alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

CATAT!!Siswa Dianiaya,Kadisdikpora Minta Pengawasan Ditingkatkan

SINGARAJA-Kasus penganiayaan dengan korban seorang siswa sekolah dasar (SD) kembali terjadi, Kamis (9/8)pagi di salah satu sekolah negeri di Buleleng.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa, meminta agar pihak sekolah meningkatkan pengawasan.

Menurut Suyasa, sebenarnya kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Kedua pihak juga telah menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Tapi karena tadi pagi masih ada gejala tidak puas dari orang tua siswa laki-laki ini, sehingga siswa diantar Babinsa ke sekolah. Kemudian ada proses lebih lanjut ke kepolisian. Jadi kami hanya bisa menunggu,” kata Suyasa.

Menurutnya, saat peristiwa pemukulan itu terjadi, kepala sekolah dan guru berada di dalam sekolah.

Baca Juga:  Disambar Petir saat Hujan Lebat, Rumah Warga Tejakula Ludes Terbakar

Hanya saja tak ada yang melihat langsung kejadian itu, karena guru dan kepala sekolah tengah berada di ruang guru.

Terkait masalah tersebut, Suyasa meminta agar kepala sekolah melakukan pengawasan lebih baik lagi pada siswanya.

Terlebih peristiwa itu terjadi di areal sekolah dan masih dalam jam sekolah.

“Kami minta pengawasan internal sekolah ditingkatkan lagi oleh kepala sekolah dan guru. Supaya menghindari masalah seperti ini lagi. Langkah berikutnya, kami hanya bisa menunggu. Karena ini sudah bergulir ke hukum, jadi ya menunggu hasil itu dulu,” tandas Suyasa.

 



SINGARAJA-Kasus penganiayaan dengan korban seorang siswa sekolah dasar (SD) kembali terjadi, Kamis (9/8)pagi di salah satu sekolah negeri di Buleleng.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Gede Suyasa, meminta agar pihak sekolah meningkatkan pengawasan.

Menurut Suyasa, sebenarnya kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Kedua pihak juga telah menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Tapi karena tadi pagi masih ada gejala tidak puas dari orang tua siswa laki-laki ini, sehingga siswa diantar Babinsa ke sekolah. Kemudian ada proses lebih lanjut ke kepolisian. Jadi kami hanya bisa menunggu,” kata Suyasa.

Menurutnya, saat peristiwa pemukulan itu terjadi, kepala sekolah dan guru berada di dalam sekolah.

Baca Juga:  Proyek Bendungan Tamblang Makan Korban, 74 KK Terpaksa Menyingkir

Hanya saja tak ada yang melihat langsung kejadian itu, karena guru dan kepala sekolah tengah berada di ruang guru.

Terkait masalah tersebut, Suyasa meminta agar kepala sekolah melakukan pengawasan lebih baik lagi pada siswanya.

Terlebih peristiwa itu terjadi di areal sekolah dan masih dalam jam sekolah.

“Kami minta pengawasan internal sekolah ditingkatkan lagi oleh kepala sekolah dan guru. Supaya menghindari masalah seperti ini lagi. Langkah berikutnya, kami hanya bisa menunggu. Karena ini sudah bergulir ke hukum, jadi ya menunggu hasil itu dulu,” tandas Suyasa.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/