alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Sehari Naik 12 Kasus, Pasien Covid di Jembrana Isolasi di Puskesmas

NEGARA – Isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak tertampung isolasi RSU Negara akan diisolasi di ruang rawat inap Puskesmas yang telah ditunjuk.

Isolasi di puskesmas rencana dimulai hari ini, mengingat tambahan kasus terkonfirmasi positif meningkat drastis hingga 12 kasus sehari.

Ruang rawat inap puskesmas yang difungsikan untuk isolasi pasien Covid-19, diupayakan sesuai dengan tempat tinggal pasien.

Misalnya pasien asal Pekutatan, jika pasien tidak bergejala maka akan menggunakan puskesmas di Pekutatan yang telah ditetapkan sebagai tempat isolasi.

“Pasien akan dirujuk ke isolasi puskesmas terdekat dengan isolasi,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha kemarin.

Penggunaan ruang isolasi di puskesmas tersebut tergantung dari kondisi isolasi di RSU Negara. Jika isolasi RSU Negara penuh secara bertahap akan isolasi pasien di Puskesmas yang telah siap digunakan.

“Mulai besok pagi. Secara bertahap pasien dibawa ke puskesmas untuk isolasi,” terangnya. Isolasi di puskesmas ini akan dimulai hari ini, mengingat kasus baru di Jembrana kemarin meningkat.

Baca Juga:  Aneh, Atribut Caleg di Buleleng Banyak Dompleng Fasilitas Umum

Sebanyak 12 kasus baru terkonfirmasi positif tersebar di sejumlah desa dan kecamatan. Sebanyak enam orang diantaranya merupakan keluarga pasien probable asal Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan yang meninggal beberapa waktu lalu.

Penambahan kasus tersebut, membuat kasus kumulatif kasus positif di Jembrana sebanyak 364 orang, sembuh sebanyak 306 orang dan meninggal 7 orang.

Karena itu, jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 51 orang, sebagian sudah isolasi di RSU Negara. Sementara, kapasitas isolasi RSU Negara hanya tersedia 42 tempat tidur.

Seperti diketahui, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Jembrana membuat kapasitas ruang isolasi di rumah sakit umum (RSU) Negara tidak mencukupi.

Karena itu, salah satu opsi yang dipilih untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri dengan menggunakan puskesmas yang menyediakan ruang rawat inap.

Baca Juga:  OTG Konfirmasi Positif Terus Bertambah, GTPP Isolasi OTG Positif di RS

Namun, dari total enam puskesmas yang ada di Jembrana, hanya empat puskesmas akan digunakan untuk ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif, sehingga tidak ada lagi yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Namun, hanya empat puskesmas yang akan digunakan untuk isolasi dengan kapasitas 40 tempat tidur.

Dengan tambahan tempat isolasi di empat puskesmas tersebut kapasitas isolasi pasien Covid-19 di Jembrana sebanyak 82 tempat tidur, sebanyak 42 tempat tidur di isolasi RSU Negara.

Pengawasan di empat puskesmas yang dijadikan tempat isolasi tersebut dipantau langsung oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana, melibatkan TNI dan Polri. Kesiapan empat puskesmas tersebut sudah disurvei sehingga bisa segara digunakan.

Empat puskesmas dari enam puskesmas di Jembrana yang dijadikan tempat isolasi tersebut Pekutatan I, Mendoyo I, Negara II dan Melaya II.

Empat puskesmas tersebut dipilih karena terpisah ruang rawat inapnya dengan tempat pelayanan pasien umum. 



NEGARA – Isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak tertampung isolasi RSU Negara akan diisolasi di ruang rawat inap Puskesmas yang telah ditunjuk.

Isolasi di puskesmas rencana dimulai hari ini, mengingat tambahan kasus terkonfirmasi positif meningkat drastis hingga 12 kasus sehari.

Ruang rawat inap puskesmas yang difungsikan untuk isolasi pasien Covid-19, diupayakan sesuai dengan tempat tinggal pasien.

Misalnya pasien asal Pekutatan, jika pasien tidak bergejala maka akan menggunakan puskesmas di Pekutatan yang telah ditetapkan sebagai tempat isolasi.

“Pasien akan dirujuk ke isolasi puskesmas terdekat dengan isolasi,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha kemarin.

Penggunaan ruang isolasi di puskesmas tersebut tergantung dari kondisi isolasi di RSU Negara. Jika isolasi RSU Negara penuh secara bertahap akan isolasi pasien di Puskesmas yang telah siap digunakan.

“Mulai besok pagi. Secara bertahap pasien dibawa ke puskesmas untuk isolasi,” terangnya. Isolasi di puskesmas ini akan dimulai hari ini, mengingat kasus baru di Jembrana kemarin meningkat.

Baca Juga:  Blok Tahanan Lapas Tabanan Dirazia, Petugas Temukan Sajam

Sebanyak 12 kasus baru terkonfirmasi positif tersebar di sejumlah desa dan kecamatan. Sebanyak enam orang diantaranya merupakan keluarga pasien probable asal Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan yang meninggal beberapa waktu lalu.

Penambahan kasus tersebut, membuat kasus kumulatif kasus positif di Jembrana sebanyak 364 orang, sembuh sebanyak 306 orang dan meninggal 7 orang.

Karena itu, jumlah pasien yang masih dalam perawatan sebanyak 51 orang, sebagian sudah isolasi di RSU Negara. Sementara, kapasitas isolasi RSU Negara hanya tersedia 42 tempat tidur.

Seperti diketahui, meningkatnya kasus positif Covid-19 di Jembrana membuat kapasitas ruang isolasi di rumah sakit umum (RSU) Negara tidak mencukupi.

Karena itu, salah satu opsi yang dipilih untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang isolasi mandiri dengan menggunakan puskesmas yang menyediakan ruang rawat inap.

Baca Juga:  Ada Pelintas Lolos Tanpa Surat Sehat, Tambah Pos Pemeriksaan di Cekik

Namun, dari total enam puskesmas yang ada di Jembrana, hanya empat puskesmas akan digunakan untuk ruang isolasi pasien terkonfirmasi positif, sehingga tidak ada lagi yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Namun, hanya empat puskesmas yang akan digunakan untuk isolasi dengan kapasitas 40 tempat tidur.

Dengan tambahan tempat isolasi di empat puskesmas tersebut kapasitas isolasi pasien Covid-19 di Jembrana sebanyak 82 tempat tidur, sebanyak 42 tempat tidur di isolasi RSU Negara.

Pengawasan di empat puskesmas yang dijadikan tempat isolasi tersebut dipantau langsung oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana, melibatkan TNI dan Polri. Kesiapan empat puskesmas tersebut sudah disurvei sehingga bisa segara digunakan.

Empat puskesmas dari enam puskesmas di Jembrana yang dijadikan tempat isolasi tersebut Pekutatan I, Mendoyo I, Negara II dan Melaya II.

Empat puskesmas tersebut dipilih karena terpisah ruang rawat inapnya dengan tempat pelayanan pasien umum. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/