alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

MIRIS! Berebut Negeri, Sekolah Swasta Ini Hanya Terima Dua Siswa

NEGARA – Kekhawatiran sekolah swasta tidak mendapat siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Jembrana tahun ajaran 2018 terbukti.

Sejumlah sekolah swasta di Jembrana tidak banyak menerima peserta didik baru. Bahkan, ada sekolah yang dari awal sudah tidak membuka pendaftaran siswa baru.

Minimnya peserta didik baru ini masuk sekolah swasta, diduga karena sistem zonasi dan penambahan kelas pada sekolah negeri.

Berdasar informasi, dari sejumlah SMP swasta Jembrana, setiap sekolah yang sudah menutup pendaftaran peserta didik baru menerima kurang dari sepuluh orang siswa.

Seperti SMP Swastika Karya yang hanya memiliki peserta didik baru ada 9 orang siswa. Peserta didik baru sekolah yang berada di Kelurahan Pendem ini sebagian besar dari sejumlah panti yang ada di wilayah Kota Negara.

Baca Juga:  SE Pemprov Makan Korban, Nihil Siswa, Dua SMA Swasta Terancam Tutup

Sekolah swasta yang nasibnya tragis karena paling sedikit memiliki peserta didik baru adalah SMP Nasional Negara.

Sekolah yang berada di Desa Dauhwaru tersebut hanya mendapat dua orang siswa tahun ajaran 2018 ini.

Karena itu, meski secara formal sekolah sudah menutup pendaftaran, tetap akan menerima jika ada yang mendaftar.

“Kalau ada siswa yang mau masuk tetap akan diterima,” kata Ni Luh Sumarini, bagian kesiswaan SMP Nasional Negara.

Minimnya siswa yang masuk ke sekolah swasta ini, menurut Sumarini, juga terjadi pada tahun ajaran baru sebelumnya.

Tahun 2017 lalu hanya ada 6 orang siswa, tahun 2016 lebih sedikit lagi hanya ada 1 orang siswa. Namun pada tahun 2016,

pada saat kenaikan kelas ada 8 siswa pindahan dari sekolah lain sehingga total siswa angkatan 2016 yang saat ini kelas IX sekarang sebanyak 9 orang siswa.

Baca Juga:  Langgar Jalur Hijau, Warga Banyuatis Protes Pembangunan SMK Pariwisata

Jadi, total siswa yang ada di SMP Nasional Negara ini hanya ada 17 orang siswa. Pada saat PPDB tahun ini, pihaknya sempat berharap akan banyak siswa baru yang mendaftar karena ada penerapan sistem zonasi.

Siswa yang ada di zona SMPN 1 Negara jika kuotanya cukup, bisa masuk ke sekolah swasta. Namun kenyataannya, SMPN 1 Negara menambah satu kelas lagi untuk menampung siswa baru.

Selain itu, sekolah swasta juga ada yang tidak menerima peserta didik baru tahun ajaran ini. Siswa yang saat ini sekolah yakni kelas VII dan VIII tetap akan melanjutkan kegiatan belajar mengajar sampai lulus.

Yakni sekolah SMP Harapan yang tidak menerima lagi peserta didik baru.

 



NEGARA – Kekhawatiran sekolah swasta tidak mendapat siswa pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di Jembrana tahun ajaran 2018 terbukti.

Sejumlah sekolah swasta di Jembrana tidak banyak menerima peserta didik baru. Bahkan, ada sekolah yang dari awal sudah tidak membuka pendaftaran siswa baru.

Minimnya peserta didik baru ini masuk sekolah swasta, diduga karena sistem zonasi dan penambahan kelas pada sekolah negeri.

Berdasar informasi, dari sejumlah SMP swasta Jembrana, setiap sekolah yang sudah menutup pendaftaran peserta didik baru menerima kurang dari sepuluh orang siswa.

Seperti SMP Swastika Karya yang hanya memiliki peserta didik baru ada 9 orang siswa. Peserta didik baru sekolah yang berada di Kelurahan Pendem ini sebagian besar dari sejumlah panti yang ada di wilayah Kota Negara.

Baca Juga:  SMP di Jembrana Bali Siap Melaksanakan UNBK

Sekolah swasta yang nasibnya tragis karena paling sedikit memiliki peserta didik baru adalah SMP Nasional Negara.

Sekolah yang berada di Desa Dauhwaru tersebut hanya mendapat dua orang siswa tahun ajaran 2018 ini.

Karena itu, meski secara formal sekolah sudah menutup pendaftaran, tetap akan menerima jika ada yang mendaftar.

“Kalau ada siswa yang mau masuk tetap akan diterima,” kata Ni Luh Sumarini, bagian kesiswaan SMP Nasional Negara.

Minimnya siswa yang masuk ke sekolah swasta ini, menurut Sumarini, juga terjadi pada tahun ajaran baru sebelumnya.

Tahun 2017 lalu hanya ada 6 orang siswa, tahun 2016 lebih sedikit lagi hanya ada 1 orang siswa. Namun pada tahun 2016,

pada saat kenaikan kelas ada 8 siswa pindahan dari sekolah lain sehingga total siswa angkatan 2016 yang saat ini kelas IX sekarang sebanyak 9 orang siswa.

Baca Juga:  Digerus Air Hujan, Penyengker Rumah Warga Pekutatan Timpa Penyengker

Jadi, total siswa yang ada di SMP Nasional Negara ini hanya ada 17 orang siswa. Pada saat PPDB tahun ini, pihaknya sempat berharap akan banyak siswa baru yang mendaftar karena ada penerapan sistem zonasi.

Siswa yang ada di zona SMPN 1 Negara jika kuotanya cukup, bisa masuk ke sekolah swasta. Namun kenyataannya, SMPN 1 Negara menambah satu kelas lagi untuk menampung siswa baru.

Selain itu, sekolah swasta juga ada yang tidak menerima peserta didik baru tahun ajaran ini. Siswa yang saat ini sekolah yakni kelas VII dan VIII tetap akan melanjutkan kegiatan belajar mengajar sampai lulus.

Yakni sekolah SMP Harapan yang tidak menerima lagi peserta didik baru.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/