alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Ibu Korban Tenggelam Shock, Cari Petunjuk, Gelar Prosesi Ngulapin

TABANAN – Berniat mandi di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, bersama teman-teman sekolah justru membawa petaka. Hal itulah yang dialami seorang pelajar SMPN 2 Kediri, Tabanan.

Kadek Rea Dwi Andika, 13, asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, hilang terseret ombak laut ketika sedang mandi bersama 5 temannya.

Insiden itu membuat ibu kandung korban, Dwi Lestari, terpukul. Ditemui di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, Dwi shock dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Saya tahu kejadian dikabarkan via telepon oleh tetangga yang saat itu berada di Pantai Pangkung Tibah. Saya benar-benar shock mendengar ini. Pasalnya baru saja Rea pamitan untuk pergi ke pantai,” ujar Dwi Lestari sambil menangis. 

Baca Juga:  VIRAL! Video Perkelahian Siswa di Manggis Menyebar Luas di Medsos

Pihaknya menyerahkan semua proses pencarian kepada pihak berwajib. “Saya berserah kepada Tuhan. Saya juga sudah lakukan prosesi ngulapin (mencari petunjuk) agar mayat dapat ditemukan secepatnya,” tandasnya. 

Kasi Basarnas Denpasar Ida Bagus Surya Wirat menegaskan pihaknya bersama tim gabungan yang terdiri Satpol Polres Tabanan dan BPBD Tabanan masih melakukan pencarian untuk salah satu korban atas nama Kadek Rea Andika. 

Dalam insiden ini, tiga korban berhasil selamat. Yakni I Putu Agus Mahendra, 13 asal Banjar Pemesan, Desa Pejaten, Kesiri; Gunawan Febrian, 14,

asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, dan I Putu Angga Dita Karesa Putra Pratama, 16 asal Banjar Badung, Pejaten, Kediri.

“Ketiganya berhasil diselamat oleh warga dan pemain surfing,” ungkap Surya Wirta. Mengenai peluang selamat untuk korban, karena sudah tenggelam lebih dari satu jam.

Baca Juga:  Transaksi Narkoba, Dihadang Polisi di Jalan Udayana, Ini Hasilnya…

“Kami belum dapat pastikan. Yang jelas hingga malam ini pukul 20.00 masih melaksanakan penyisaran dipinggir pantai,” jelasnya. 

Kondisi ombak arus cenderung ke arah barat dengan gelombang tinggi. Sehingga pihaknya terus berupaya melakulan pencarian dipinggir pantai. 

“Senin pagi kami akan turun menggunakan raber boat untuk melakukan pencarian,” pungkasnya.



TABANAN – Berniat mandi di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, bersama teman-teman sekolah justru membawa petaka. Hal itulah yang dialami seorang pelajar SMPN 2 Kediri, Tabanan.

Kadek Rea Dwi Andika, 13, asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, hilang terseret ombak laut ketika sedang mandi bersama 5 temannya.

Insiden itu membuat ibu kandung korban, Dwi Lestari, terpukul. Ditemui di Pantai Pangkung Tibah, Kediri, Dwi shock dan tidak bisa berkata apa-apa.

“Saya tahu kejadian dikabarkan via telepon oleh tetangga yang saat itu berada di Pantai Pangkung Tibah. Saya benar-benar shock mendengar ini. Pasalnya baru saja Rea pamitan untuk pergi ke pantai,” ujar Dwi Lestari sambil menangis. 

Baca Juga:  Pasal Jo Dipasang Penyidik, Gung De Terancam Hukuman Ringan

Pihaknya menyerahkan semua proses pencarian kepada pihak berwajib. “Saya berserah kepada Tuhan. Saya juga sudah lakukan prosesi ngulapin (mencari petunjuk) agar mayat dapat ditemukan secepatnya,” tandasnya. 

Kasi Basarnas Denpasar Ida Bagus Surya Wirat menegaskan pihaknya bersama tim gabungan yang terdiri Satpol Polres Tabanan dan BPBD Tabanan masih melakukan pencarian untuk salah satu korban atas nama Kadek Rea Andika. 

Dalam insiden ini, tiga korban berhasil selamat. Yakni I Putu Agus Mahendra, 13 asal Banjar Pemesan, Desa Pejaten, Kesiri; Gunawan Febrian, 14,

asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri, dan I Putu Angga Dita Karesa Putra Pratama, 16 asal Banjar Badung, Pejaten, Kediri.

“Ketiganya berhasil diselamat oleh warga dan pemain surfing,” ungkap Surya Wirta. Mengenai peluang selamat untuk korban, karena sudah tenggelam lebih dari satu jam.

Baca Juga:  Datangi Bukit Teletubies, Stafsus Jokowi Kirim Sinyal Menggembirakan

“Kami belum dapat pastikan. Yang jelas hingga malam ini pukul 20.00 masih melaksanakan penyisaran dipinggir pantai,” jelasnya. 

Kondisi ombak arus cenderung ke arah barat dengan gelombang tinggi. Sehingga pihaknya terus berupaya melakulan pencarian dipinggir pantai. 

“Senin pagi kami akan turun menggunakan raber boat untuk melakukan pencarian,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/