbekel Bukti sudah mendukung pemohon lain. Karena kekuatan yang kami miliki adalah aset yang di atasnya ada kantor perbekel, kami tarik aset itu sekarang. Menurut kami dan krama, ketimbang perbekel tidak membela rakyatnya, lebih baik nggak punya perbekel,” kata Jro Cilik.

Baca Juga:  BPJS Targetkan Program UHC Tuntas 100 Persen Tahun Ini

 

Ia mengklaim memiliki landasan hukum yang kuat untuk menarik aset tersebut. Ia pun mengingatkan agar perbekel tetap melayani warga dari Dusun Sanih dalam hal layanan administrasi kependudukan dan pemerintahan.

 

“Kalau tidak dilayani, kami akan berjalan di atas hukum,” tegasnya.

 

Sekadar diketahui, lahan seluas 55 are di sisi timur Kolam Pemandian Sanih kini dalam kondisi terlantar. Tanah itu terlantar, setelah Sertifikat HGB eks hotel Puri Sanih habis pada 2005 lalu.

 

Pada 2016, Desa Adat Yeh Sanih mengajukan permohonan konversi lahan dari tanah negara menjadi tanah pelaba desa adat.

 

Belakangan, pemegang HGB lama mengajukan perpanjangan HGB pada Kantor Pertanahan Buleleng. Sehingga kini lahan tersebut berada dalam status quo.



KUBUTAMBAHAN – Konflik antara Desa Adat Yeh Sanih dengan Perbekel Bukti Gede Wardana di Kabupaten Buleleng, Bali, kian memanas. Yang terbaru, Desa Adat Yeh Sanih mendesak agar Perbekel Bukti Gede Wardana mengosongkan gedung Kantor Perbekel Bukti atau pindah kantor perbekel.

 

Desa adat akan mengambil alih aset tersebut. Mengingat gedung itu berdiri di atas lahan milik Desa Adat Sanih.

 

Bendesa Adat Yeh Sanih Jro Made Sukresna pun telah menyurati Perbekel Bukti. Dalam surat itu, desa adat meminta agar pihak desa mengosongkan gedung tersebut paling lambat Minggu (13/2) mendatang. Sebab pada Senin (14/2) pekan depan, gedung sudah diambil alih oleh desa adat.

 

Saat ditemui, Jro Sukresna mengaku telah menyurati perbekel. Surat itu juga disampaikan pada Bupati Buleleng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Camat Kubutambahan, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bukti.

 

“Kami minta agar aktivitas diakhiri,” kata pria yang akrab disapa Jro Cilik itu Kamis (10/2).

Baca Juga:  Rebutan Eks Hotel Puri Sanih, Bendesa Adat Sanih Digugat ke Pengadilan

 

Menurutnya pihak desa adat merasa kecewa. Sebab Perbekel Bukti Gede Wardana dinilai tidak mendukung upaya desa adat.

 

Dia mengatakan, saat ini Desa Adat Yeh Sanih tengah berusaha mengajukan hak kepemilikan atas tanah negara yang dulunya digunakan sebagai eks Hotel Puri Sanih. Namun ada pihak lain yang juga berusaha mengklaim lahan tersebut.

 

Jro Cilik menuding Perbekel Wardana mendukung pihak lain. Dengan cara menandatangani sporadik permohonan HGB yang diajukan pihak lain.

 

Padahal pada 2018 lalu, perbekel telah menandatangani persetujuan dukungan peralihan tanah negara menjadi tanah pelaba Desa Adat Yeh Sanih.

 

Desa adat pun kecewa. Sehingga pihaknya menarik dukungan terhadap perbekel. Termasuk menarik aset yang selama ini digunakan sebagai kantor perbekel.

 

“Perbekel Bukti sudah mendukung pemohon lain. Karena kekuatan yang kami miliki adalah aset yang di atasnya ada kantor perbekel, kami tarik aset itu sekarang. Menurut kami dan krama, ketimbang perbekel tidak membela rakyatnya, lebih baik nggak punya perbekel,” kata Jro Cilik.

Baca Juga:  Angkut Turis Domestik, Boat Tenggelam di Perairan Broken Beach

 

Ia mengklaim memiliki landasan hukum yang kuat untuk menarik aset tersebut. Ia pun mengingatkan agar perbekel tetap melayani warga dari Dusun Sanih dalam hal layanan administrasi kependudukan dan pemerintahan.

 

“Kalau tidak dilayani, kami akan berjalan di atas hukum,” tegasnya.

 

Sekadar diketahui, lahan seluas 55 are di sisi timur Kolam Pemandian Sanih kini dalam kondisi terlantar. Tanah itu terlantar, setelah Sertifikat HGB eks hotel Puri Sanih habis pada 2005 lalu.

 

Pada 2016, Desa Adat Yeh Sanih mengajukan permohonan konversi lahan dari tanah negara menjadi tanah pelaba desa adat.

 

Belakangan, pemegang HGB lama mengajukan perpanjangan HGB pada Kantor Pertanahan Buleleng. Sehingga kini lahan tersebut berada dalam status quo.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/