alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Duh, Tak Terpantau Petugas, ODGJ Dibiarkan Berkeliaran di Singaraja

SINGARAJA – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) semakin berkeliaran di Jalanan Kota Singaraja. Seolah tidak ada hentinya dan selalu setiap hari ada.

Tidak jarang keberadaan mereka membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah. Seperti yang ada diseputaran Jalan Surapati Singaraja depan Taman Soenda Ketjil Buleleng.

Seorang perempuan penderita ODGJ duduk-duduk didepan Toko Mini Mart berpakaian lusuh dan robek.

Perempuan ODGJ tersebut tak sedikit menjadi perhatian warga yang melintas.

Pasalnya, dia meletakkan botol minuman diatas kepala, menempelkan lubang hidungnya dengan sebuah obat pelega pilek sambil bernyanyi.

Kelakuan ODGJ tersebut membuat pemilik toko risih. Karena hampir setiap hari mondar mandir didepan toko.

Meski pemilik toko dan warga beberapa kali mengusir, namun ODGJ yang tidak diketahui asalnya dari mana dan kerap kembali setelah diusir.

Baca Juga:  Duga Mikroba, BBPOM: Nasi Aman Dikonsumsi Sebelum 5 – 6 Jam Dibungkus

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Buleleng Luh Emi Suesti didampingi dengan Kasi Rehabilitasi Sosial Putu Rupina mengaku setiap tahun ada sekitar 7 sampai 10 kasus ODGJ yang dilaporkan ke Dinas Sosial Buleleng oleh masyarakat.

Mereka dilaporkan karena mengamuk atau membuat onar di muka umum. Selain itu memang kondisi ODGJ terlantar tidak memiliki keluarga.   

“ODGJ yang dilaporkan. Kami berkewajiban untuk membantu. Kemudian membawa mereka ke RSJ Bangli untuk disembuhkan.

Dinas Sosial hanya akan membantu ODGJ berupa jaminan kesehatan. Agar mereka gratis biaya pengobatan,” ungkap Luh Emi.

Di Buleleng banyak faktor penyebab ODGJ. Selain karena faktor ekonomi, pertengkaran rumah tangga, juga faktor gono gini atau warisan yang habis. Sehingga membuat mereka stress.

Baca Juga:  Warga Celukan Bawang Kompak Tolak Proyek PLTU II, Ini Alasannya…

Perihal ODGJ perempuan yang berseliweran dipertokoan Jalan Surapati Singaraja pihaknya memang tidak diamankan. Karena tidak mengamuk dan tidak menggangu. ODGJ tersebut masih memiliki keluarga.

Sempat beberapa waktu lalu pernah dilaporkan oleh warga dan diamankan Satpol PP Buleleng. Setelah itu dibawa pulang ke rumahnya.

Namun, setelah sampai di rumah perempuan tersebut mengamuk kembali. “Begitu kembali ke lokasi di Jalan Surapati tak pernah mengamuk lagi,” ujarnya.

“Sejauh ini belum ada pihaknya terima laporan kejadian ODGJ perempuan tersebut mengamuk ditengah jalan,” pungkasnya. 



SINGARAJA – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) semakin berkeliaran di Jalanan Kota Singaraja. Seolah tidak ada hentinya dan selalu setiap hari ada.

Tidak jarang keberadaan mereka membuat pengguna jalan dan warga sekitar resah. Seperti yang ada diseputaran Jalan Surapati Singaraja depan Taman Soenda Ketjil Buleleng.

Seorang perempuan penderita ODGJ duduk-duduk didepan Toko Mini Mart berpakaian lusuh dan robek.

Perempuan ODGJ tersebut tak sedikit menjadi perhatian warga yang melintas.

Pasalnya, dia meletakkan botol minuman diatas kepala, menempelkan lubang hidungnya dengan sebuah obat pelega pilek sambil bernyanyi.

Kelakuan ODGJ tersebut membuat pemilik toko risih. Karena hampir setiap hari mondar mandir didepan toko.

Meski pemilik toko dan warga beberapa kali mengusir, namun ODGJ yang tidak diketahui asalnya dari mana dan kerap kembali setelah diusir.

Baca Juga:  Kejar Target UHC 100 Persen, Dewan Minta Dinsos Pilah Data

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinas Sosial Buleleng Luh Emi Suesti didampingi dengan Kasi Rehabilitasi Sosial Putu Rupina mengaku setiap tahun ada sekitar 7 sampai 10 kasus ODGJ yang dilaporkan ke Dinas Sosial Buleleng oleh masyarakat.

Mereka dilaporkan karena mengamuk atau membuat onar di muka umum. Selain itu memang kondisi ODGJ terlantar tidak memiliki keluarga.   

“ODGJ yang dilaporkan. Kami berkewajiban untuk membantu. Kemudian membawa mereka ke RSJ Bangli untuk disembuhkan.

Dinas Sosial hanya akan membantu ODGJ berupa jaminan kesehatan. Agar mereka gratis biaya pengobatan,” ungkap Luh Emi.

Di Buleleng banyak faktor penyebab ODGJ. Selain karena faktor ekonomi, pertengkaran rumah tangga, juga faktor gono gini atau warisan yang habis. Sehingga membuat mereka stress.

Baca Juga:  Cantik Tak Harus Ke Korea, Bali Bakal Diproyeksi Jadi Health Tourism

Perihal ODGJ perempuan yang berseliweran dipertokoan Jalan Surapati Singaraja pihaknya memang tidak diamankan. Karena tidak mengamuk dan tidak menggangu. ODGJ tersebut masih memiliki keluarga.

Sempat beberapa waktu lalu pernah dilaporkan oleh warga dan diamankan Satpol PP Buleleng. Setelah itu dibawa pulang ke rumahnya.

Namun, setelah sampai di rumah perempuan tersebut mengamuk kembali. “Begitu kembali ke lokasi di Jalan Surapati tak pernah mengamuk lagi,” ujarnya.

“Sejauh ini belum ada pihaknya terima laporan kejadian ODGJ perempuan tersebut mengamuk ditengah jalan,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/