alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Tingkat Kematian Omicron Lebih Rendah, Masyarakat Diminta Tak Panik

SINGARAJA– Tim medis menghimbau masyarakat tidak perlu panik menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

Tim medis memandang tingkat fatalitas atau kematian akibat Covid-19 pada gelombang ketiga, jauh lebih rendah.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. saat dihubungi Rabu kemarin (9/2).

Menurut Arya, mengamati tren yang terjadi tingkat fatalitas kasus jauh menurun. Terutama bila dibandingkan saat gelombang dua terjadi pada bulan Juli-September tahun lalu.

“Kalau dibandingkan dengan delta, tingkat fatalitasnya kecil. Tidak banyak yang mengalami gejala berat apalagi sampai kritis. Kalau toh ada yang meninggal, itu memang dipicu komorbid (penyakit bawaan, Red) yang banyak. Kalau lainnya, relatif aman,” kata Arya Nugraha.

Baca Juga:  Napi Rutan Gianyar Tidur Berdesakan karena Over Kapasitas

Bila melihat tren, saat ini sebagian besar kasus terkonfirmasi positif covid-19 hanya menunjukkan gejala ringan serta orang yang tidak bergejala.

Sementara di rumah sakit, yang menjalani perawatan sebagian besar menunjukkan gejala sedang.

Dampaknya tingkat hunian di rumah sakit, cenderung aman. Sementara hunian di fasilitas isolasi terpusat (isoter) cenderung meningkat dari hari ke hari.

“Saat gelombang kedua kan beda. Saat itu yang masuk kebanyakan gejala berat bahkan kritis, sehingga tingkat hunian rumah sakit terus di atas 90 persen. Kalau sekarang sudah jauh lebih ringan,” katanya.

Ia menduga hal itu berkaitan erat dengan vaksinasi covid-19 yang telah dijalankan sejak tahun lalu. Arya pun meminta agar masyarakat tidak panik. Sebab tingkat fatalitas kasus cenderung lebih rendah. Terutama bila dibandingkan dengan gelombang kedua.

Baca Juga:  Vaksinasi di Bali Masih 10 Ribu Per Hari, Akan Dinaikkan Jadi 30 Ribu

“Kalau memang terkonfirmasi positif, dan gejala ringan, tidak perlu panik. Cukup karantina di isoter saja. Setelah masa karantinanya selesai, bisa aktivitas kembali,” tukas Arya.



SINGARAJA– Tim medis menghimbau masyarakat tidak perlu panik menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

Tim medis memandang tingkat fatalitas atau kematian akibat Covid-19 pada gelombang ketiga, jauh lebih rendah.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. saat dihubungi Rabu kemarin (9/2).

Menurut Arya, mengamati tren yang terjadi tingkat fatalitas kasus jauh menurun. Terutama bila dibandingkan saat gelombang dua terjadi pada bulan Juli-September tahun lalu.

“Kalau dibandingkan dengan delta, tingkat fatalitasnya kecil. Tidak banyak yang mengalami gejala berat apalagi sampai kritis. Kalau toh ada yang meninggal, itu memang dipicu komorbid (penyakit bawaan, Red) yang banyak. Kalau lainnya, relatif aman,” kata Arya Nugraha.

Baca Juga:  Pasien Positif asal Denpasar Pulang ke Jembrana, GTPP Langsung Tracing

Bila melihat tren, saat ini sebagian besar kasus terkonfirmasi positif covid-19 hanya menunjukkan gejala ringan serta orang yang tidak bergejala.

Sementara di rumah sakit, yang menjalani perawatan sebagian besar menunjukkan gejala sedang.

Dampaknya tingkat hunian di rumah sakit, cenderung aman. Sementara hunian di fasilitas isolasi terpusat (isoter) cenderung meningkat dari hari ke hari.

“Saat gelombang kedua kan beda. Saat itu yang masuk kebanyakan gejala berat bahkan kritis, sehingga tingkat hunian rumah sakit terus di atas 90 persen. Kalau sekarang sudah jauh lebih ringan,” katanya.

Ia menduga hal itu berkaitan erat dengan vaksinasi covid-19 yang telah dijalankan sejak tahun lalu. Arya pun meminta agar masyarakat tidak panik. Sebab tingkat fatalitas kasus cenderung lebih rendah. Terutama bila dibandingkan dengan gelombang kedua.

Baca Juga:  Banyak Diskon & Pemutihan Pajak, Koster Yakin Target Samsat Terlampaui

“Kalau memang terkonfirmasi positif, dan gejala ringan, tidak perlu panik. Cukup karantina di isoter saja. Setelah masa karantinanya selesai, bisa aktivitas kembali,” tukas Arya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/