alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pelajar Keracunan Milkshake, Pengawasan Kantin Sekolah Diperketat

GIANYAR –  Pascakejadian keracunan minuman milkshake yang menimpa 15 siswa SDN 1 Temesi, Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Gianyar memperketat penjualan makanan dan minuman (mamin) di sekolah.

Kepala Dinkes Gianyar Ida Ayu Cahyani, mengaku petugas akan menggencarkan sosialisasi terhadap kebersihan, termasuk di kantin sekolah.

“Untuk kesehatan sekolah, kami ada pembinaan terhadap sekolah-sekolah. Kami mengimbau sekolah, termasuk kantin sekolah untuk memperhatikan kebersihannya,” ujar Cahyani.

Pihaknya mendesak pihak sekolah membuat komitmen dengan pengelola kantin sekolah. “Untuk kantin harus ada komitmen antara kantin, sekolah dan orang tua murid.

Bahwa hanya menyediakan makanan yang sehat,” jelasnnya. Pihak sekolah, harus mengetahui apa saja yang dijual oleh pengelola kantin. Dengan begitu, pengawasan terhadap kesehatan anak didik bisa terpantau.

Baca Juga:  Perusda Jembrana Tega Tak Bayar THR dan Gaji Pegawai Sampai 8 Bulan

“Makanan yang dijual kepada siswa di sekolah harus bersih, aman. Aman dari lima P. Pewarna, pengental, pengawet, pemanis dan penguat rasa,” jelasnya.

Diakui Cahyani, untuk bahan yang diduga menjadi penyebab keracunan, yakni milkshake merupakan menu baru di kantin sekolah tersebut.

“Iya, dia (pedagang) mencoba ide baru. Tapi mungkin ada bahan atau campuran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar, Made Suradnya, mengaku setiap sekolah memiliki tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Salah satu fungsinya untuk memperhatikan kantin sekolah. “Ada tim UKS, nanti itu dinilai bagaimana. Tentunya harus diawasi lagi,” jelasnya.

Menurutnya, pihak sekolah, sebagai pengawas yang terdekat dengan kantin harus ikut mengawasi apa yang dijual di kantin tersebut.

Baca Juga:  Anggaran Terbatas, Proyek Unggulan SMP Segara Gunung Batal

“Siapa saja bisa mengawasi, karena ini bagian dari sekolah sehat. Tentunya pihak sekolah ikut menjaga juga,” terangnya.

Mengenai kejadian tersebut, pihak Diskes tidak menyalahkan siapa-siapa. “Karena ini musibah, tidak bisa disangka,” tukasnya.

Yang jelas, pihaknya meminta masalah ini tidak sampai terulang, termasuk di sekolah lain di Gianyar. 



GIANYAR –  Pascakejadian keracunan minuman milkshake yang menimpa 15 siswa SDN 1 Temesi, Dinas Kesehatan Kabupaten (Dinkes) Gianyar memperketat penjualan makanan dan minuman (mamin) di sekolah.

Kepala Dinkes Gianyar Ida Ayu Cahyani, mengaku petugas akan menggencarkan sosialisasi terhadap kebersihan, termasuk di kantin sekolah.

“Untuk kesehatan sekolah, kami ada pembinaan terhadap sekolah-sekolah. Kami mengimbau sekolah, termasuk kantin sekolah untuk memperhatikan kebersihannya,” ujar Cahyani.

Pihaknya mendesak pihak sekolah membuat komitmen dengan pengelola kantin sekolah. “Untuk kantin harus ada komitmen antara kantin, sekolah dan orang tua murid.

Bahwa hanya menyediakan makanan yang sehat,” jelasnnya. Pihak sekolah, harus mengetahui apa saja yang dijual oleh pengelola kantin. Dengan begitu, pengawasan terhadap kesehatan anak didik bisa terpantau.

Baca Juga:  Cabai Mahal, Petani di Bedugul Panen Belasan Juta Rupiah Per Bulan

“Makanan yang dijual kepada siswa di sekolah harus bersih, aman. Aman dari lima P. Pewarna, pengental, pengawet, pemanis dan penguat rasa,” jelasnya.

Diakui Cahyani, untuk bahan yang diduga menjadi penyebab keracunan, yakni milkshake merupakan menu baru di kantin sekolah tersebut.

“Iya, dia (pedagang) mencoba ide baru. Tapi mungkin ada bahan atau campuran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar, Made Suradnya, mengaku setiap sekolah memiliki tim Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Salah satu fungsinya untuk memperhatikan kantin sekolah. “Ada tim UKS, nanti itu dinilai bagaimana. Tentunya harus diawasi lagi,” jelasnya.

Menurutnya, pihak sekolah, sebagai pengawas yang terdekat dengan kantin harus ikut mengawasi apa yang dijual di kantin tersebut.

Baca Juga:  Efektif PTM, Ini Mekanisme Belajar Double Shift di SMPN 1 Gianyar

“Siapa saja bisa mengawasi, karena ini bagian dari sekolah sehat. Tentunya pihak sekolah ikut menjaga juga,” terangnya.

Mengenai kejadian tersebut, pihak Diskes tidak menyalahkan siapa-siapa. “Karena ini musibah, tidak bisa disangka,” tukasnya.

Yang jelas, pihaknya meminta masalah ini tidak sampai terulang, termasuk di sekolah lain di Gianyar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/