alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Banser NU dan Pecalang Kompak Jaga Persembahyangan Galungan di Bali

NEGARA – Sebagai wujud dari toleransi, saling menghormati dan menghargai antarumat beragama,  Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, ranting Desa Banyubiru, ikut serta menjadi bagian dari pengamanan Persembahyangan Hari Raya Galungan, Rabu (10/1).

 

Anggota Banser berbagi tugas dengan pecalang, bhabinkamtibmas dan Babinsa mengamankan jalannya persembahyangan. Anggota Banser, bertugas mengatur lalu lintas dan menyeberangkan krama Hindu yang akan bersembahyang ke pura. Sementara, pecalang berada di sekitar pura.

 

Pimpinan Ranting Banser Desa Banyubiru Syaiful Mujab mengatakan, kolaborasi bersama pecalang dan aparat keamanan merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun.

 

Setiap ada kegiatan keagamaan di Pura, Banser menjadi bagian pengamanan lalu lintas untuk memudahkan Krama yang akan sembahyang.

Baca Juga:  Heboh! Panasi Motor, Vario Cewek di Gianyar Bali Hangus Tinggal Rangka

 

Seperti persembahyangan hari raya Galungan di pura Puseh dan Pura Dalem Desa Banyubiru kemarin.

 

“Ini sudah tradisi, pecalang juga bersinergi dengan banser jika ada kegiatan keagamaan umat muslim,” ungkapnya.

 

Menurutnya, tugas dari Banser memang hanya mengatur lalu lintas untuk membantu krama yang akan sembahyang. Meski terlihat sepele dan kecil, tetapi semangatnya adalah menjaga toleransi, saling menjaga dan menghormati antar umat beragama.

 

“Kerukunan antar umat beragama ini yang harus dijaga, dirawat untuk keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

 

Dari sinergi dengan pecalang, sebagai upaya kecil menjaga keharmonisan antar umat beragama. Karena ketika keharmonisan antar terjaga, tanpa pandang agama maka akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa yang tidak mudah dipecah belah oleh provokasi dan propaganda yang memecah belah bangsa.

Baca Juga:  Cuaca di Bali Berstatus Waspada, Ini Prediksi Pihak BMKG

 

“Prinsip kami hanya satu, menjaga keharmonisan antaragama demi keutuhan NKRI. Karena cinta kami persatuan dan kesatuan,” terangnya.

 

Pihaknya berharap, generasi muda khususnya di Jembrana yang memiliki penduduk yang heterogen, tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama. Saling menghormati dan menghargai umat agama lain.



NEGARA – Sebagai wujud dari toleransi, saling menghormati dan menghargai antarumat beragama,  Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama, ranting Desa Banyubiru, ikut serta menjadi bagian dari pengamanan Persembahyangan Hari Raya Galungan, Rabu (10/1).

 

Anggota Banser berbagi tugas dengan pecalang, bhabinkamtibmas dan Babinsa mengamankan jalannya persembahyangan. Anggota Banser, bertugas mengatur lalu lintas dan menyeberangkan krama Hindu yang akan bersembahyang ke pura. Sementara, pecalang berada di sekitar pura.

 

Pimpinan Ranting Banser Desa Banyubiru Syaiful Mujab mengatakan, kolaborasi bersama pecalang dan aparat keamanan merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun.

 

Setiap ada kegiatan keagamaan di Pura, Banser menjadi bagian pengamanan lalu lintas untuk memudahkan Krama yang akan sembahyang.

Baca Juga:  Disapu Angin Kencang Siang Bolong, Bale Gede Milik Warga Penebel Roboh

 

Seperti persembahyangan hari raya Galungan di pura Puseh dan Pura Dalem Desa Banyubiru kemarin.

 

“Ini sudah tradisi, pecalang juga bersinergi dengan banser jika ada kegiatan keagamaan umat muslim,” ungkapnya.

 

Menurutnya, tugas dari Banser memang hanya mengatur lalu lintas untuk membantu krama yang akan sembahyang. Meski terlihat sepele dan kecil, tetapi semangatnya adalah menjaga toleransi, saling menjaga dan menghormati antar umat beragama.

 

“Kerukunan antar umat beragama ini yang harus dijaga, dirawat untuk keutuhan bangsa dan negara,” ujarnya.

 

Dari sinergi dengan pecalang, sebagai upaya kecil menjaga keharmonisan antar umat beragama. Karena ketika keharmonisan antar terjaga, tanpa pandang agama maka akan tercipta persatuan dan kesatuan bangsa yang tidak mudah dipecah belah oleh provokasi dan propaganda yang memecah belah bangsa.

Baca Juga:  Cuaca Buruk Masih Mengintai, Bali Masuk Status Siaga Banjir

 

“Prinsip kami hanya satu, menjaga keharmonisan antaragama demi keutuhan NKRI. Karena cinta kami persatuan dan kesatuan,” terangnya.

 

Pihaknya berharap, generasi muda khususnya di Jembrana yang memiliki penduduk yang heterogen, tetap menjaga keharmonisan antar umat beragama. Saling menghormati dan menghargai umat agama lain.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/