alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi Jadi Alternatif Ruang Isolasi

NEGARA–Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan over kapasitas ruang isolasi, Pemkab Jembrana telah menyiapkan alternative.

Salah satu langkah Pemkab Jembrana, yakni dengan menjadikan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi sebagai alternative tempat isolasi baru bagi pasien Corona.

Seperti disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Menurutnya, langkah atau alasan pemerintah menjadikan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi sebagai alternative tempat isolasi bagi pasien Covid-19, ini selain untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus harian, juga karena tempat isolasi di hotel saat ini sudah penuh.

“Jadi nanti kemungkinan kita akan gunakan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi. Namun untuk memastikan kesiapan gedung, kami akan lakukan tinjau dulu,” ujarnya Bupati Tamba, Jumat (9/7) di RSU Negara saat memberikan semangat dan motivasi kepada tenaga medis.

Baca Juga:  [Terungkap] Ini Penyebab Keracunan Belasan Siswa Taruna Perikanan

Menurut bupati, dengan penyediaan tempat isolasi terpusat bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala, selain memudahkan pengawasan dan pemantauan kesehatan. Juga untuk menekan paparan virus saat melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kalau isolasi mandiri di rumah maka rawan terjadi penularan pada orang lain, terutama keluarga terdekat yang tinggal dalam satu rumah,”tegasnya.

 Sementara itu, terkait kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana, berdasarkan data harian Satgas penanganan Covid-19 Jembrana terus mengalami peningkatan.

Dalam sehari (Jumat (9/7), tercatat ada 45 kasus baru terkonfirmasi positif, dengan satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia.

Adanya penambahan kasus baru harian, maka secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana menjadi 2741 orang, sembuh sebanyak 2407 orang dan meninggal 88 orang.

Baca Juga:  Diduga Salah Gunakan Jabatan, Mantan Bendahara Dewan Dipolisikan

Sedangkan untuk kasus aktif dan masih menjalani perawatan di RS, hotel, dan puskesmas maupun isolasi mandiri tercatat ada sebanyak 334 orang.

NEGARA–Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan over kapasitas ruang isolasi, Pemkab Jembrana telah menyiapkan alternative.

Salah satu langkah Pemkab Jembrana, yakni dengan menjadikan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi sebagai alternative tempat isolasi baru bagi pasien Corona.

Seperti disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba.

Menurutnya, langkah atau alasan pemerintah menjadikan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi sebagai alternative tempat isolasi bagi pasien Covid-19, ini selain untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus harian, juga karena tempat isolasi di hotel saat ini sudah penuh.

“Jadi nanti kemungkinan kita akan gunakan Gedung Anjungan Cerdas Rambut Siwi. Namun untuk memastikan kesiapan gedung, kami akan lakukan tinjau dulu,” ujarnya Bupati Tamba, Jumat (9/7) di RSU Negara saat memberikan semangat dan motivasi kepada tenaga medis.

Baca Juga:  Hadapi Tahun Politik, Bupati Warning Perbekel Netral

Menurut bupati, dengan penyediaan tempat isolasi terpusat bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak bergejala, selain memudahkan pengawasan dan pemantauan kesehatan. Juga untuk menekan paparan virus saat melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kalau isolasi mandiri di rumah maka rawan terjadi penularan pada orang lain, terutama keluarga terdekat yang tinggal dalam satu rumah,”tegasnya.

 Sementara itu, terkait kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana, berdasarkan data harian Satgas penanganan Covid-19 Jembrana terus mengalami peningkatan.

Dalam sehari (Jumat (9/7), tercatat ada 45 kasus baru terkonfirmasi positif, dengan satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia.

Adanya penambahan kasus baru harian, maka secara kumulatif, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana menjadi 2741 orang, sembuh sebanyak 2407 orang dan meninggal 88 orang.

Baca Juga:  Penanganan Korban Banjir Bandang, Ini Tawaran Solusi Bupati Jembrana..

Sedangkan untuk kasus aktif dan masih menjalani perawatan di RS, hotel, dan puskesmas maupun isolasi mandiri tercatat ada sebanyak 334 orang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/