alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

UPDATE MUDIK! Malam Padat Merayap, Siang Sepi Makmung

GILIMANUK – Aliran pemudik yang menyebrang ke Jawa melalui pelabuhan Gilimanuk, terus meningkat. Lonjakan pemudik itu terjadi pada malam hari sampai subuh.

Lonjakan pemudik terutama pemudik bermotor dan bermobil mulai tampak sejak pukul 20.00. Aliran kendaraan semakin malam semakin banyak sehingga amtrean tidak bisa dihindari.

Bahkan, menjelang subuh antrean sepeda motor dari depan loket tiket sudah sampai di tenda yang ada diluar pelabuhan.

Begitu pula antrean mobil sampai di pintu masuk terminal manuver. Lonjakan pemudik pada malam hari ini terjadi karena mereka memang sengaja melakukan perjalanan malam  biar tidak kepanasan.

“Saya berangkat setelah buka puasa agar selama perjalanan tidak kepanasan. Kalau jalan siang maka sulit untuk tetap bisa puasa,”ujar Ramli pemudik asal Muncar.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Rusman, pemudik bermotor asal Situbondo. “Kalau jalan malam tidak panas, ternyata banyak juga yang mudik malam sehingga ngantre,”ungkapnya.

Baca Juga:  Masih Nekat Mudik Lewat Padangbai, Puluhan Pemudik Diminta Kembali

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry unit pelabuhan Gilimanuk, Heru Wahyono mengatakan memang pemudik lebih banyak menyebrang pada malam hari sehinga terjadi lonjakan.

“Mungkin mereka memilih malam agar tidak panas dan bisa tetap puasa,”ujarnya. Namun meski terjadi namun penyebrangan masih lancar dan normal.

“Semua bisa terlayani. Setelah mendapat tiket tidak lama sudah bisa naik kapal,” ungkapnya.

Menurutnya, kecenderungan pemudik melakukan perjalanan pada waktu sore atau malam terjadi setiap tahun.

Padahal, jika berjalan pagi hingga siang hari, mereka tidak akan terjebak antrian karena situasi pelabuhan sepi.

Untuk mengangkut kendaraan beserta pemudik yang datang, menurutnya, sampai hari ini pihaknya masih memberlakukan sistem normal bagi kapal baik dari sisi jumlah yang dioperasikan maupun lama sandar.

Baca Juga:  Hama Slug Mewabah, Petani Stroberi Pancasari Terancam Gagal Panen

“Sampai hari ini waktu bongkar muat kapal masih 32 menit seperti hari biasa,” ujarnya.

Berdasar data Produksi Angkutan Lebaran sampai Sabtu (9/6) kemarin, kata Heru, kapal yang dioprasikan tetap 32 unit dengan 273 trip.

Penumpang yang menyebrang ke Jawa twrcatat 43.263 orang naik 25 persen dibanding hari yang sama tahun lalu sebanyak 34.494 orang.

Sepeda motor tercatat 8.236 unit  naik 42 persen dibanding hari yang sama tahun lalu sebanyak 5.811unit.

Mobil juga naik dimana hari yang sama tahun lalu sebanyak 4749 unit sekarang naik 22 persen menjadi 5800 unit.”Kalau penguna jasa yang masuk balu cenderung menurun,” pungkasnya.



GILIMANUK – Aliran pemudik yang menyebrang ke Jawa melalui pelabuhan Gilimanuk, terus meningkat. Lonjakan pemudik itu terjadi pada malam hari sampai subuh.

Lonjakan pemudik terutama pemudik bermotor dan bermobil mulai tampak sejak pukul 20.00. Aliran kendaraan semakin malam semakin banyak sehingga amtrean tidak bisa dihindari.

Bahkan, menjelang subuh antrean sepeda motor dari depan loket tiket sudah sampai di tenda yang ada diluar pelabuhan.

Begitu pula antrean mobil sampai di pintu masuk terminal manuver. Lonjakan pemudik pada malam hari ini terjadi karena mereka memang sengaja melakukan perjalanan malam  biar tidak kepanasan.

“Saya berangkat setelah buka puasa agar selama perjalanan tidak kepanasan. Kalau jalan siang maka sulit untuk tetap bisa puasa,”ujar Ramli pemudik asal Muncar.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Rusman, pemudik bermotor asal Situbondo. “Kalau jalan malam tidak panas, ternyata banyak juga yang mudik malam sehingga ngantre,”ungkapnya.

Baca Juga:  Kekosongan Vaksin Covid-19 Merata se-Bali, Pejabat Bali Angkat Tangan

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry unit pelabuhan Gilimanuk, Heru Wahyono mengatakan memang pemudik lebih banyak menyebrang pada malam hari sehinga terjadi lonjakan.

“Mungkin mereka memilih malam agar tidak panas dan bisa tetap puasa,”ujarnya. Namun meski terjadi namun penyebrangan masih lancar dan normal.

“Semua bisa terlayani. Setelah mendapat tiket tidak lama sudah bisa naik kapal,” ungkapnya.

Menurutnya, kecenderungan pemudik melakukan perjalanan pada waktu sore atau malam terjadi setiap tahun.

Padahal, jika berjalan pagi hingga siang hari, mereka tidak akan terjebak antrian karena situasi pelabuhan sepi.

Untuk mengangkut kendaraan beserta pemudik yang datang, menurutnya, sampai hari ini pihaknya masih memberlakukan sistem normal bagi kapal baik dari sisi jumlah yang dioperasikan maupun lama sandar.

Baca Juga:  Masih Nekat Mudik Lewat Padangbai, Puluhan Pemudik Diminta Kembali

“Sampai hari ini waktu bongkar muat kapal masih 32 menit seperti hari biasa,” ujarnya.

Berdasar data Produksi Angkutan Lebaran sampai Sabtu (9/6) kemarin, kata Heru, kapal yang dioprasikan tetap 32 unit dengan 273 trip.

Penumpang yang menyebrang ke Jawa twrcatat 43.263 orang naik 25 persen dibanding hari yang sama tahun lalu sebanyak 34.494 orang.

Sepeda motor tercatat 8.236 unit  naik 42 persen dibanding hari yang sama tahun lalu sebanyak 5.811unit.

Mobil juga naik dimana hari yang sama tahun lalu sebanyak 4749 unit sekarang naik 22 persen menjadi 5800 unit.”Kalau penguna jasa yang masuk balu cenderung menurun,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/