alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Awas! Anjing Rabies Serang 13 Korban, Petugas Langsung Gelar Eliminasi

GIANYAR – Kasus anjing rabies terus bermunculan di kawasan Gianyar. Baru saja muncul kasus gigitan di Banjar Jeleka, Desa Batuan Kecamatan Sukawati, kali ini kasus rabies kembali muncul di wilayah Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

Anjing jantan jenis mix berwarna cokelat menggigit 13 warga dalam waktu kurang dari sepekan.

Pemilik anjing gila, Ni Wayan Deniati, menyatakan anjing mix miliknya sempat hilang sekitar empat hari. “Pulang-pulang anjing itu tidak mau makan, kemudian lagi berkeliaran,” ujar Deniati kemarin.

Disebut-sebut anjing yang dipanggil Belly tersebut  menggigit korban pertama kali pada Senin lalu (2/7). Kemudian kembali mengganas menggigit warga lainnya keesokan harinya selama 4 hari berturut-turut.

 Yakni pada Selasa (2/7), Rabu (3/7) dan Jumat (5/7). “Yang terakhir itu ada warga yang kena gigit, anjing ini langsung dijaring lalu dibawa ke rumah saya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Terima Hibah Seharga Aqua Gelas, Ngakan: Mereka Bayar Pajak Juga Kecil

Sampai di rumah, rupanya anjing itu galak. “Baru sampai rumah, bapak (mertua, red) mau mengikat anjing dari jaring maunya diikat pakai rantai, ternyata tangannya kena gigit,” ujarnya.

Bahkan, saat anjing dalam keadaan dirantai, anjing juga menggigit suaminya. I Ketut Sukaryana, dan juga menggigit anaknya, Komang Dea Triana.

Pihak keluarga langsung menuju Puskesmas Sukawati untuk memperoleh vaksin anti rabies. Sedangkan, pihak keluarga telah melaporkan kasus itu ke UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sukawati untuk menindaklanjuti kasus gigitan itu.

Akhirnya, Kepala UPT Puskeswan Sukawati, drh. Arya Dharma turun ke lokasi gigitan. “Kami eliminasi anjingnya. Kami ambil sampel darahnya. Lalu hasilnya positif rabies,” terangnya.

Menurut Arya Dharma, anjing tersebut terindikasi terinfeksi rabies dari anjing liar di pantai Ketewel. “Di pantai banyak anjing liar. Kemungkinan dari sana kenanya,” jelasnya.

Baca Juga:  Pesraman Pelihara Sapi Perah, Indikasi Langgar Perda, Ini Kata Kadis..

Arya Dharma menambahkan, dulu pada 2009-2010 di Banjar Manyar sempat terjadi kasus gigitan anjing rabies.

Ada 7 warga yang sempat digigit di pantai. “Dulu positif juga. Anjing liar di pantai. Ini sebetulnya jadi pelajaran, jangan sampai terulang,” ungkapnya.

Arya Dharma pun mengimbau warga untuk rutin memvaksin anjing dan tidak meliarkan anjing peliharaan mereka.

Selanjutnya, mengenai hasil positif rabies tersebut, Arya Dharma bersama Puskeswas Sukawati dan Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar yang membidangi hewan mengumpulkan warga Banjar Manyar pada Senin kemarin (9/7).

Hasil rapat bersama warga di balai banjar, disepakati melangsungkan eliminasi secara selektif di kawasan Banjar Manyar.

 



GIANYAR – Kasus anjing rabies terus bermunculan di kawasan Gianyar. Baru saja muncul kasus gigitan di Banjar Jeleka, Desa Batuan Kecamatan Sukawati, kali ini kasus rabies kembali muncul di wilayah Banjar Manyar, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

Anjing jantan jenis mix berwarna cokelat menggigit 13 warga dalam waktu kurang dari sepekan.

Pemilik anjing gila, Ni Wayan Deniati, menyatakan anjing mix miliknya sempat hilang sekitar empat hari. “Pulang-pulang anjing itu tidak mau makan, kemudian lagi berkeliaran,” ujar Deniati kemarin.

Disebut-sebut anjing yang dipanggil Belly tersebut  menggigit korban pertama kali pada Senin lalu (2/7). Kemudian kembali mengganas menggigit warga lainnya keesokan harinya selama 4 hari berturut-turut.

 Yakni pada Selasa (2/7), Rabu (3/7) dan Jumat (5/7). “Yang terakhir itu ada warga yang kena gigit, anjing ini langsung dijaring lalu dibawa ke rumah saya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lima Korban Gigitan Anjing Rabies Terpaksa Dirawat di RSUD Klungkung

Sampai di rumah, rupanya anjing itu galak. “Baru sampai rumah, bapak (mertua, red) mau mengikat anjing dari jaring maunya diikat pakai rantai, ternyata tangannya kena gigit,” ujarnya.

Bahkan, saat anjing dalam keadaan dirantai, anjing juga menggigit suaminya. I Ketut Sukaryana, dan juga menggigit anaknya, Komang Dea Triana.

Pihak keluarga langsung menuju Puskesmas Sukawati untuk memperoleh vaksin anti rabies. Sedangkan, pihak keluarga telah melaporkan kasus itu ke UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Sukawati untuk menindaklanjuti kasus gigitan itu.

Akhirnya, Kepala UPT Puskeswan Sukawati, drh. Arya Dharma turun ke lokasi gigitan. “Kami eliminasi anjingnya. Kami ambil sampel darahnya. Lalu hasilnya positif rabies,” terangnya.

Menurut Arya Dharma, anjing tersebut terindikasi terinfeksi rabies dari anjing liar di pantai Ketewel. “Di pantai banyak anjing liar. Kemungkinan dari sana kenanya,” jelasnya.

Baca Juga:  Ini Daftar Korban Serangan Masal Anjing Rabies di Ketewel, Rupanya...

Arya Dharma menambahkan, dulu pada 2009-2010 di Banjar Manyar sempat terjadi kasus gigitan anjing rabies.

Ada 7 warga yang sempat digigit di pantai. “Dulu positif juga. Anjing liar di pantai. Ini sebetulnya jadi pelajaran, jangan sampai terulang,” ungkapnya.

Arya Dharma pun mengimbau warga untuk rutin memvaksin anjing dan tidak meliarkan anjing peliharaan mereka.

Selanjutnya, mengenai hasil positif rabies tersebut, Arya Dharma bersama Puskeswas Sukawati dan Dinas Peternakan Kabupaten Gianyar yang membidangi hewan mengumpulkan warga Banjar Manyar pada Senin kemarin (9/7).

Hasil rapat bersama warga di balai banjar, disepakati melangsungkan eliminasi secara selektif di kawasan Banjar Manyar.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/