alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unmas Gelar Pengabdian di SMPN 2 Bangli

BANGLI, radarbali.id- Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu Dosen dan Mahasiswa di SMPN 2 Bangli pada 25-26 April 2022. Mengusung tema “Internalisasi Nilai-Nilai Catur Guru sebagai Empowering Civic Intelligence dalam Pembelajaran IPS (Sejarah)” ditegaskan bahwa pembelajaran IPS di Indonesia masih memerlukan bahan-bahan ajar yang bersumber dari nilai-nilai lokal.

 

Ketua Tim Pengabdian, I Putu Adi Saputra,M.Pd. menyebut Bali memiliki banyak nilai-nilai kearifan lokal yang bisa dijadikan bahan pembelajaran IPS, terutama yang bermuatan sejarah. Catur Guru salah satunya. “Inilah yang kita usung sebagai tema kegiatan,” ucapnya.

 

Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh guru-guru IPS SMPN 2 Bangli. Tampil sebagai pemateri workshop, yakni Lianda Dewi Sartika, M.Pd dan dimoderatori oleh Dr. Ida Bagus Brata, M.Si.  “Catur Guru adalah kata yang cukup familiar dalam masyarakat Bali. Meski demikian, kata tersebut dalam kenyataannya masih hanya berupa hafalan semata, tanpa pemahaman kontekstual lebih lanjut. Inilah yang kita coba kembangkan lebih jauh sebagai materi pembelajaran IPS,” tandasnya.

Baca Juga:  Bengkel Mebel dan Sanggah Terbakar, Kelian Blahtanah Rugi Rp 1 Miliar

 

“Kita sering bangga pada produk bangsa lain, seperti McDonalds dan sebagainya, namun mengingkari potensi lokal yang kita miliki. Inilah yang dalam pengamatan saya masih terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia, meski sudah diupayakan pembenahan,” sambung sang moderator yang merupakan dosen senior Pendidikan Sejarah FKIP Unmas Denpasar.

 

Kepala SMPN 2 Bangli, I Wayan Agus Suardana,S.Pd, menyambut hangat kehadiran kegiatan pengabdian ini. Menurutnya sinergitas antara kampus dan sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan SMPN 2 Bangli. (adv/ken)


BANGLI, radarbali.id- Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu Dosen dan Mahasiswa di SMPN 2 Bangli pada 25-26 April 2022. Mengusung tema “Internalisasi Nilai-Nilai Catur Guru sebagai Empowering Civic Intelligence dalam Pembelajaran IPS (Sejarah)” ditegaskan bahwa pembelajaran IPS di Indonesia masih memerlukan bahan-bahan ajar yang bersumber dari nilai-nilai lokal.

 

Ketua Tim Pengabdian, I Putu Adi Saputra,M.Pd. menyebut Bali memiliki banyak nilai-nilai kearifan lokal yang bisa dijadikan bahan pembelajaran IPS, terutama yang bermuatan sejarah. Catur Guru salah satunya. “Inilah yang kita usung sebagai tema kegiatan,” ucapnya.

 

Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh guru-guru IPS SMPN 2 Bangli. Tampil sebagai pemateri workshop, yakni Lianda Dewi Sartika, M.Pd dan dimoderatori oleh Dr. Ida Bagus Brata, M.Si.  “Catur Guru adalah kata yang cukup familiar dalam masyarakat Bali. Meski demikian, kata tersebut dalam kenyataannya masih hanya berupa hafalan semata, tanpa pemahaman kontekstual lebih lanjut. Inilah yang kita coba kembangkan lebih jauh sebagai materi pembelajaran IPS,” tandasnya.

Baca Juga:  Cek Antusias Siswa Belajar IPS, Terjun ke SMPN 2 Bangli

 

“Kita sering bangga pada produk bangsa lain, seperti McDonalds dan sebagainya, namun mengingkari potensi lokal yang kita miliki. Inilah yang dalam pengamatan saya masih terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia, meski sudah diupayakan pembenahan,” sambung sang moderator yang merupakan dosen senior Pendidikan Sejarah FKIP Unmas Denpasar.

 

Kepala SMPN 2 Bangli, I Wayan Agus Suardana,S.Pd, menyambut hangat kehadiran kegiatan pengabdian ini. Menurutnya sinergitas antara kampus dan sekolah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan SMPN 2 Bangli. (adv/ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/