alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Cek Terumbu Karang, Menyelam Sambil Kibarkan Bendera Merah Putih

SINGARAJA – Komunitas di Desa Baktiseraga, Buleleng, punya cara sendiri dalam merayakan bulan kemerdekaan. Pada Minggu (8/8) lalu, mereka melakukan aksi penyelaman di pesisir Pantai Penimbangan.

 

Mereka melakukan pemantauan kondisi terumbu karang, sekaligus mengibarkan bendera merah putih.

 

Ada tujuh orang yang melakukan penyelaman pada pagi itu. Diantaranya adalah Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada dan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari, Gede Wiadnyana.

 

Tadinya para penyelam itu hanya berencana melakukan penyelaman rutin. Memantau struktur terumbu karang yang ditenggelamkan saat program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) diluncurkan pada Desember 2020 lalu.

- Advertisement -

 

Tiba-tiba muncul gagasan mengibarkan bendera merah putih. Caranya sederhana saja. Bendera merah putih diikat pada tali rafia. Selanjutnya tali itu diikat pada set BCD yang dikenakan para penyelam. Sehingga saat menyelam, bendera terbentang naik.

Baca Juga:  Info Dari Anak Kecil, TSK Sempat Pakai Celana Lapis 6 Saat Ditangkap

 

“Ya sebenarnya itu ide spontan teman-teman saja. Meski dalam kondisi pandemi begini, spirit kemerdekaan harus tetap kuat,” kata Armada.

 

Menurut Armada, sebulan sekali dirinya selalu menyempatkan diri menyelam bersama anggota Pokmaswas Penimbangan Lestari. Melakukan monitoring pertumbuhan terumbu karang, sekaligus melakukan pembersihan bawah laut.

 

Dari pemantauan kemarin, kondisi terumbu karang diakui sudah cukup bagus. Karang yang ditanam saat program ICRG juga mulai tumbuh. Kondisi bawah laut juga diakui sudah bersih. Itu berarti kesadaran masyarakat menjaga lingkungan semakin tumbuh.

 

“Kami hanya temukan 1-2 sampah plastik saja. Tidak terlalu signifikan seperti yang sudah-sudah. Kami anggap program pelestarian lingkungan di kawasan pesisir kita sudah dalam kondisi on the track,” jelas Armada.

Baca Juga:  Seratusan Pura Rusak, Kerahkan Personel TNI Bersihkan Reruntuhan

 

Kini selain melakukan pelestarian terumbu karang dan penetasan tukik, pihak desa juga tengah menggagas program baru. Yakni melestarikan padang lamun yang terdapat di sisi utara desa.

 

Padang itu akan menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Sebab sumber makanan biota laut. Sekaligus menjadi lokasi pemijahan dan pembesaran biota.

 

“Padang ini juga akan menjadi penyerap emisi karbon kita di desa. Sekaligus meredam gelombang pasang, sehingga kerusakan garis pantai dapat kita cegah,” demikian Armada.

- Advertisement -

SINGARAJA – Komunitas di Desa Baktiseraga, Buleleng, punya cara sendiri dalam merayakan bulan kemerdekaan. Pada Minggu (8/8) lalu, mereka melakukan aksi penyelaman di pesisir Pantai Penimbangan.

 

Mereka melakukan pemantauan kondisi terumbu karang, sekaligus mengibarkan bendera merah putih.

 

Ada tujuh orang yang melakukan penyelaman pada pagi itu. Diantaranya adalah Perbekel Baktiseraga Gusti Putu Armada dan Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Penimbangan Lestari, Gede Wiadnyana.

 

Tadinya para penyelam itu hanya berencana melakukan penyelaman rutin. Memantau struktur terumbu karang yang ditenggelamkan saat program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) diluncurkan pada Desember 2020 lalu.

 

Tiba-tiba muncul gagasan mengibarkan bendera merah putih. Caranya sederhana saja. Bendera merah putih diikat pada tali rafia. Selanjutnya tali itu diikat pada set BCD yang dikenakan para penyelam. Sehingga saat menyelam, bendera terbentang naik.

Baca Juga:  Catat! Tangani Pendangkalan Danau Buyan Perlu Dana Rp 150 Miliar

 

“Ya sebenarnya itu ide spontan teman-teman saja. Meski dalam kondisi pandemi begini, spirit kemerdekaan harus tetap kuat,” kata Armada.

 

Menurut Armada, sebulan sekali dirinya selalu menyempatkan diri menyelam bersama anggota Pokmaswas Penimbangan Lestari. Melakukan monitoring pertumbuhan terumbu karang, sekaligus melakukan pembersihan bawah laut.

 

Dari pemantauan kemarin, kondisi terumbu karang diakui sudah cukup bagus. Karang yang ditanam saat program ICRG juga mulai tumbuh. Kondisi bawah laut juga diakui sudah bersih. Itu berarti kesadaran masyarakat menjaga lingkungan semakin tumbuh.

 

“Kami hanya temukan 1-2 sampah plastik saja. Tidak terlalu signifikan seperti yang sudah-sudah. Kami anggap program pelestarian lingkungan di kawasan pesisir kita sudah dalam kondisi on the track,” jelas Armada.

Baca Juga:  Seratusan Pura Rusak, Kerahkan Personel TNI Bersihkan Reruntuhan

 

Kini selain melakukan pelestarian terumbu karang dan penetasan tukik, pihak desa juga tengah menggagas program baru. Yakni melestarikan padang lamun yang terdapat di sisi utara desa.

 

Padang itu akan menjaga keberlangsungan ekosistem laut. Sebab sumber makanan biota laut. Sekaligus menjadi lokasi pemijahan dan pembesaran biota.

 

“Padang ini juga akan menjadi penyerap emisi karbon kita di desa. Sekaligus meredam gelombang pasang, sehingga kerusakan garis pantai dapat kita cegah,” demikian Armada.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/