alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Kesal Gigit 11 Korban, Warga Pegending Buang Anjing Liar ke Sungai

SEMARAPURA – 11 warga Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura digigit anjing peliharaan warga setempat yang diliarkan mulai Sabtu (8/5) hingga Minggu (9/5).

Tidak dapat dipastikan apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak lantaran anjing itu keburu dibunuh dan di buang ke sungai cukup dalam.

Sehingga petugas Dinas Pertanian Klungkung belum sempat mengambil sampel otak anjing untuk diperiksa ke laboratorium. Meski begitu, warga yang tergigit diberikan vaksin anti rabies (VAR).

Kepala Lingkungan Pegending, Nengah Sudira, membenarkan bila ada sejumlah warganya yang digigit anjing yang sama sejak Sabtu (8/5) hingga Minggu (9/5).

Anjing tersebut merupakan anjing peliharaan salah seorang warganya hanya saja diliarkan atau dilepas begitu saja.

“Hanya saja untuk total jumlah pasti warga yang tergigit, saya belum tahu karena warga saya bergantian mendatangi puskesmas langsung untuk mendapatkan VAR.

Dan, sampai saat ini saya masih melakukan penyisiran untuk mengecek warga yang tergigit dan memastikan mereka mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Baca Juga:  Gagal Panen, Harga Cabai Anjlok, Petani Double Merugi
- Advertisement -

Meski memiliki ciri-ciri layaknya anjing yang terpapar rabies, ia mengaku belum tahu pasti apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak.

Sebab anjing tersebut keburu dibunuh warga kemarin dan bangkainya dibuang ke sungai yang cukup dalam.

Sehingga sulit baginya dengan petugas Dinas Pertanian Klungkung mendapatkan sampel otak anjing itu untuk diperiksa di laboratorium. “Sungainya dalam sekali,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengungkapkan rencananya hari ini akan dilakukan vaksinasi dan eliminasi anjing di Lingkungan Pegending.

Mengingat anjing yang menggigit sejumlah warga di Lingkungan Pegending tersebut sempat berkelahi dengan anjing lainnya.

Bila ada anjing tidak bertuan, pihaknya akan meminta agar anjing tersebut dieliminasi. “Yang banyak di sini, anjing peliharaan yang diliarkan pemiliknya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida mengungkapkan, jumlah sementara warga Lingkungan Pegending yang tergigit anjing sebanyak 11 orang dan mereka sudah mendapatkan VAR.

Baca Juga:  Keras, Penolakan Pabrik B3 Meluas, Warga Area Takut Terkena Dampak

Menurutnya, anjing yang menggigit warga itu awalnya merupakan anjing liar yang dipelihara warga namun dengan cara diliarkan. “Hanya diberi makan. Tidak dikerangkeng,” ujarnya.

Sebelum berprilaku agresif, pasalnya anjing tersebut sempat hilang beberapa hari hingga akhirnya kembali ke rumah pemiliknya.

Kemungkinan saat hilang itu, anjing tersebut sempat kontak dengan anjing rabies. Mengingat kasus anjing rabies beberapa minggu lalu terjadi di Desa Tihingan yang jaraknya tidak jauh dari Lingkungan Pegending.

“Karena sampel otak anjingnya kami tidak dapatkan sehingga kami masukan ke dalam kategori anjing liar yang tidak terdeteksi.

Untuk itu kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kalingnya untuk memastikan warga yang tergigit mendapatkan VAR,” terangnya.

Adapun hari ini pihaknya berencana melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing yang ada di Pegending.

“Apalagi Kelurahan Semarapura Kauh termasuk zona merah rabies. Sehingga kami imbau kepada warga untuk memvaksin anjing peliharaannya secara rutin setiap tahun,” tandasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

SEMARAPURA – 11 warga Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura digigit anjing peliharaan warga setempat yang diliarkan mulai Sabtu (8/5) hingga Minggu (9/5).

Tidak dapat dipastikan apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak lantaran anjing itu keburu dibunuh dan di buang ke sungai cukup dalam.

Sehingga petugas Dinas Pertanian Klungkung belum sempat mengambil sampel otak anjing untuk diperiksa ke laboratorium. Meski begitu, warga yang tergigit diberikan vaksin anti rabies (VAR).


Kepala Lingkungan Pegending, Nengah Sudira, membenarkan bila ada sejumlah warganya yang digigit anjing yang sama sejak Sabtu (8/5) hingga Minggu (9/5).

Anjing tersebut merupakan anjing peliharaan salah seorang warganya hanya saja diliarkan atau dilepas begitu saja.

“Hanya saja untuk total jumlah pasti warga yang tergigit, saya belum tahu karena warga saya bergantian mendatangi puskesmas langsung untuk mendapatkan VAR.

Dan, sampai saat ini saya masih melakukan penyisiran untuk mengecek warga yang tergigit dan memastikan mereka mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Baca Juga:  Stop Pinjaman Proyek Infrastruktur yang Merusak Lingkungan Hidup

Meski memiliki ciri-ciri layaknya anjing yang terpapar rabies, ia mengaku belum tahu pasti apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak.

Sebab anjing tersebut keburu dibunuh warga kemarin dan bangkainya dibuang ke sungai yang cukup dalam.

Sehingga sulit baginya dengan petugas Dinas Pertanian Klungkung mendapatkan sampel otak anjing itu untuk diperiksa di laboratorium. “Sungainya dalam sekali,” jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya mengungkapkan rencananya hari ini akan dilakukan vaksinasi dan eliminasi anjing di Lingkungan Pegending.

Mengingat anjing yang menggigit sejumlah warga di Lingkungan Pegending tersebut sempat berkelahi dengan anjing lainnya.

Bila ada anjing tidak bertuan, pihaknya akan meminta agar anjing tersebut dieliminasi. “Yang banyak di sini, anjing peliharaan yang diliarkan pemiliknya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Gede Juanida mengungkapkan, jumlah sementara warga Lingkungan Pegending yang tergigit anjing sebanyak 11 orang dan mereka sudah mendapatkan VAR.

Baca Juga:  Periksa Sampel Otak Anjing Gigit Empat Warga, Distan Siap Eliminasi

Menurutnya, anjing yang menggigit warga itu awalnya merupakan anjing liar yang dipelihara warga namun dengan cara diliarkan. “Hanya diberi makan. Tidak dikerangkeng,” ujarnya.

Sebelum berprilaku agresif, pasalnya anjing tersebut sempat hilang beberapa hari hingga akhirnya kembali ke rumah pemiliknya.

Kemungkinan saat hilang itu, anjing tersebut sempat kontak dengan anjing rabies. Mengingat kasus anjing rabies beberapa minggu lalu terjadi di Desa Tihingan yang jaraknya tidak jauh dari Lingkungan Pegending.

“Karena sampel otak anjingnya kami tidak dapatkan sehingga kami masukan ke dalam kategori anjing liar yang tidak terdeteksi.

Untuk itu kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan kalingnya untuk memastikan warga yang tergigit mendapatkan VAR,” terangnya.

Adapun hari ini pihaknya berencana melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing yang ada di Pegending.

“Apalagi Kelurahan Semarapura Kauh termasuk zona merah rabies. Sehingga kami imbau kepada warga untuk memvaksin anjing peliharaannya secara rutin setiap tahun,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/