alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Waspada! Angin Kencang dan Arus Kuat Kembali Picu Pelabuhan Tutup

NEGARA – Meski Sabtu (9/11) kemarin langit di Selat Bali cukup cerah, namun penyeberangan lintas Jawa-Bali harus ditutup sementara.

Penyebabnya karena kapal-kapal tidak bisa sandar dan bongkar muat di Pelabuhan Ketapang akibat ombak, angin kencang dan arus kuat.

Sebelum penyeberangan ditutup, cuaca di Selat Bali masih aman. Bahkan sampai siang cuaca masih bagus dan pelayaran lancar.

Namun, menjelang sore, angin kencang bertiup ke arah barat mulai terjadi. Arus laut mengalir sangat deras. Akibat angin kencang tersebut menimbulkan ombak besar di pelabuhan Ketapang.

Besarnya ombak dan arus kuat membuat kapal-kapal yang sandar untuk bongkar buat bergoyang keras sehingga membahayakan pengguna jasa.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Petani Kopi Pupuan Target Bisa Panen 70 Persen

Agar kapal tidak rusak berbenturan dengan dermaga akibat digoyang ombak yang bisa mengakibatkan lambung kapal bocor serta kendaraan yang akan naik kapal jatuh ke laut,

Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Ketapang  berkoordinasi dengan UPP Gilimanuk untuk menutup sementara penyeberangan.

Setelah sepakat, penyeberangan di Selat Bali kemudian ditutup mulai pukul 14.50. Penutupan penyeberangan itu menimbulkan penumpukan kendaraan di parkir pelabuhan.

Ratusan kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi bus dan truk terpaksa diam menunggu penyeberangan dibuka.

“Mudah-mudahan tidak lama penyeberangan ditutup. Biar saya tidak kemalaman sampai di rumah,” ujar Nita, penumpang bermotor asal Jember.

Agus, pengguna jasa yang mengunakan mobil pribadi juga berharap agar cuaca cepat membaik sehingga bisa cepat menyeberang ke Jawa.

Baca Juga:  Terkikis Air Sungai, Senderan Bengkel Motor di Padangkerta Ambles

“Saya harus menjemput keluarga di Probolinggo. Kalau lama keluarga saya bisa lama menunggu,” ujarnya.



NEGARA – Meski Sabtu (9/11) kemarin langit di Selat Bali cukup cerah, namun penyeberangan lintas Jawa-Bali harus ditutup sementara.

Penyebabnya karena kapal-kapal tidak bisa sandar dan bongkar muat di Pelabuhan Ketapang akibat ombak, angin kencang dan arus kuat.

Sebelum penyeberangan ditutup, cuaca di Selat Bali masih aman. Bahkan sampai siang cuaca masih bagus dan pelayaran lancar.

Namun, menjelang sore, angin kencang bertiup ke arah barat mulai terjadi. Arus laut mengalir sangat deras. Akibat angin kencang tersebut menimbulkan ombak besar di pelabuhan Ketapang.

Besarnya ombak dan arus kuat membuat kapal-kapal yang sandar untuk bongkar buat bergoyang keras sehingga membahayakan pengguna jasa.

Baca Juga:  Terkikis Air Sungai, Senderan Bengkel Motor di Padangkerta Ambles

Agar kapal tidak rusak berbenturan dengan dermaga akibat digoyang ombak yang bisa mengakibatkan lambung kapal bocor serta kendaraan yang akan naik kapal jatuh ke laut,

Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Ketapang  berkoordinasi dengan UPP Gilimanuk untuk menutup sementara penyeberangan.

Setelah sepakat, penyeberangan di Selat Bali kemudian ditutup mulai pukul 14.50. Penutupan penyeberangan itu menimbulkan penumpukan kendaraan di parkir pelabuhan.

Ratusan kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi bus dan truk terpaksa diam menunggu penyeberangan dibuka.

“Mudah-mudahan tidak lama penyeberangan ditutup. Biar saya tidak kemalaman sampai di rumah,” ujar Nita, penumpang bermotor asal Jember.

Agus, pengguna jasa yang mengunakan mobil pribadi juga berharap agar cuaca cepat membaik sehingga bisa cepat menyeberang ke Jawa.

Baca Juga:  Duh, Masih Ada Sulinggih di Klungkung Belum Miliki Jaminan Kesehatan

“Saya harus menjemput keluarga di Probolinggo. Kalau lama keluarga saya bisa lama menunggu,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/