alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Kecelakaan WNA di Devil’sTear Bisa Rusak Citra Nusa Penida

SEMARAPURA-Jatuhnya dua wisatawan Tiongkot saat selfie di Pantai Devil’s Tear, Desa Lembongan, Nusa Penida menuai sorotan.

Dewan menilai, meski berhasil selamat, kasus jatuhnya dua wisatawan asing , Li Wie Jun, 30 dan Zhi Hong, 35, yang jatuh terhempas ombak dari tebing Pantai Devil’s Tear, bila dibiarkan akan berpotensi merusak citra wisata Bali dan Nusa Penida

Seperti ditegaskan Anggota DPRD Klungkung, I Made Jana, Minggu (9/9).

 

Menurutnya, dengan kemudahan akses informasi peristiwa jatuhnya wisatawan saat berwisata ke Nusa Penida sangat mudah diketahui.

 

“Peristiwa seperti ini bisa berdampak negative terhadap citra pariwisata.

 

Ini perlu sinergi semua pihak.

 

Tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah saja,” katanya.

Baca Juga:  Sengketa RSS Kayubuntil Kian Ruwet,Kaling Tuding Bagiada Tak Punya Hak

 

Menurutnya, kesadaran wisatawan juga diaku sangat penting untuk menjaga keselamatannya saat berwisata.

 

Sebab peristiwa wisatawan jatuh dari tebing yang terjadi beberapa kali itu tidak terlepas dari ketidaksadaran wisatawan dalam berwisata.

“Objek wisata tebing Pantai Devil’s Tear telah dipasangi papan himbauan, namun masih banyak wisatawan yang melanggar sehingga peristiwa wisatawan jatuh dari tebing kembali terulang,”tandasnya.

 

 Untuk itu, lanjut Made Jana, sebagai antisipasi, pihaknya menyarankan agar lokasi atau objek wisata yang rawan terjadinya dijaga petugas keamanan seperti satpam atau pecalang. “Begitu juga Pemkab juga harus menempatkan petugasnya di sana,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengungkapkan, di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Klungkung berupaya agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga:  Ketakutan, Warga Klungkung Mendadak Ramai-Ramai Kembalikan Dana Hibah

 

Namun, khusus di objek wisata Devil’s Tear, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Asita Bali dalam menyediakan pagar pengaman yang ditarget bisa terpasang di tahun 2018.

 

 “Karena keterbatasan anggaran, bari Devil’s Tear saja yang bisa dipasang pagar pengaman di tahun 2018 ini.

Untuk tahun 2019, kami tidak ada penganggaran untuk pagar pengaman karena kami fokus untuk pengembangan daya tarik wisata,” tandasnya.

 



SEMARAPURA-Jatuhnya dua wisatawan Tiongkot saat selfie di Pantai Devil’s Tear, Desa Lembongan, Nusa Penida menuai sorotan.

Dewan menilai, meski berhasil selamat, kasus jatuhnya dua wisatawan asing , Li Wie Jun, 30 dan Zhi Hong, 35, yang jatuh terhempas ombak dari tebing Pantai Devil’s Tear, bila dibiarkan akan berpotensi merusak citra wisata Bali dan Nusa Penida

Seperti ditegaskan Anggota DPRD Klungkung, I Made Jana, Minggu (9/9).

 

Menurutnya, dengan kemudahan akses informasi peristiwa jatuhnya wisatawan saat berwisata ke Nusa Penida sangat mudah diketahui.

 

“Peristiwa seperti ini bisa berdampak negative terhadap citra pariwisata.

 

Ini perlu sinergi semua pihak.

 

Tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah saja,” katanya.

Baca Juga:  Penanganan Abrasi di Pantai Klungkung, Bali Tak Jelas

 

Menurutnya, kesadaran wisatawan juga diaku sangat penting untuk menjaga keselamatannya saat berwisata.

 

Sebab peristiwa wisatawan jatuh dari tebing yang terjadi beberapa kali itu tidak terlepas dari ketidaksadaran wisatawan dalam berwisata.

“Objek wisata tebing Pantai Devil’s Tear telah dipasangi papan himbauan, namun masih banyak wisatawan yang melanggar sehingga peristiwa wisatawan jatuh dari tebing kembali terulang,”tandasnya.

 

 Untuk itu, lanjut Made Jana, sebagai antisipasi, pihaknya menyarankan agar lokasi atau objek wisata yang rawan terjadinya dijaga petugas keamanan seperti satpam atau pecalang. “Begitu juga Pemkab juga harus menempatkan petugasnya di sana,” ujarnya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta mengungkapkan, di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Klungkung berupaya agar bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.

Baca Juga:  Ungkap Perpeloncoan, Kwacab Pramuka Buleleng Turunkan Tim Investigasi

 

Namun, khusus di objek wisata Devil’s Tear, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Asita Bali dalam menyediakan pagar pengaman yang ditarget bisa terpasang di tahun 2018.

 

 “Karena keterbatasan anggaran, bari Devil’s Tear saja yang bisa dipasang pagar pengaman di tahun 2018 ini.

Untuk tahun 2019, kami tidak ada penganggaran untuk pagar pengaman karena kami fokus untuk pengembangan daya tarik wisata,” tandasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/