alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Berpotensi Picu Kerumunan, Tahapan Pilkel Buleleng Ditunda

SINGARAJA– Tahapan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak di Kabupaten Buleleng, mengalami penundaan.

Keputusan penundaan tahapan pilkel itu diambil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng.

Mengingat saat ini tengah dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Tahapan pilkel serentak di Buleleng sebenarnya telah berlangsung sejak awal Juni lalu. Kini tahapan pilkel sudah masuk dalam masa pemuktahiran data pemilih.

Dalam waktu dekat, panitia pilkel di masing-masing desa juga akan mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Selain itu, pada 15-19 Juli mendatang, panitia pilkel akan melakukan penetapan calon perbekel dan pengundian nomor urut.

Tahapan ini hanya berlaku bagi 38 desa. Sementara dua desa lainnya, harus melangsungkan fit and proper test, karena jumlah bakal calon perbekel lebih dari lima orang.

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Minta Aparat Lebih Ketat Awasi Mobilitas Warga di Desa

“Khusus untuk tahap penetapan, pengundian nomor urut, sampai kampanye, itu ditunda sampai PPKM darurat dinyatakan berakhir.

Pertimbangannya, karena berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat,” kata Sekretaris Dinas PMD Buleleng I Made Dwi Adnyana.

Menurut Dwi panitia pilkel dapat tetap melaksanakan tahapan pemuktahiran dan pengumuman DPS. Sebab tahapan itu dinilai tak terlalu riskan menimbulkan kerumunan. Panitia juga bisa melakukan pemuktahiran secara door to door, tanpa harus menimbulkan kerumunan.

Sementara tahap fit and proper test yang akan dilaksanakan oleh panitia pilkel di Desa Joanyar dan Desa Banjar, juga akan ditunda. Dwi mengatakan panitia pilkel di tingkat kabupaten masih menanti kepastian lebih lanjut terkait pelaksanaan PPKM darurat.

“Kalau (PPKM darurat) hanya sampai tanggal 20 saja, jadwal masih bisa terkejar. Termasuk fit and proper test masih bisa terlaksana sesuai jadwal. Tapi kalau ada perpanjangan, kami akan bahas lagi skema berikutnya seperti apa.

Baca Juga:  Tak Dapat Siswa, Gaji Guru Honorer SMP PGRI Minim, Terancam Tutup?

Paling tidak kan perlu penyesuaian tahapan yang tertunda tadi. Mudah-mudahan saja tidak ada perpanjangan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dinas PMD Buleleng mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02/PAN-PILKEL/2021. Dalam edaran tersebut, pemerintah menyatakan menunda pelaksanaan tahapan pilkel serentak pada masa PPKM darurat.

Panitia pilkel di tingkat desa, diminta berpedoman pada Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 dan SE Mendagri Nomor 141/6698/SJ tertanggal 10 Desember 2020, sebagai acuan pelaksanaan tahapan pilkel pada masa pandemi.


SINGARAJA– Tahapan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak di Kabupaten Buleleng, mengalami penundaan.

Keputusan penundaan tahapan pilkel itu diambil Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng.

Mengingat saat ini tengah dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Tahapan pilkel serentak di Buleleng sebenarnya telah berlangsung sejak awal Juni lalu. Kini tahapan pilkel sudah masuk dalam masa pemuktahiran data pemilih.

Dalam waktu dekat, panitia pilkel di masing-masing desa juga akan mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS).

Selain itu, pada 15-19 Juli mendatang, panitia pilkel akan melakukan penetapan calon perbekel dan pengundian nomor urut.

Tahapan ini hanya berlaku bagi 38 desa. Sementara dua desa lainnya, harus melangsungkan fit and proper test, karena jumlah bakal calon perbekel lebih dari lima orang.

Baca Juga:  Hasil Rapid Test Positif, 8 Penumpang Kapal Dipulangkan di Gilimanuk

“Khusus untuk tahap penetapan, pengundian nomor urut, sampai kampanye, itu ditunda sampai PPKM darurat dinyatakan berakhir.

Pertimbangannya, karena berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat,” kata Sekretaris Dinas PMD Buleleng I Made Dwi Adnyana.

Menurut Dwi panitia pilkel dapat tetap melaksanakan tahapan pemuktahiran dan pengumuman DPS. Sebab tahapan itu dinilai tak terlalu riskan menimbulkan kerumunan. Panitia juga bisa melakukan pemuktahiran secara door to door, tanpa harus menimbulkan kerumunan.

Sementara tahap fit and proper test yang akan dilaksanakan oleh panitia pilkel di Desa Joanyar dan Desa Banjar, juga akan ditunda. Dwi mengatakan panitia pilkel di tingkat kabupaten masih menanti kepastian lebih lanjut terkait pelaksanaan PPKM darurat.

“Kalau (PPKM darurat) hanya sampai tanggal 20 saja, jadwal masih bisa terkejar. Termasuk fit and proper test masih bisa terlaksana sesuai jadwal. Tapi kalau ada perpanjangan, kami akan bahas lagi skema berikutnya seperti apa.

Baca Juga:  Sirine Tsunami Tanjung Benoa Rusak dan Tidak Berfungsi

Paling tidak kan perlu penyesuaian tahapan yang tertunda tadi. Mudah-mudahan saja tidak ada perpanjangan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Dinas PMD Buleleng mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02/PAN-PILKEL/2021. Dalam edaran tersebut, pemerintah menyatakan menunda pelaksanaan tahapan pilkel serentak pada masa PPKM darurat.

Panitia pilkel di tingkat desa, diminta berpedoman pada Permendagri Nomor 72 Tahun 2020 dan SE Mendagri Nomor 141/6698/SJ tertanggal 10 Desember 2020, sebagai acuan pelaksanaan tahapan pilkel pada masa pandemi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/