alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Pipa Air Pecah, 1.845 Pelanggan Tirta Tohlangkir Karangasem Terancam

AMLAPURA – Pendistribusian air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir ke 1.845 pelanggan terancam terganggu jika

sampai hari ini pipa transmisi pompa 6 di jalur Palasan Tumbu, Karangasem yang meledak belum berhasil diperbaiki.

Meledaknya pipa lantaran sambungan pipa sudah cukup tua sehingga terlepas dan membuat pipa meledak.

Dengan adanya sejumlah peristiwa serupa, Perumda Tirta Tohlangkir berencana untuk melakukan pergantian pipa mulai tahun 2020 mendatang dengan harapan peristiwa serupa tidak kerap terjadi.

Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi membenarkan pipa transmisi pompa 6 di jalur Palasan Tumbu meledak pagi kemarin.

Meledaknya pipa lantaran tekanan air cukup keras sehingga sambungan pipa yang berusia tua itu akhirnya bocor dan membuat pipa pecah.

Baca Juga:  BPBD Ingatkan Cuaca Ekstrem dan Ancaman Bencana di Badung

“Sedikit saja pipa terlepas dari sambungan, pipa langsung pecah terbelah menjadi dua. Sambungan pipa itu sudah lama-lama, bahkan ada yang pada saat zaman Belanda,” katanya.

Akibat pipa tersebut pecah, air tidak bisa dipompa ke resevoar di Gin Gin Seraya. Sejak pagi hingga siang kemarin,

petugas masih terus bekerja dan ditargetkan sore kemarin bisa selesai diperbaiki karena semua peralatan sudah siap.

Namun, jika hingga pagi hari ini ternyata belum juga berhasil diperbaiki, maka pendistribusian air ke 1.845 pelanggan akan terganggu.

“Di resevoar Gin Gin masih ada stok air sehingga pendistribusian air belum terganggu. Tapi, kalau ternyata lebih dari satu hari belum juga berhasil diperbaiki, pendistribusian air baru akan macet,” terangnya.

Baca Juga:  Demi Anak, Abaikan Bahaya Corona, Rusak Police Line di Area Publik

Diungkapkannya, ada sekitar 100 titik sambungan pipa di wilayah Seraya, Karangasem yang rawan bocor.

Itu lantaran tekanan air cukup keras akibat lokasi pipa berada di perbukitan. Mengingat pecahnya pipa akibat sambungan bocor kerap terjadi,

pihaknya berencana mengganti pipa PVC yang digunakan saat ini menjadi pipa GWI yang tanpa sambungan tahun 2020 mendatang.

“Rencananya tahun ini ada sepanjang 200 meter pipa PVC yang kami ganti menggunakan pipa GWI di tahun 2020 dari 600 meter pipa yang rawan.

Yang mana lebih dulu pecah, yang itu akan kami ganti menggunakan GWI. Untuk jumlah anggarannya belum bisa kami pastikan,” tandasnya. 



AMLAPURA – Pendistribusian air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir ke 1.845 pelanggan terancam terganggu jika

sampai hari ini pipa transmisi pompa 6 di jalur Palasan Tumbu, Karangasem yang meledak belum berhasil diperbaiki.

Meledaknya pipa lantaran sambungan pipa sudah cukup tua sehingga terlepas dan membuat pipa meledak.

Dengan adanya sejumlah peristiwa serupa, Perumda Tirta Tohlangkir berencana untuk melakukan pergantian pipa mulai tahun 2020 mendatang dengan harapan peristiwa serupa tidak kerap terjadi.

Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi membenarkan pipa transmisi pompa 6 di jalur Palasan Tumbu meledak pagi kemarin.

Meledaknya pipa lantaran tekanan air cukup keras sehingga sambungan pipa yang berusia tua itu akhirnya bocor dan membuat pipa pecah.

Baca Juga:  Terkendala Cuaca dan Alat, Pembersihan Material Banjir Bisa Sepekan

“Sedikit saja pipa terlepas dari sambungan, pipa langsung pecah terbelah menjadi dua. Sambungan pipa itu sudah lama-lama, bahkan ada yang pada saat zaman Belanda,” katanya.

Akibat pipa tersebut pecah, air tidak bisa dipompa ke resevoar di Gin Gin Seraya. Sejak pagi hingga siang kemarin,

petugas masih terus bekerja dan ditargetkan sore kemarin bisa selesai diperbaiki karena semua peralatan sudah siap.

Namun, jika hingga pagi hari ini ternyata belum juga berhasil diperbaiki, maka pendistribusian air ke 1.845 pelanggan akan terganggu.

“Di resevoar Gin Gin masih ada stok air sehingga pendistribusian air belum terganggu. Tapi, kalau ternyata lebih dari satu hari belum juga berhasil diperbaiki, pendistribusian air baru akan macet,” terangnya.

Baca Juga:  Percepat Pemulihan Ekonomi, Genjot Vaksinasi Praktisi Pariwisata

Diungkapkannya, ada sekitar 100 titik sambungan pipa di wilayah Seraya, Karangasem yang rawan bocor.

Itu lantaran tekanan air cukup keras akibat lokasi pipa berada di perbukitan. Mengingat pecahnya pipa akibat sambungan bocor kerap terjadi,

pihaknya berencana mengganti pipa PVC yang digunakan saat ini menjadi pipa GWI yang tanpa sambungan tahun 2020 mendatang.

“Rencananya tahun ini ada sepanjang 200 meter pipa PVC yang kami ganti menggunakan pipa GWI di tahun 2020 dari 600 meter pipa yang rawan.

Yang mana lebih dulu pecah, yang itu akan kami ganti menggunakan GWI. Untuk jumlah anggarannya belum bisa kami pastikan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/