alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Kecil dan Berisiko, Honor Petugas Pemakaman Jenazah Diusulkan Naik

KARANGASEM-Kecilnya honor dan tingginya risiko petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 menjadi perhatian tersendiri bagi kepala pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa.

 

Selain risiko terpapar virus, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 juga berisiko terlibat konflik langsung dengan masyarakat.

 

Seperti diketahui sebelumnya, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 ini hanya menerima upah atau honor sebesar Rp 75 ribu per hari.

 

Bahkan meski harus lembur ketika kasus meninggal tinggi, para petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 ini juga tak mendapat dana tambahan.

 

 

Untuk itu, dengan mempertimbangkan risiko, mulai dari resiko terpapar Covid-19 hingga resiko konflik di masyarakat, Arimbawa mengaku telah mengusulkan untuk dilakukan evaluasi agar ada peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga:  Hujan Deras Picu Pohon Bertumbangan, Tim Gabungan Turun Tangan

 

“Pada bulan Januari 2021, dilaksanakan rapat. Saya tawarkan paling tidak ada lah perhatian peningkatan uang keringat bagi petugas.

 

Kemudian kami cari refrensi ke kabupaten lain, hasilnya ada yang Rp 300 ribu ada juga yang Rp 250 dan akhirnya disepakati Rp 250 ribu di dalam rapat, ” terang Arimbawa.

Hanya saja, meski telah disepakati, ternyata dari Januari sampai bulan Juni 2021 dana atau uang saku tersebut tidak pernah teramprah alias tidak cair dikarenakan ada keraguan di dalam regulasinya,”ungkap Arimbawa.

 

Bahkan akibat tidak pernah teramprah, untuk kebutuhan makan minum anggota ataupun hanya sekedar membeli kopi, banyak dari para petugas pemakaman yang  terpaksa menggunakan uang pribadi.

Baca Juga:  Satgas Gabungan di Karangasem Kewalahan Makamkan Jenazah Covid-19

 

“Kadang pas saya ke lapangan uang pribadi buat beli nasi bungkus, kopi atau lainnya. Jadi selama Januari sampai Juni mereka ngayah,” ungkapnya.

Arimbawa menambahkan, rencananya untuk bulan Juli uang tersebut akan dicairkan. Karena sudah diajukan.

 

“Rencananya akan diberikan untuk uang lelah yang bulan Juli. Ini sudah diajukan,” tandasnya.


KARANGASEM-Kecilnya honor dan tingginya risiko petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 menjadi perhatian tersendiri bagi kepala pelaksana BPBD Karangasem Ida Ketut Arimbawa.

 

Selain risiko terpapar virus, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 juga berisiko terlibat konflik langsung dengan masyarakat.

 

Seperti diketahui sebelumnya, para petugas pemakaman jenazah Covid-19 ini hanya menerima upah atau honor sebesar Rp 75 ribu per hari.

 

Bahkan meski harus lembur ketika kasus meninggal tinggi, para petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 ini juga tak mendapat dana tambahan.

 

 

Untuk itu, dengan mempertimbangkan risiko, mulai dari resiko terpapar Covid-19 hingga resiko konflik di masyarakat, Arimbawa mengaku telah mengusulkan untuk dilakukan evaluasi agar ada peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga:  Tingkat Kesembuhan Cetak Rekor Tertinggi, Sehari 22 Pasien Sembuh

 

“Pada bulan Januari 2021, dilaksanakan rapat. Saya tawarkan paling tidak ada lah perhatian peningkatan uang keringat bagi petugas.

 

Kemudian kami cari refrensi ke kabupaten lain, hasilnya ada yang Rp 300 ribu ada juga yang Rp 250 dan akhirnya disepakati Rp 250 ribu di dalam rapat, ” terang Arimbawa.

Hanya saja, meski telah disepakati, ternyata dari Januari sampai bulan Juni 2021 dana atau uang saku tersebut tidak pernah teramprah alias tidak cair dikarenakan ada keraguan di dalam regulasinya,”ungkap Arimbawa.

 

Bahkan akibat tidak pernah teramprah, untuk kebutuhan makan minum anggota ataupun hanya sekedar membeli kopi, banyak dari para petugas pemakaman yang  terpaksa menggunakan uang pribadi.

Baca Juga:  Hujan Deras Picu Pohon Bertumbangan, Tim Gabungan Turun Tangan

 

“Kadang pas saya ke lapangan uang pribadi buat beli nasi bungkus, kopi atau lainnya. Jadi selama Januari sampai Juni mereka ngayah,” ungkapnya.

Arimbawa menambahkan, rencananya untuk bulan Juli uang tersebut akan dicairkan. Karena sudah diajukan.

 

“Rencananya akan diberikan untuk uang lelah yang bulan Juli. Ini sudah diajukan,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/