alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Bahan Bakar Habis, Nyoman Sudi 16 Jam Terombang-ambing di Tengah Laut

I Nyoman Sudi, nelayan asal Desa Antiga, Manggis, Karangasem Bali sempat dikabarkan hilang. Dia akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah 16 jam terombang-ambing di laut karena jukungnya kehabisan bahan bakar.

ZULFIKA RAHMAN, Karangasem

TANGIS haru pecah saat keluarga bertemu I Nyoman Sudi, 36, di Banjar Dinas Labuan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis pada Senin (10/1). Ibunya langsung memeluk erat begitu mengetahui anaknya kembali dalam kondisi selamat usai dikabarkan hilang saat melaut di perairan Labuan Amuk pada Minggu (9/1) lalu. 

Nelayan asal Desa Antiga ini terombang ambing selama 16 jam di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan di perairan Pulau Sepatu, Nusa Penida pada Senin pagi (10/1).

“Dia (Sudi) ditemukan di Selatan Pulau Sepatu Nusa Penida oleh keluarganya yang melakukan pencarian,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana. 

Baca Juga:  Asyik! Eks Hardys Gianyar Disulap Mirip Plaza Renon, Ada Bioskop Juga

 

Berawal saat Sudi melakukan aktivitas melaut pada Minggu sore menggunakan perahu miliknya. Dia berangkat dari Labuan Amuk, Desa Antiga. Selanjutnya hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga yang khawatir langsung melaporkan hilangnya Sudi ke pihak Basarnas Karangasem sekitar pukul 21.35 Minggu malam lalu.

“Kami baru melakukan pencarian besok paginya (Senin). Tapi kemarinnya (Minggu) keluarga terus melakukan upaya pencarian namun tidak membuahkan hasil,” kata Ngurah Eka.

 

Pihak keluarga yang juga sesama nelayan kembali melakukan pencarian bersama petugas gabungan yang terdiri dari petuga SAR Karangasem, Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polres Karangasem, BPBD Karangasem, Polsek Manggis, Pol Air Polres Karangasem, Bakamla Karangasem, Babinsa manggis karangasem, Babinkamtibmas Manggis Karangasem, nelayan, masyarakat setempat dan keluarga korban.

“Saat ditemukan, korban dalam terombang-ambing di atas jukungnya. Akhirnya kami evakuasi dan dibawa ke tempat awal ia melaut,” terangya.

Baca Juga:  Pamit Cari Gurita, Nelayan Tanjung Benoa Hilang di Perairan Nusa Dua

 

Kepada petugas, Sudi mengaku kehabisan bahan bakar saat melaut sehingga tidak bisa kembali pulang. Dalam kondisi kehabisan bahan bakar, Sudi tidak melihat rekan sesama nelayan yang melakukan aktivitas melaut.

“Hampir 16 jam di tengah laut. Biasanya korban membawa HP. Tapi saat kemarin itu kelupaan sehingga tidak bisa komunikasi,” kata Ngurah Eka.

 

Ngurah Eka menambahkan, di tengah kondisi cuaca hujan ini, ia mengimbau agar nelayan mempertimbangkan keselamatan saat melaut. Selain itu juga memastikan ketersediaan bahan bakar yang dibawa sebelum melaut.

“Kami juga selalu mengingatkan, agar para nelayan selain memperhitungkan kondisi cuaca juga jumlah bahan bakar yang dibawa serta melengkapi diri dengan alat komunikasi seperti HP termasuk juga baju pelampung,” tandasnya


I Nyoman Sudi, nelayan asal Desa Antiga, Manggis, Karangasem Bali sempat dikabarkan hilang. Dia akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah 16 jam terombang-ambing di laut karena jukungnya kehabisan bahan bakar.

ZULFIKA RAHMAN, Karangasem

TANGIS haru pecah saat keluarga bertemu I Nyoman Sudi, 36, di Banjar Dinas Labuan, Desa Antiga, Kecamatan Manggis pada Senin (10/1). Ibunya langsung memeluk erat begitu mengetahui anaknya kembali dalam kondisi selamat usai dikabarkan hilang saat melaut di perairan Labuan Amuk pada Minggu (9/1) lalu. 

Nelayan asal Desa Antiga ini terombang ambing selama 16 jam di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan di perairan Pulau Sepatu, Nusa Penida pada Senin pagi (10/1).

“Dia (Sudi) ditemukan di Selatan Pulau Sepatu Nusa Penida oleh keluarganya yang melakukan pencarian,” ujar Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana. 

Baca Juga:  Tarik Rem Darurat, Koster Minta Semua Daerah Jalankan Instruksi Pusat

 

Berawal saat Sudi melakukan aktivitas melaut pada Minggu sore menggunakan perahu miliknya. Dia berangkat dari Labuan Amuk, Desa Antiga. Selanjutnya hingga malam hari, korban tak kunjung pulang. Keluarga yang khawatir langsung melaporkan hilangnya Sudi ke pihak Basarnas Karangasem sekitar pukul 21.35 Minggu malam lalu.

“Kami baru melakukan pencarian besok paginya (Senin). Tapi kemarinnya (Minggu) keluarga terus melakukan upaya pencarian namun tidak membuahkan hasil,” kata Ngurah Eka.

 

Pihak keluarga yang juga sesama nelayan kembali melakukan pencarian bersama petugas gabungan yang terdiri dari petuga SAR Karangasem, Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polres Karangasem, BPBD Karangasem, Polsek Manggis, Pol Air Polres Karangasem, Bakamla Karangasem, Babinsa manggis karangasem, Babinkamtibmas Manggis Karangasem, nelayan, masyarakat setempat dan keluarga korban.

“Saat ditemukan, korban dalam terombang-ambing di atas jukungnya. Akhirnya kami evakuasi dan dibawa ke tempat awal ia melaut,” terangya.

Baca Juga:  Terapkan e-Rekap di Pilkada 2020, Jembrana Nihil Blank Spot

 

Kepada petugas, Sudi mengaku kehabisan bahan bakar saat melaut sehingga tidak bisa kembali pulang. Dalam kondisi kehabisan bahan bakar, Sudi tidak melihat rekan sesama nelayan yang melakukan aktivitas melaut.

“Hampir 16 jam di tengah laut. Biasanya korban membawa HP. Tapi saat kemarin itu kelupaan sehingga tidak bisa komunikasi,” kata Ngurah Eka.

 

Ngurah Eka menambahkan, di tengah kondisi cuaca hujan ini, ia mengimbau agar nelayan mempertimbangkan keselamatan saat melaut. Selain itu juga memastikan ketersediaan bahan bakar yang dibawa sebelum melaut.

“Kami juga selalu mengingatkan, agar para nelayan selain memperhitungkan kondisi cuaca juga jumlah bahan bakar yang dibawa serta melengkapi diri dengan alat komunikasi seperti HP termasuk juga baju pelampung,” tandasnya


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/